Penerbangan Bengkulu belum normal akibat erupsi Anak Krakatau. GM Bandara Fatmawati menjelaskan kondisi terkini dan kapan pesawat bisa terbang lagi.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Layar informasi penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu masih menjadi perhatian penumpang, Senin (7/9/2026).
Di area terminal, sejumlah calon penumpang terlihat berdiri di depan pintu keberangkatan sembari memperhatikan informasi penerbangan.
Pada layar kedatangan, sejumlah penerbangan dari Jakarta tercantum dengan keterangan “DIBATALKAN”.
Di luar terminal, kondisi bandara terlihat lebih lengang.
Namun, aktivitas pengawasan tetap berjalan.
General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya, bersama sejumlah petugas bahkan turun ke area apron untuk melakukan pengecekan terkait potensi abu vulkanik.
Situasi tersebut menjadi gambaran hari kedua terganggunya penerbangan Bengkulu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sehari sebelumnya, Minggu (6/9/2026), sebanyak 14 penerbangan dibatalkan, termasuk ratusan jemaah umrah sempat bertahan di bandara setelah penerbangan yang seharusnya membawa mereka menuju Jakarta dibatalkan.
Sebagian jemaah menunggu bersama barang bawaan mereka, bahkan ada yang memilih duduk dan beristirahat di lantai bandara sembari menunggu perkembangan jadwal penerbangan.
Di antara mereka terdapat 48 jemaah Rasyiiqah Travel dari Lebong, Bengkulu Utara, dan Bengkulu Tengah yang seharusnya berangkat menuju Jakarta pukul 06.00 WIB.
Mereka diminta tidak kembali terlalu jauh dari Kota Bengkulu agar dapat segera menuju bandara apabila penerbangan kembali dilanjutkan.
Dan, gangguan itu berlanjut pada Senin.
Dalam wawancara eksklusif dengan TribunBengkulu.com, Trisna menjelaskan bahwa persoalan utama penerbangan Bengkulu saat ini berkaitan dengan kondisi Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, yang menjadi tujuan utama penerbangan dari dan menuju Bengkulu.
Sementara itu, hasil pemeriksaan yang dilakukan secara berkala di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu justru belum menemukan abu vulkanik.
Bandara Tetap Buka, Penerbangan Belum Normal
Trisna mengatakan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu tetap beroperasi meskipun penerbangan belum berjalan normal.
Aktivitas yang dilakukan saat ini lebih banyak berkaitan dengan pelayanan terhadap penumpang yang penerbangannya dibatalkan.
“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini Bandara Fatmawati Soekarno masih berjalan, dengan kondisi para penumpang yang dibatalkan jadwal penerbangannya sudah melakukan opsi refund atau reschedule penerbangan,” kata Trisna, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, belum dapat dipastikan berapa lama kondisi tersebut akan berlangsung.
Sebab, gangguan penerbangan dipengaruhi peristiwa alam dan perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Ya, karena ini kan peristiwa kejadian alam, ya, disebabkan oleh alam,” ujarnya.
Trisna menjelaskan, angin membawa abu vulkanik hingga berpengaruh terhadap operasional Bandara Soekarno-Hatta.
Bandara tersebut merupakan tujuan utama pesawat yang datang dan berangkat dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.
Karena itu, operasional penerbangan Bengkulu sangat bergantung pada perkembangan kondisi di Jakarta.
“Jadi kalau ditanya kapan akan bukanya, ya kita tetap memantau kondisi dari Bandara Soekarno-Hatta,” kata Trisna.
Paper Test Setiap Satu Jam, Hasilnya Negatif
Di tengah informasi mengenai abu vulkanik yang telah teridentifikasi hingga wilayah Bengkulu, pihak Bandara Fatmawati Soekarno melakukan pemeriksaan secara berkala.
Trisna mengatakan pihaknya bekerja sama dengan AirNav dan BMKG untuk memonitor kondisi Bandara Fatmawati Soekarno.
Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah paper test untuk mengetahui apakah abu vulkanik sudah mencapai area bandara.
Pemeriksaan dilakukan sekurang-kurangnya satu kali setiap jam.
“Seperti tadi yang sudah kami jelaskan ke teman-teman media bahwa kita selalu melakukan paper test terhadap pengaruh abu vulkanik, apakah sudah sampai ke bandara ini,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan tersebut, menurut Trisna, masih negatif.
“Sekurang-kurangnya per satu jam kita lakukan, ditemukan negatif terhadap abu vulkanik di Bandara Bengkulu ini,” katanya.
Dalam pantauan di lapangan, Trisna bersama sejumlah petugas terlihat melakukan pengecekan di area apron Bandara Fatmawati Soekarno.
Pemeriksaan tersebut dilakukan ketika aktivitas penerbangan reguler belum berjalan seperti biasanya.
Kapan Pesawat Bengkulu Bisa Terbang Lagi?
Nasib penerbangan Bengkulu selanjutnya bergantung pada perkembangan operasional Bandara Soekarno-Hatta.
Trisna mengatakan pihaknya akan terus memonitor kondisi bandara tersebut.
Penerbangan dapat kembali dipersiapkan setelah operasional Soekarno-Hatta dibuka dan NOTAM terkait kondisi tersebut dicabut.
“Nanti ketika dia sudah open operation, dinyatakan NOTAM dicabut, berarti kan kita sudah mempersiapkan penerbangan,” ujar Trisna.
Ia berharap kondisi segera membaik sehingga penumpang yang telah memiliki tiket dapat kembali melakukan perjalanan sesuai jadwal.
“Semoga saja, kita doakan bisa segera, ya, agar teman-teman yang sudah membeli tiket bisa terbang kembali sesuai jadwal tiket yang direncanakan,” katanya.
Namun, dibukanya kembali operasional Soekarno-Hatta belum otomatis berarti pesawat dari Bengkulu langsung dapat diterbangkan.
Setelah itu, masih diperlukan koordinasi dengan maskapai terkait waktu penerbangan.
Menurut Trisna, Soekarno-Hatta merupakan hub utama yang melayani penerbangan domestik maupun internasional sehingga terdapat pengaturan kondisi dan prioritas penerbangan.
“Ketika sudah dirilis bahwa penerbangan sudah open, tentunya akan ada koordinasi dari teman-teman penerbangan, airline, jam berapa bisa diterbangkan penerbangan dari Bengkulu ini,” jelasnya.
Penerbangan Bengkulu-Jakarta kemudian dapat kembali dilakukan setelah ada kepastian dari pengatur lalu lintas udara di Jakarta.
“Jadi ketika rilis dari ATC sana nanti mempersilakan bahwa penerbangan dari Bengkulu sudah bisa dilakukan, kita akan mulai penerbangan kembali dari Bengkulu ke Jakarta,” kata Trisna.
Sekitar 3.200 Penumpang Diperkirakan Terdampak
Gangguan selama dua hari tersebut diperkirakan berdampak terhadap ribuan penumpang.
Trisna mengatakan, berdasarkan histori penerbangan harian Bandara Fatmawati Soekarno, rata-rata terdapat sekitar 750 penumpang yang berangkat dan sekitar 800 penumpang yang datang.
Jumlah pergerakan penumpang tersebut diperkirakan berada di kisaran 1.600 orang setiap hari.
“Kalau berdasarkan histori penerbangan daily-nya di Bandara Fatmawati ini, itu ada sekitar 750-an penumpang yang berangkat dan 800-an yang datang. Dikatakanlah sekitar 1.600-an rata-rata,” katanya.
Dengan kondisi penerbangan yang terganggu selama dua hari, Trisna memperkirakan sekitar 3.200 penumpang datang dan berangkat terdampak pembatalan perjalanan.
