Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Nadia Ulfa (26) melahirkan bayi kembar empat di RSU Citra Husada Sigli, Pidie, Minggu (30/8/2026).
Wanita muda istri dari Boihaqi (31) berprofesi sebagai petani tercatat sebagai warga Gampong Tunong, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, yang merupakan kehamilan ketiga.
Namun, dari empat bayi kembar tersebut, yang satunya meninggal dunia.
Kasubag Pelayanan Medis di RSU Citra Husada Sigli, dr Efi Nazaita Agustina, didampingi Bidan Miranda, kepada Serambinews.com, Senin (7/9/2026) mengatakan, Nadia Ulfa bekerja sebagai ibu rumah tangga, sebagai pasien dari dr Fitriana SpOG bertugas di RSUD Tgk Abdullah Syafi'i Beureunuen.
Karena, Nadia melakukan kontrol kehamilan di klinik dr Fitriana di Beureunuen dan di RSUD Tgk Abdullah Syafi'i Beureunuen.
Kata Dokter Efi, tanggal 28 Agustus 2026, Nadia Ulfa dibawa keluarganya ke RSU Citra Husada untuk memeriksa kehamilannya.
Sebab, Nadia sering diserang rasa mual-mual. Saat itu, usia kehamilan Nadia Ulfa telah berjalan 35 minggu.
Istri dari Boihaqi yang beraktivitas sebagai petani akhirnya menjalani perawatan di rumah sakit swasta tersebut.
"Hasil diagnosa rumah sakit, Nadia Ulfa mengandung bayi kembar. Proses persalinan pun dilakukan secara prematur, karena usia kehamilan 35 minggu. Sementara kehamilan normal 37 minggu," kata Efi didampingi Miranda seorang bidan bertugas di RSU Citra Husada.
Baca juga: Isteri Petani di Pidie Lahir Bayi Kembar Empat, 1 Meninggal, Begini Proses Persalinan di Rumah Sakit
Ia menjelaskan, pada tanggal 30 Agustus 2026 sekitar pukul 17.30 WIB, dr Fitriana SpOG bersama dokter lainnya, melakukan operasi caesar terhadap Nadia yang mengandung bayi kembar di RSU Citra Husada.
Operasi caesar awalnya lahir bayi pertama seberat 1.400 gram.
Lalu, dua menit kemudian lahir bayi kedua seberat 1.600 gram, dua menit selanjutnya lahir bayi seberat 1.500 gram dan dua menit lahir bayi seberat 1.600 gram.
"Keempat bayi kembar yang lahir prematur itu, semuanya berkelamin perempuan. Bayi yang lahir kedua telah meninggal di dalam kandungan," jelasnya.
Dikatakan, proses kelahiran bayi kembar empat yang dilakukan melalui operasi caesar berjalan secara baik.
Ketiga bayi tersebut sempat diinapkan di inkubator RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.
Kita menitipkan ketiga bayi itu di inkubator RSUD Tgk Chik Di Tiro, mengingat inkubator di RSU Citra Husada telah penuh.
Saat ini, ketiga bayi kembar itu telah dibawa pulang ke rumah," kata Dokter Efi.
Ia menambahkan, Nadia Ulfa melahirkan bayi kembar empat yang merupakan hamil ketiga.
Hamil pertama anaknya kini telah berusia lima tahun dan hamil kedua buah hatinya saat ini telah berumur dua tahun.
Faktor Nadia melahirkan bayi kembar empat, lantaran mengikuti garis dari neneknya juga melahirkan bayi kembar dua.
"Untuk ASI peras (ASIP) dan boleh juga memberikan Pendamping ASI (PASI) berupa susu formula," pungkasnya.
Di sisi lain, Kasubag Pelayanan Medis di RSU Citra Husada Sigli, dr Efi Nazaita Agustina, menyebutkan, kasus ibu hamil melahirkan bayi kembar empat merupakan kejadian langka.
"Kita sering menangani ibu hamil melahirkan kembar dua. RSU Citra Husada telah berusia 13 tahun, jadi baru ini kami menangani bayi kembar empat," jelasnya.
Ia menambahkan, ibu hamil harus rutin mengontrol kehamilan ke rumah sakit.
Sebab, kontrol rutin dilakukan ibu hamil, guna memantau kesehatan ibu dan janin. Juga untuk mendeteksi dini adanya komplikasi. (*)