Bawang Merah Nganjuk Panen 25 Ton per Hektare, Petrokimia Gresik Perkuat Budidaya Varietas Tajuk
Samsul Arifin September 07, 2026 08:33 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Produktivitas bawang merah di Kabupaten Nganjuk terus mendapat perhatian seiring daerah tersebut menjadi salah satu sentra komoditas hortikultura di Jawa Timur.

Di tengah panen raya yang berlangsung di Kecamatan Gondang, hasil produksi bawang merah disebut mencapai 25 ton per hektare.

Potensi tersebut semakin diperkuat dengan keberadaan varietas lokal unggulan Tajuk (Tanaman Asli Nganjuk) yang dikenal memiliki kualitas, ukuran, dan daya simpan yang baik.

Untuk mendorong potensi tersebut, PT Petrokimia Gresik (Persero) melaksanakan program Pestani Bawang Merah Nyawiji di Desa Sumberjo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Senin (7/9/2026).

Program tersebut menjadi wadah bagi petani untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas budidaya bawang merah, sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpetani.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, mengatakan Jawa Timur memiliki peran strategis dalam pengembangan hortikultura nasional, termasuk komoditas bawang merah.

Menurutnya, bawang merah tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga dekat dengan kebutuhan masyarakat dan berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan.

Baca juga: Satpol PP Nganjuk dan Bea Cukai Kediri Gempur Rokok Ilegal, Puluhan Ribu Batang Disita

Petrokimia Gresik Dorong Budidaya dari Hulu hingga Hilir

Adityo mengatakan dukungan terhadap petani tidak cukup hanya melalui penyediaan pupuk. Pendampingan juga diperlukan agar petani mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil panen.

"Kami tidak ingin berhenti pada penyediaan pupuk, tetapi juga mendorong edukasi pemupukan berimbang, layanan uji tanah, pendampingan budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir," katanya.

Berdasarkan data, pada 2024 produksi bawang merah di Jawa Timur mencapai 476.666 ton dari luas panen sekitar 53.681 hektare.

Sementara produksi bawang merah nasional mencapai 2.085.721 ton dengan luas panen 188.561 hektare.

Data tersebut menunjukkan posisi penting Jawa Timur dalam menopang produksi bawang merah nasional.

Di dalam ekosistem tersebut, Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu sentra utama bawang merah di Jawa Timur.

Varietas Tajuk Jadi Keunggulan Bawang Merah Nganjuk

Potensi bawang merah Nganjuk semakin kuat dengan keberadaan varietas lokal unggulan Tajuk (Tanaman Asli Nganjuk).

Varietas tersebut dikenal memiliki kualitas unggul, warna menarik, ukuran seragam, dan daya simpan yang baik.

"Varietas Tajuk menempati posisi nomor satu nasional sebagai benih bawang merah dan nomor dua nasional dari sisi produksi," sebutnya.

Adityo menjelaskan, Pestani Bawang Merah Nyawiji tidak sekadar menjadi ajang kompetisi bagi petani. Program tersebut dirancang sebagai ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, sekaligus menunjukkan praktik budidaya yang dilakukan petani.

"Hari ini, semangat tersebut kita bawa melalui Pestani Bawang Merah Nyawiji di Kabupaten Nganjuk dengan mengangkat varietas lokal unggulan, yakni Tajuk," jelasnya.

Enam Kecamatan Ikut Kompetisi

Program Pestani Bawang Merah Nyawiji melibatkan petani dari enam kecamatan, yakni Wilangan, Bagor, Nganjuk, Rejoso, Sukomoro, dan Gondang.

Penilaian kompetisi mencakup sejumlah parameter. Keseragaman umbi memiliki bobot 35 persen, berat 50 persen, sedangkan dokumentasi 15 persen.

Parameter tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong petani agar memperhatikan kualitas hasil secara lebih terukur, bukan hanya mengejar kuantitas produksi.

"Untuk memajukan pertanian, kita harus menyatukan langkah antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Pestani Bawang Merah Nyawiji kami harapkan bisa menjadi gerakan bersama untuk memperkuat bawang merah Nganjuk," urainya.

Panen Raya Bawang Merah Capai 25 Ton per Hektare

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kang Marhaen menyatakan saat ini tengah berlangsung panen raya bawang merah di kawasan Kecamatan Gondang.

Hasil panen bawang merah di wilayah tersebut dinilai cukup memuaskan, dengan ukuran umbi yang disebut relatif besar.

"Ukurannya (bawang merah) besar-besar. Panen kali mencapai 25 ton per hektarenya. Untuk total luasan lahan bawang merah di Kabupaten Nganjuk tercatat sekira 22.000 hektare," paparnya.

Produktivitas tersebut menjadi gambaran besarnya potensi komoditas bawang merah bagi sektor pertanian sekaligus perekonomian masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Petani Apresiasi Pendampingan

Seorang petani asal Kecamatan Gondang, Suheri, mengapresiasi Petrokimia Gresik yang telah memberikan pendampingan bagi petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk.

Ia berharap peningkatan produktivitas yang dihasilkan dari program tersebut dapat turut mendorong peningkatan pendapatan petani.

"Di kegiatan ini kami mendapatkan informasi terkait pupuk-pupuk nonsubsidi yang terbukti mendorong peningkatan produktivitas bawang merah. Tanaman hasilnya berkualitas," tutupnya.

Melalui Pestani Bawang Merah Nyawiji, penguatan sektor bawang merah Nganjuk tidak hanya diarahkan pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga kualitas, kemampuan petani, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan di sektor pertanian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.