Spesialis Pencuri Gabah Dibekuk usai Beraksi di Nanggulan Kulon Progo, Pelaku Residivis Aksi Serupa
Yoseph Hary W September 07, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Tim Satreskrim Polres Kulon Progo membekuk HEN (37), pria asal Temon karena melakukan pencurian gabah di banyak tempat. Aksi pria yang juga residivis ini terungkap usai pencurian gabah pada Juli lalu di Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan.

Kasatreskrim Polres Kulon Progo, Iptu Faisal Amri mengatakan HEN dibekuk pada 13 Agustus silam di kediamannya yang berada di Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon. HEN diamankan usai ada laporan pencurian gabah dari JP (45), pria asal Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan.

"JP kehilangan sebanyak 2 karung gabah masing-masing berisi 50 kilogram (kg) gabah hasil panen dengan kerugian sekitar Rp 850 ribu," kata Faisal dalam jumpa pers di Mako Polres Kulon Progo, Senin (07/09/2026).

Pengakuan pelaku

Saat diamankan, HEN mengakui jika telah mencuri gabah milik JP dan telah menjualnya ke pengepul. Ia mendapat keuntungan antara Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu dengan penjualan gabah tersebut ke tempat penggilingan.

HEN beraksi dengan mendatangi rumah JP pada subuh hari, langsung menuju gudang penyimpanan gabah. Ia lalu langsung mengambil 2 karung gabah dan menaruhnya di bagian belakang jok motornya, lalu pergi dari situ.

"Pelaku mengakui telah melakukan pencurian gabah, uang hasil penjualan gabah digunakannya untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Faisal.

HEN terancam Pasal 477 KUHP sub Pasal 476 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun atau denda maksimal Rp 500 juta. Ia kini berada di Tahanan Mako Polres Kulon Progo untuk pemeriksaan lebih lanjut bersama barang bukti seperti sepeda motor yang digunakan untuk beraksi.

Residivis, ulangi perbuatan

Kanit Reskrim Polsek Nanggulan, Iptu M. Syahid menyampaikan bahwa HEN merupakan residivis untuk kasus serupa. Sebelumnya ia diamankan karena mencuri gabah dan bawang merah.

"Modusnya selalu sama, yaitu datang ke lokasi sasaran pada subuh dan tengah hari untuk mencuri gabah saat suasana sedang sepi," jelas Syahid.

Rupanya HEN juga beraksi di banyak tempat. Berdasarkan penyelidikan sejauh ini, aksinya dilakukan juga di wilayah Kapanewon Wates dan Panjatan, bahkan di Panjatan aksinya dilakukan di 4 lokasi berbeda.

Syahid meyakini masih banyak lagi lokasi pencurian gabah yang jadi sasaran HEN. Apalagi banyak warga di Kulon Progo yang belakangan ini resah karena gabah hasil panen mereka hilang begitu saja.

"Kejadian pencurian lainnya sampai saat ini masih dalam penyelidikan," katanya.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.