“Jadi kalau dua hari itu mungkin ada sekitar 3.200-an penumpang datang dan berangkat yang batal melakukan perjalanannya di Bandara Fatmawati Soekarno,” ujarnya.
Bandara sendiri tetap dibuka.
Namun, pada saat penerbangan belum berjalan, pelayanan diarahkan kepada penumpang yang hendak mengurus pengembalian dana atau perubahan jadwal.
“Untuk refund dan reschedule saja kita layani,” kata Trisna.
“Jadi bandara ini tetap open, tapi untuk melayani penumpang yang akan refund atau reschedule penerbangannya ke airline yang dia gunakan.”
Vitwar Harus Menunda Urusan Kerja
Angka ribuan penumpang tersebut bukan sekadar statistik.
Di antara mereka terdapat Vitwar, salah seorang penumpang yang seharusnya berangkat ke Jakarta pada Senin.
Rencana perjalanan itu harus bergeser setelah penerbangannya dijadwalkan ulang.
“Harusnya berangkat hari ini, tapi ternyata besok,” kata Vitwar saat ditemui TribunBengkulu.com.
Perjalanan ke Jakarta tersebut berkaitan dengan urusan pekerjaan.
Perubahan jadwal membuat rencana yang telah disusunnya ikut terdampak.
“Jadwal kita hari ini jadi mundur, harus di-reschedule ulang,” ujarnya.
Saat ditanya apakah perubahan tersebut mengganggu aktivitasnya, Vitwar menjawab singkat.
“Iya.”
Masker hingga Makanan untuk Penumpang
Pihak bandara juga memberikan pelayanan kepada penumpang yang harus datang ke bandara untuk mengurus penerbangan mereka.
Trisna mengatakan InJourney Airports, sesuai arahan manajemen, memberikan masker, makanan ringan, dan minuman kepada penumpang yang melakukan refund atau reschedule.
“Ya, jadi kita InJourney Airports, sesuai dengan arahan dari manajemen direksi selama ini, memberikan sebagian masker, makanan ringan, minuman untuk para penumpang yang melakukan kegiatan refund atau reschedule penerbangannya pada hari ini,” katanya.
Pelayanan tersebut dimungkinkan tetap dilakukan selama terdapat penumpang yang penerbangannya dibatalkan dan harus berkegiatan di bandara.
“Ya, bisa jadi akan kita lakukan hal tersebut untuk membantu para penumpang yang memang batal berangkat,” ujar Trisna.
Penumpang Diminta Terus Cek Informasi
Belum adanya kepastian kapan penerbangan kembali normal membuat calon penumpang diminta tidak hanya mengandalkan jadwal awal pada tiket.
Trisna mengimbau masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan pada hari berikutnya maupun setelahnya untuk terus memperbarui informasi.
Informasi dapat diperoleh melalui WhatsApp atau email yang didaftarkan ketika membeli tiket, media sosial InJourney Airports, maupun media sosial maskapai masing-masing.
“Kalau untuk belum normalnya penerbangan di Bengkulu ini, kami selalu mengimbau agar pengguna jasa bandar udara, baik yang akan berangkat besok atau seterusnya, untuk selalu meng-update informasi, baik via nomor WhatsApp atau email yang terdaftar pada saat melakukan pembelian tiket ataupun dari media sosial,” katanya.
“Baik itu dari InJourney Airports ataupun dari media sosial airline terkait, agar bisa mengetahui update data kepastian terbang atau cancel-nya pesawat yang akan digunakan oleh teman-teman.”
Untuk sementara, nasib penerbangan Bengkulu masih menunggu perkembangan kondisi di Jakarta.
Di Bandara Fatmawati Soekarno sendiri, paper test terus dilakukan dan hasilnya masih negatif terhadap abu vulkanik.
Namun, selama Bandara Soekarno-Hatta dan jalur penerbangan belum kembali memungkinkan penerbangan berlangsung normal, penumpang Bengkulu masih harus menunggu kepastian keberangkatan.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini