Tanggapan Bupati Bengkulu Selatan Soal Abu Vulkanik Anak Krakatau: Kita Sama Merasakan
Rita Lismini September 07, 2026 06:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah mencapai wilayah Bengkulu Selatan mulai dirasakan oleh masyarakat.

Kondisi tersebut tidak hanya terlihat dari informasi mengenai sebaran abu vulkanik, tetapi juga dari adanya debu yang mulai ditemukan di sejumlah lingkungan masyarakat.

Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajuddin mengungkapkan, keberadaan abu vulkanik tersebut bukan sekadar cerita. Ia menyebut masyarakat dapat merasakan langsung dampaknya dalam aktivitas sehari-hari.

Pantauan TribunBengkulu.com hingga Senin (7/9/2026), sebagian warga Bengkulu Selatan juga mulai menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Masker terlihat digunakan oleh sejumlah anak sekolah, guru, PNS, ASN, hingga masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah.

Meski demikian, masih terdapat sebagian masyarakat yang belum menggunakan masker, baik saat berkendara maupun ketika melakukan aktivitas lainnya seperti berbelanja dan berjualan.

Rifai mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi tersebut dan menggunakan masker sebagai langkah antisipasi, terutama ketika berada di luar ruangan.

“Kita sudah sama-sama merasakan, depan rumah banyak debu, mobil diparkir malam banyak debu. Jadi diupayakan memakai masker kalau keluar rumah, naik motor atau berjalan jauh,” ujar Rifai saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (7/9/2026).

Penggunaan Masker di Dalam Ruangan Tertutup Masih Bisa Dilakukan

Menurut Rifai, penggunaan masker lebih diutamakan ketika masyarakat melakukan aktivitas di luar ruangan yang berpotensi terpapar abu vulkanik.

Sementara itu, ketika berada di dalam ruangan tertutup, masyarakat masih diperbolehkan tidak menggunakan masker. Penggunaan masker dalam kondisi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik, bukan seperti penggunaan masker pada masa pandemi Covid-19.

“Kalau di dalam ruangan masih boleh tidak menggunakan masker,” ungkap Rifai.

Ia berharap masyarakat tetap waspada dan tidak mengabaikan keberadaan abu vulkanik yang mulai dirasakan di Bengkulu Selatan. Masyarakat juga diimbau menyesuaikan aktivitas di luar ruangan dengan kondisi lingkungan serta menggunakan masker apabila diperlukan.

Dengan kewaspadaan dan langkah antisipasi tersebut, masyarakat diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman di tengah kondisi sebaran abu vulkanik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.