TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Tim Sebelas (Tim 11) Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (TEP-Unair) memperkenalkan budidaya tanaman hidroponik kepada warga trans lokal di Kampung Aurmios, Distrik Wasirawi, Kabupaten Manokwari.
Kampung Aurmios ditetapkan sebagai salah satu kampung pilot project dalam pengembangan hidroponik di kawasan transmigrasi Warmare-Prafi-Masni (Warpramasi).
Ketua Tim 11 TEP-Unair, Dr. Corie Indria Prasasti, menjelaskan keunggulan sistem hidroponik yang lebih efisien dalam penggunaan air dibandingkan metode pertanian konvensional.
“Air dalam sistem hidroponik bersirkulasi dan dapat digunakan kembali. Sistem ini tidak memerlukan lahan luas dan cocok diterapkan pada tanah berkualitas rendah,” ujarnya saat penyuluhan.
Baca juga: Manokwari Sambut Kedatangan Ratusan Peserta Ekspedisi Patriot 2026 UNAIR
Menurut Corie, tanaman hidroponik tumbuh lebih cepat dan menghasilkan panen lebih tinggi karena penyerapan nutrisi lebih optimal.
Penggunaan media tanam non-tanah juga mencegah penyakit yang biasanya berasal dari patogen tanah.
“Dengan jejak karbon rendah dan minim limbah, hidroponik menjadi teknologi pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam pelatihan, warga dikenalkan pada beberapa teknik instalasi seperti Deep Flow Technique (DFT), sistem wick (sumbu), dan rakit apung.
Baca juga: Ekspedisi Patriot Gelar Lokakarya Kader Kesehatan di Kawasan Transmigrasi Prafi Manokwari
Tahapan meliputi penyemaian benih, pemindahan bibit ke sistem hidroponik, hingga pemeliharaan dengan pengecekan pH, Total Dissolved Solid (TDS), pencahayaan, serta pemberian nutrisi terjadwal.
“Proses panen umumnya lebih cepat dibandingkan metode konvensional, tergantung jenis tanaman. Pelatihan ini menjadi transformasi dari berkebun tradisional ke hidroponik yang fleksibel dan bisa diterapkan pada berbagai tanaman,” jelas Corie.
Kepala Kampung Aurmios, Pilemon Mosyoi, menyampaikan apresiasi atas dukungan TEP-Unair.
Baca juga: Pemprov Papua Barat Bangun Lahan Hidroponik 79 Hektar di Susweni: Kolaborasi Pemerintah dan Unipa
“Saya bersyukur Aurmios mendapat kesempatan pelatihan ini. Kami bersama warga siap mengembangkan lebih lanjut,” katanya.
Pilemon menilai hidroponik sebagai solusi praktis karena tidak membutuhkan lahan luas dan hasil panen tepat waktu.
“Ini penting untuk menopang ekonomi keluarga. Jika keluarga sehat, kampung juga bisa maju,” pungkasnya.