Ima Mahdiah Dorong Pembagian Masker Gratis di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau
Rr Dewi Kartika H September 07, 2026 06:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah meminta Pemprov DKI Jakarta bersama aparat penegak hukum menindak tegas oknum yang menimbun dan memainkan harga masker di tengah fenomena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Diketahui, lonjakan permintaan masker meningkat sangat tinggi sejak kualitas udara Jakarta memburuk akibat abu vulkanik.

"Masker saat ini menjadi kebutuhan utama warga. Jangan sampai ada yang mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain," kata Ima kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu mendesak Pemprov DKI, Satpol PP, Dinas PPKUKM, dan aparat kepolisian untuk langsung menyisir pasar, apotek, hingga platform jual beli daring.

"Saya minta agar turun langsung memantau pasar, apotek, dan platform daring, serta menindak tegas siapa pun yang menimbun atau menaikkan harga secara tidak wajar," ujarnya.

Dorong Pembagian Masker Gratis

Selain penindakan, Ima mendorong Pemprov DKI memastikan ketersediaan pasokan masker dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat luas.

Ia juga meminta Pemprov DKI segera menyalurkan bantuan masker secara gratis, khususnya kepada kelompok rentan yang paling berisiko terpapar dampak abu vulkanik.

Imbau Warga Tenang dan Kawal PJJ

Di sisi lain, Ima mengajak seluruh warga Jakarta untuk tetap tenang, membatasi aktivitas di luar rumah, serta menyaring informasi hanya dari sumber resmi seperti Pemprov DKI, BMKG, dan BPBD.

"Saya memahami kekhawatiran warga, tetapi kepanikan justru akan memperburuk keadaan," kata Ima.

Legislator dari dapil 10 Jakarta itu meminta warga mengikuti imbauan resmi dari Pemprov DKI, BMKG, dan BPBD. 

"Kurangi aktivitas di luar ruangan, gunakan masker saat harus keluar rumah, tutup ventilasi rumah. Pastikan informasi yang diterima dan disebarkan berasal dari sumber resmi," ujar Ima.

Terkait kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK yang mulai berlaku Senin (7/9/2026), Ima menegaskan agar pihak sekolah tidak memaksakan kegiatan tatap muka.

"Anak-anak adalah kelompok paling rentan terhadap paparan abu vulkanik. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas di atas segalanya. DPRD DKI Jakarta akan terus mengawal penanganan bencana ini," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.