Laporan Wartawan TribunGayo.com Rasidan | Gayo Lues
TRIBUNGAYO.COM, BLANGKEJEREN - Bupati Gayo Lues, Suhaidi meminta Kepala SKPK program penanaman kopi yang akan dilaksanakan pada September 2026 harus diawasi dengan ketat mulai pembagian bibit hingga proses penanaman.
Hal itu disampaikan Bupati Gayo Lues Suhaidi dalam rapat koordinasi bersama para Asisten dan Kepala SKPK di Aula Sekdakab Gayo Lues, Provinsi Aceh, Senin (7/9/2026).
Suhaidi mengatakan setiap desa minimal ada satu Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi penanggung jawab dan pengawas dalam program penanaman kopi tersebut, agar petani benar-benar menanam bibit kopi yang sudah dibagikan.
"Jangan hanya mengantarkan bibit terus pulang, tetapi harus dipastikan program itu berjalan dan bibit kopi ditanami," sebutnya.
Dikatakan, soal pencairan biaya terkait penanaman kopi itu langsung dikirim dan dicairkan ke rekening kelompok tani.
Guna disalurkan kepada setiap kepala keluarga dalam kelompok itu, setelah dipastikan bibit kopi tersebut ditanam.
"Jangan ada alasan dari petani saat mereka di lapangan terkendala hal-hal seperti jalan, kemudian alasan bibit tidak bagus dan lainnya, sehingga penanaman dan program tersebut tidak berjalan,"sebutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kadis Pertanian Ir Hakim mengatakan pembagian bibit kopi akan dibagikan kepada masyarakat akhir September 2026, alasannya kondisi cuaca sangat mempengaruhi kondisi musim tanaman.
“Melihat kondisi cuaca pada akhir bulan September kopi akan kita bagikan. Bahkan kita menunggu kondisi bibit sesuai dengan kriteria pembagian yang telah ditentukan kementerian," sebutnya. (*)
Baca juga: Pascabencana, SPBU Terangun di Gayo Lues Sudah 10 Bulan Tidak Beroperasi
Baca juga: Sembunyikan Sabu di Bawah Kaki, Petani di Desa Gele Gayo Lues Diciduk Polisi
Baca juga: Hardikda Aceh ke-67: Tiga Kepala Sekolah Dasar Berprestasi di Gayo Lues Terima Penghargaan