TRIBUNKALTARA.COM - Tercatat dua hari berturut-turut pesawat Batik Air rute Tarakan ke Jakarta batal terbang, imbas erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih terjadi.
Saat ini penumpang Batik Air rute Tarakan ke Jakarta yang batal terbang imbas erupsi Gunung Anak Krakatau, mulai ramai-ramai lakukan refund tiket.
Refund tiket artinya proses pengembalian uang atau dana kepada penumpang atas pembatalan pemesanan tiket pesawat yang telah dibeli.
Selain refund tiket, penumpang juga bisa melakukan reschedule penerbangan.
Reschedule dalam penerbangan artinya proses mengubah jadwal keberangkatan atau tanggal terbang tiket pesawat yang sudah dipesan sebelumnya ke waktu yang baru.
Seperti diketahui, sejak Minggu (6/9/2026) kemarin, Bandara Soekarno Hatta di Banten, ditutup.
Penutupan bandara yang memakai nama Presiden dan Wapres RI pertama, Ir Soekarno dan Drs Moh Hatta itu, gegara erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak kemarin.
Baca juga: 70 Persen Penumpang Refund Tiket usai Batik Air Tarakan-Jakarta Batal Terbang Imbas Erupsi Krakatau
Sebagai informasi, Gunung Anak Krakatau terletak di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra.
Secara administratif, wilayah Gunung Anak Krakatau masuk ke dalam Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
BMKG mencatat, hingga hari ini sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau masih membumbung di dua lapisan ketinggian kritis, yakni 15.000 dan 50.000 kaki.
Risiko tinggi terhadap keselamatan udara tersebut, memaksa pemerintah memperpanjang penutupan sementara tujuh bandara utama hingga pukul 18.00 WIB sore ini, termasuk Bandara Soekarno Hatta.
Bandara Soekarno Hatta adalah salah satu pintu utama ke ibu kota negara di Jakarta, termasuk melayani penerbangan dari dan menuju Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.
Pantauan TribunKaltara.com di salah satu laman pemesanan tiket pesawat secara online, ada satu direct flight dari Tarakan ke Jakarta
Penerbangan diketahui dilayani oleh maskapai Batik Air.
Terlihat direct flight dari Tarakan ke Jakarta menggunakan Batik Air tersedia pukul 14.35 WITA.
Setelah menampuh penerbangan 2 jam 30 menit dari Bandara Juwata Tarakan, pesawat bakal mendarat di Bandara Soekarno Hatta pukul 16.05 WITA.
Namun sejak Minggu 6 September 2026 hingga Senin 7 September 2026 hari ini, penerbangan Batik Air rute Tarakan ke Jakarta dibatalkan atau cancel.
Baca juga: Batik Air Jakarta-Tarakan Batal Terbang Imbas Erupsi Krakatau, Bagaimana soal Reschedule dan Refund?
Penyebabnya, juga imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Akibatnya, Super Air Jet batal terbang, seorang ASN di Tarakan dipastikan terlambat ikut Diklat di Jakarta
Pembatalan ini merupakan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau, yang membuat operasional beberapa bandara terganggu, termasuk Bandara Soekarno Hatta
Mengutip Tribunnews.com, operasional Bandara Internasional Soekarno Hatta di Cengkareng, Banten, ditutup sementara imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level III atau Siaga.
Aktivitas erupsi masih berlangsung dan disertai dengan keluarnya abu vulkanik.
Sehingga, penutupan dilakukan oleh otoritas bandara sejak kemarin, sebagai langkah antisipasi demi memastikan keselamatan penerbangan.
ASN bernama Jun di Tarakan, sedianya terbang dari Tarakan menuju Jakarta, pada Minggu (6/9/2026) pukul 09.40 Wita pagi.
Namun, ia terpaksa melakukan reschedule tiket, dan dijadwalkan kembali berangkat pada Senin (7/9/2026) hari ini, dengan jam penerbangan yang sama.
Kondisi tersebut membuat Jun berpotensi tidak mengikuti kegiatan orientasi pada hari pertama Diklat, yang akan dijalaninya di Jakarta.
"Di Jakarta kan ada kegiatan Diklat nih.
Harusnya kita ikut orientasi duluan besok, harusnya sampai hari ini (kemarin, red) ke Jakarta.
Kan jadinya enggak ikut," ujar Jun saat ditemui TribunKaltara.com, di Bandara Juwata Tarakan, Minggu (6/9/2026) kemarin.
Sebagai informasi, Bandara Juwata Tarakan terletak di Jalan Mulawarman No. 1, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.
Bandara Juwata Tarakan merupakan salah satu gerbang utama penumpang yang hendak datang maupun meninggalkan Kalimantan Utara.
