TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Meski industri garmen Indonesia terus memperkuat perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 12 persen atas PDB, sektor ini telah lama menghadapi persepsi mengenai terbatasnya peluang pengembangan karier dan lingkungan kerja yang lebih mengutamakan produksi.
Pekerjaan di pabrik sering kali dipandang sebagai tugas operasional yang repetitif dengan peluang pengembangan karier jangka panjang yang terbatas.
Namun, MAS Arya Indonesia berupaya mengubah pandangan tersebut dengan menempatkan karyawan sebagai inti dari strategi bisnisnya, sekaligus membuktikan bahwa investasi pada sumber daya manusia dapat mendorong keberhasilan individu dan keunggulan industri.
Di tengah industri yang secara tradisional dikenal dengan kegiatan operasional padat karya dan berorientasi teknis, MAS Arya telah mengubah pendekatannya.
Dengan memandang pekerja tidak hanya sebagai operator di lantai produksi, perusahaan secara aktif membuka berbagai jalur bagi talenta lokal untuk mengembangkan karier profesional, kepemimpinan, dan kewirausahaan.
Perusahaan telah meluncurkan rangkaian program pengembangan kapabilitas yang komprehensif, termasuk pelatihan Team Leader dan Group Leader, kelas bahasa Inggris, sesi literasi keuangan, serta berbagai lokakarya khusus mengenai keterampilan presentasi, komunikasi, kepemimpinan, dan pengelolaan tim.
Berbagai program yang bersifat sukarela ini terbuka bagi seluruh karyawan dan mencatat partisipasi dari seluruh tingkatan tenaga kerja setiap tahunnya.
Berbagai inisiatif tersebut dirancang untuk membekali karyawan dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan yang lebih luas.
Baca juga: Spesialis Pencuri Gabah Dibekuk usai Beraksi di Nanggulan Kulon Progo, Pelaku Residivis Aksi Serupa
Dengan demikian, karyawan dapat mengembangkan karier dan mengemban tanggung jawab yang lebih besar.
Dua program apresiasi unggulan yang menjadi bagian penting dari transformasi ini adalah Abhimani dan Abhinandani.
Program Abhimani memberikan apresiasi kepada karyawan yang menunjukkan jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan yang luar biasa dengan memberdayakan orang-orang di sekitar mereka.
Sementara itu, program Abhinandani memberikan penghargaan kepada individu dengan bakat dan keterampilan luar biasa di seluruh organisasi.
Diselenggarakan setiap dua tahun di tingkat divisi, program penghargaan ini telah menghasilkan tiga penerima penghargaan Abhimani, sekaligus menyoroti pencapaian nyata karyawan dan menekankan budaya apresiasi di lingkungan perusahaan.
Di tengah industri yang masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan keterlibatan karyawan, program ini dirancang untuk memberikan pengakuan yang lebih besar terhadap kontribusi karyawan, meningkatkan motivasi, serta mendorong aspirasi pengembangan karier jangka panjang di dalam organisasi.
Bagi Lisa Ardiyana, Executive Industrial Engineering MAS Arya Indonesia dan penerima penghargaan Abhimani 2019, apresiasi tersebut memberikan dampak jangka panjang terhadap perjalanan kariernya.
“Pengalaman ini sangat berharga karena membantu saya memperkuat nilai-nilai yang saya pegang dalam bekerja, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan. Dengan diakui sebagai penerima penghargaan Abhimani juga membuat saya semakin dikenal di kalangan manajemen serta memotivasi saya untuk terus berkontribusi dan memberikan kinerja terbaik,” ujar Lisa Ardiyana.
“Dengan mendorong pembelajaran yang berkelanjutan, pertumbuhan profesional, dan keterlibatan karyawan, kami menciptakan lingkungan yang memungkinkan setiap individu membangun karier jangka panjang, bukan sekadar menjadikan industri ini sebagai tempat bekerja sementara,” ujar Rajitha Kamalchandra, Chief Executive Officer MAS Arya Indonesia.
Bagi banyak karyawan, program-program tersebut membuka akses terhadap pengembangan keterampilan yang mungkin sulit mereka peroleh sebelumnya, mulai dari komunikasi dan literasi keuangan, hingga kepemimpinan dan kemampuan berbicara di depan umum. Keterampilan tersebut dapat meningkatkan kapabilitas serta nilai setiap individu dalam menjalankan berbagai peran dalam pekerjaan apapun.
Hasil program tersebut telah terlihat nyata. Hingga saat ini, sebanyak 71 karyawan telah berkembang dan menempati posisi kepemimpinan melalui jalur pengembangan yang disediakan perusahaan.
Mereka beralih dari posisi anggota tim menuju posisi pengawas dan manajemen, termasuk Team Leader, Group Leader, Assistant Quality Leader, dan Section Manager.
Dengan beralih dari pendekatan yang semata-mata berorientasi pada produksi, perusahaan berupaya mengubah persepsi mengenai karier di industri garmen, dari pilihan pekerjaan jangka pendek menjadi sektor yang membuka dan mendorong peluang pengembangan karier jangka panjang.
MAS Arya Indonesia berencana memperkuat transformasi ini melalui peningkatan kolaborasi di seluruh lokasi pabriknya, standardisasi kebijakan sumber daya manusia, serta menciptakan jalur karier yang lebih jelas dan konsisten bagi seluruh karyawan tanpa memandang lokasi kerja.
“Melalui fokus strategis pada pengembangan karyawan, kami ingin menempatkan perusahaan tidak hanya unggul dalam menjalankan kegiatan operasional, tetapi juga sebagai tempat kerja yang progresif di tengah industri manufaktur Indonesia yang semakin kompetitif,” ujar Rajitha Kamalchandra.
Di tengah pentingnya retensi dan keterlibatan talenta bagi pertumbuhan berkelanjutan, pendekatan MAS Arya Indonesia menunjukkan bahwa memberdayakan karyawan bukan hanya bagian dari praktik bisnis yang beretika, tetapi juga merupakan strategi bisnis yang cerdas. (*)