SOSOK KH Ahmad Fudholi, Penceramah Kondang Meninggal Hari Ini Usai Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak
Ferdinand Waskita Suryacahya September 07, 2026 06:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Penceramah kondang KH Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Tol Tangerang-Merak tepatnya  KM 63+800 B, wilayah Kabupaten Serang, Banten pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Pria asal Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten itu meninggal dunia pada Senin (7/9/2026).

Informasi yang dihimpun, pimpinan Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah tersebut meninggal dunia di RSUD Tangerang saat tengah menjalani perawatan setelah mengalami kecelakaan.

Seorang jemaah pengajian asal Kabupaten Tangerang, Banten, Ahmad Khoirul Umam membenarkan informasi tersebut.

"Iya, kabarnya meninggal hari ini. Tadi infonya sekitar jam 12 dari jemaah pengajian, dan di sini juga baru diumumin di masjid dan musala," ujar Khoirul dikutip dari TribunBanten.com, Senin (7/9/2026).

Khoirul Umam menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya almarhum.

Menurutnya, almarhum merupakan sosok kiai, guru, dan salah satu tokoh ulama di Kabupaten Tangerang, Banten.

"Beliau ini dikenal sebagai penceramah kondang suka ceramah ke mana-mana. Beliau juga menantu almarhum Abah H. Yasin, salah satu ulama besar di Cilongok, Tangerang," ungkapnya.

Sosok KH Ahmad Fudholi

Sosok KH Ahmad Fudholi dikenal sebagai salah satu penceramah yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan.

KH Ahmad Fudholi dikenal masyarakat Banten melalui aktivitas dakwah dan ceramah yang dilakukannya di berbagai kesempatan.

Sosoknya cukup dikenal di kalangan masyarakat, khususnya dalam kegiatan keagamaan yang digelar di wilayah Banten dan sekitarnya

Ia juga merupakan menantu almarhum H. Yasin, tokoh ulama yang dikenal memiliki Pondok Pesantren di kawasan Cilongok, Kabupaten Tangerang.

KH Ahmad Fudholi turut dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah. Aktivitas dakwahnya membuat sosoknya cukup dikenal oleh masyarakat dan jemaah pengajian di wilayah Tangerang, Banten.

KECELAKAAN HARI INI - Kecelakaan hari ini di Tol Tangerang-Merak, mobil berpenumpang penceramah kondang KH Ahmad Fudholi ringsek, Jumat (4/9/2026). Terkuak kondisi korban.
KECELAKAAN HARI INI - Kecelakaan hari ini di Tol Tangerang-Merak, mobil berpenumpang penceramah kondang KH Ahmad Fudholi ringsek, Jumat (4/9/2026). Terkuak kondisi korban. (Kolase Tribun Banten/Dok. Polisi/Facebook)

Bupati Tangerang Melayat

Almarhum KH Ahmad Fudholi disemayamkan di rumah duka Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah, Kampung Rempak Kulon, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

Para pelayat memadati rumah duka pada Senin (7/9/2026).

Mayoritas pelayat yang datang, berasal dari kalangan ulama dan santri yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada KH Ahmad Fudholi.

Sejumlah tokoh juga terlihat hadir di rumah duka, salah satunya Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.

Maesyal Rasyid datang mengenakan pakaian dinas harian (PDH) berwarna cokelat.

Ia juga terlihat mengenakan masker saat tiba di lokasi dan langsung memasuki area rumah duka.

Kehadiran para ulama, santri, serta sejumlah tokoh tersebut menambah padat suasana di sekitar Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah.

Sementara itu, jenazah KH Ahmad Fudholi saat ini telah disalatkan di masjid yang berada di lingkungan pesantren.

Prosesi salat jenazah dilakukan secara estafet karena jumlah jemaah yang ingin ikut menyalatkan cukup banyak.

Sebagian jemaah melaksanakan salat jenazah di dalam masjid, sementara pelayat lainnya mengikuti dari area luar masjid.

Setelah gelombang salat sebelumnya selesai, salat jenazah kembali dilanjutkan dengan gelombang berikutnya.

Saat ini, pukul 15.09 prosesi salat jenazah memasuki gelombang keempat dengan jemaah yang masih terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Informasi yang dihimpun TribunBanten.com, setelah seluruh rangkaian salat jenazah selesai, jenazah KH Ahmad Fudholi akan dimakamkan di area belakang Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah.

"Pemakamannya di belakang pesantren, bukan (pemakaman keluarga). Baru lmarhum (KH Ahmad Fudholi), yang dimakamkan di situ," ujar Ahmad, salah seorang pelayat yang ditemui di sekitar lokasi.

Disalatkan di Masjid

Jenazah KH Ahmad Fudholi, telah disalatkan di masjid yang berada di sekitar Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah, Kampung Rempak Kulon, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026).

Salat jenazah tersebut diikuti ribuan pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Pantauan di lokasi, ribuan pelayat memenuhi bagian dalam masjid hingga area di depan masjid. Jemaah tampak berdiri rapat memenuhi ruang salat. 

Sementara pelayat lainnya yang tidak kebagian tempat di dalam masjid mengikuti salat dari area depan masjid.

Salat jenazah juga dilaksanakan secara estafet lantaran banyaknya jemaah yang ingin ikut menyolatkan jenazah KH Ahmad Fudholi.

Informasi mengenai pelaksanaan salat jenazah tersebut disampaikan melalui pengeras suara masjid.

Dalam pengumuman itu, pihak keluarga menyampaikan bahwa salat jenazah akan dilakukan secara bergantian setelah jemaah sebelumnya selesai melaksanakan salat.

"Insya Allah salat jenazah akan dilaksanakan secara estafet. Jadi setelah yang sekarang nanti setelah selesai salat, silakan bergantian dengan jemaah yang masih ada di luar yang juga akan melaksanakan salat jenazah," demikian pengumuman yang disampaikan melalui pengeras suara masjid.

Dalam pengumuman tersebut juga disampaikan bahwa salat jenazah pertama dipimpin oleh guru yang disebut Abah Haji Ntoh. Setelah itu, doa dilanjutkan oleh Al-Habib Ali.

Setelah rangkaian salat jenazah selesai, jenazah KH Ahmad Fudholi akan dimakamkan di area belakang Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah.

Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Senin sore. Sebelumnya, lokasi pemakaman KH Ahmad Fudholi diketahui bukan merupakan pemakaman keluarga.

Salah seorang pelayat, Ahmad, mengatakan KH Ahmad Fudholi menjadi orang pertama yang akan dimakamkan di lokasi tersebut.

"Bukan pemakaman keluarga. Baru KH Ahmad Fudholi yang dimakamkan di situ," kata Ahmad.

Dengan para pelayat hendak melakukan salat jenazah gelombang kedua dengan imam KH Mustofa.

Sementara itu, sejumlah pelayat lainnya masih terus berdatangan ke kawasan pesantren untuk mengikuti rangkaian penghormatan terakhir kepada almarhum.

(TribunJakarta.com/TribunBanten)

Berita terkait

  • Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Tol Batang, Tabrakan Beruntun Libatkan Ambulans, 1 Orang Tewas

  • Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Batang: Ambulans Tabrak Truk, Roda Cadangan Terlepas dan Hantam Mobil Lain

  • Baca juga: Kecelakaan Maut di Denpasar: Scoopy Oleng Masuk Jalur Lawan Adu Banteng dengan Viar, Pemuda Tewas

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.