Jun menjelaskan, perjalanan dari Tarakan menuju Jakarta dengan penerbangan tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar 2 jam 50 menit.
Ia mengatakan, informasi mengenai pembatalan penerbangan telah diterimanya, dan tiket kemudian dijadwalkan ulang untuk keberangkatan pada hari berikutnya.
"Jadi di-reschedule tiketnya," katanya.
Menurut Jun, pembatalan penerbangan tersebut sebenarnya menimbulkan kerugian baginya.
Sebab, keberangkatannya ke Jakarta bukan untuk sekadar perjalanan pribadi, melainkan dalam rangka mengikuti kegiatan kedinasan.
"Sebenarnya rugi sih, karena harusnya hari ini (kemarin, red), sampai di Jakarta," ujarnya.
Jun merupakan ASN yang bertugas di Navigasi Tarakan.
Ia akan mengikuti Diklat Perwira Kapal Negara yang direncanakan berlangsung selama satu bulan di Jakarta.
Jun merupakan ASN Navigasi Tarakan yang bertugas sebagai Mualim II Kapal Kelas II.
Ia mengatakan penugasannya saat ini berada di wilayah Tarakan.
Baca juga: Breaking News, Update Penerbangan Jakarta-Tarakan Imbas Erupsi Anak Krakatau, Lengkap Info Batik Air
Penumpang penerbangan Batik Air rute Tarakan - Jakarta yang terdampak pembatalan penerbangan karena erupsi Gunung Anak Krakatau, diberikan dua pilihan oleh pihak maskapai Lion Air Group.
Batik Air adalah bagian dari Lion Air Group.
Penumpang dapat mengajukan refund atau reschedule setelah penerbangan Tarakan - Jakarta dipastikan berstatus cancel pada Senin (7/9/2026) siang ini.
Pada Minggu 6 September kemarin, Batik Air rute Tarakan ke Jakarta juga batal terbang gegara erupsi Gunung Anak Krakatau.
Station Manager Tarakan, Faikar Musanti, mengatakan pihaknya hingga kini masih menangani penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan tersebut.
"Jadi kalau untuk penumpang yang saat ini kita handle, seperti rute Tarakan – Jakarta kita memberikan dua opsi yaitu refund dan reschedule," kata Faikar, saat dihubungi TribunKaltara.com, Senin (7/9/2026).
Hari ini diketahui telah memasuki hari kedua, Bandara Soekarno Hatta Jakarta, dan beberapa bandara lainnya terpaksa ditutup sementara gegara terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Faikar menambahkan, gegara penerbangan rute Tarakan ke Jakarta dibatalkan, sudah banyak penumpang yang mengajukan salah satu dari dua pilihan tersebut.
Untuk penumpang yang memilih refund, pengembalian dana tidak dilakukan secara tunai di bandara.
Faikar menjelaskan dana tiket akan dikembalikan melalui tempat pembelian tiket sebelumnya.
"Iya. Kalau refund, semua kembali ke tempat pembelian awal.
Jadi tidak ada refund cash," jelasnya.
Sementara bagi penumpang yang memilih reschedule, mereka dapat memindahkan jadwal keberangkatan ke beberapa hari berikutnya.
Perubahan jadwal tersebut tidak dikenakan biaya tambahan, karena kondisi pembatalan penerbangan masuk dalam kategori force majeure.
"Kalau reschedule, penumpang bisa memilih pindah beberapa hari ke depan," katanya.
Ia melanjutkan lagi, karena kondisi force majeure, tidak ada biaya tambahan.
Faikar juga memastikan penumpang yang memilih refund mendapatkan pengembalian dana secara penuh alias 100 persen.
Ketentuan tersebut, kata dia, telah disesuaikan dengan kebijakan yang disampaikan Menteri Perhubungan.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun pihak maskapai dari penanganan penumpang sebelumnya, mayoritas penumpang memilih mengajukan refund.
"Kurang lebih ada sekitar 70 persen penumpang pilih refund dan 30 persen pilih reschedule," kata Faikar.
"Karena kan ini situasinya dampak cuaca dari erupsi Gunung Anak Krakatau, belum ada yang bisa pastikan untuk kapan berangkatnya," ujarnya.
Untuk penumpang yang memilih reschedule, tujuan penerbangan tetap sama, yakni Jakarta.
Faikar memastikan pembatalan penerbangan masih terjadi hingga Senin (7/9/2026) termasuk Batik Air yang berangkat siang ini.
Ia mengatakan, status penerbangan Tarakan - Jakarta untuk hari ini telah disampaikan kepada pihak bandara.
"Betul, Mbak.
Tadi saya baru sampaikan ke bandara bahwasanya untuk Tarakan – Jakarta PP hari ini kita status cancel flight," ungkapnya.
Dari Lion Air Group yang beroperasi dari Tarakan, Faikar menyebut penerbangan yang terdampak langsung tersebut merupakan penerbangan Batik Air.
Selain Batik Air, terdapat pula penumpang Super Air Jet yang terdampak, khususnya mereka yang memiliki penerbangan dengan rute transit melalui Balikpapan menuju Jakarta.
"Yang transit ada.
Itu ada beberapa yang via Balikpapan.
Treatment-nya sama, kita lakukan opsi dua yaitu refund dan juga reschedule," kata Faikar.
Menurutnya, para penumpang memahami kondisi tersebut, sehingga penerbangan tidak dapat dipaksakan.
"Karena satu flight pun tidak ada yang keluar dari Jakarta," katanya.
Hingga Senin siang, pihak maskapai belum dapat memastikan jumlah pasti penumpang Batik Air yang telah melakukan refund maupun reschedule.
Faikar mengatakan proses pendataan masih berlangsung, bersamaan dengan pelayanan terhadap penumpang di bandara.
"Kalau sampai saat ini kita belum bisa pastikan berapa.
Karena kan kita masih mendata juga, kita sambil proses juga tiketnya yang melakukan pemindahan," katanya.
Untuk reschedule, proses pemindahan jadwal dapat dilakukan langsung di konter atau secara on the spot di bandara.
Namun, menurut Faikar, jumlah penumpang yang memilih reschedule sejauh ini belum terlalu banyak.
"Reschedule sih belum terlalu banyak.
Kebanyakan orang memilih refund.
Kita sarankan refund," katanya.
Ia menyebut pihak maskapai menyarankan refund lantaran belum dapat memastikan kapan kondisi penerbangan di Jakarta kembali normal.
"Karena kan untuk cuaca ini kita belum bisa pastikan sampai kapan di Jakarta itu bisa normal kembali," lanjutnya.
Terkait pemesanan tiket untuk penerbangan beberapa hari ke depan, Faikar mengatakan pendataan dilakukan oleh pihak maskapai secara H-1 baru diketahui jumlahnya.
Untuk penerbangan pada Selasa (8/9/2026) besok, tiket masih tersedia, tetapi pihak maskapai belum melakukan pendataan lantaran petugas masih fokus menangani penumpang terdampak.
"Untuk besok ada, cuma kita belum data karena teman-teman juga masih sibuk sambil handle penumpang juga ini," katanya.
Bagi penumpang yang masih bingung melakukan refund, Faikar mengatakan pengajuan dapat dilakukan melalui platform tempat pembelian tiket.
Ia memberikan contoh pembelian melalui Traveloka maupun Tiket.com.
"Jadi, contoh seperti pemesanan tiket pada Traveloka dan juga Tiket.com.
Di situ ada opsi pengajuan refund," ujarnya.
Pihak Lion Air Group juga telah mengeluarkan surat pendukung, yang menyatakan tiket pada rute-rute terdampak dapat diajukan refund penuh karena kondisi force majeure.
"Nah, dari kita Lion Group juga memberikan statement surat pendukung bahwa ini bisa di-refund full dikarenakan force majeure," jelasnya.
Surat pendukung tersebut, kata dia, sudah diterbitkan sejak Minggu (6/9/2026).
Surat tersebut juga dilengkapi dengan daftar rute penerbangan yang terdampak.
"Dan di situ terlampir rute-rute yang terdampak," ujar Faikar.
Karena itu, penumpang tidak perlu khawatir mengenai pengembalian dana tiket.
"Tidak perlu khawatir.
Kita juga sudah mengeluarkan statement surat pendukung beserta rute yang terdampak seluruh Indonesia," pungkasnya.
Pada 7 September 2026 pukul 08.59 WIB, hari ini Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama merilis informasi terkait penghentian sementara operasional penerbangan di sejumlah bandar udara sehubungan dengan adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Beberapa bandara yang mengalami penghentian operasional penerbangan tersebut antara lain Soekarno-Hatta (CGK), Radin Inten II (TKG), Halim Perdanakusuma (HLP), Husein Sastranegara (BDO), Budiarto (RTO), Pondok Cabe (PCB), dan M. Taufik Kiemas (TFY).
Masyarakat dan seluruh pengguna jasa penerbangan diimbau untuk memeriksa status serta jadwal penerbangan terlebih dahulu melalui kanal resmi maskapai penerbangan sebelum melakukan perjalanan.
(*)
(TribunKaltara.com/Andi Pausiah)