Laporan Wartawan Bangkapos, Andini Dwi Hasanah
WARTAKOTALIVE.COM, PANGKALPINANG - Aktivitas di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung, mendadak jauh lebih sepi pada Senin (7/9/2026).
Sejumlah area yang biasanya ramai oleh calon penumpang terlihat lengang. Antrean di meja check-in nyaris tidak terlihat, begitu pula di area pemeriksaan keamanan dan ruang tunggu keberangkatan.
Petugas bandara masih menjalankan aktivitas seperti biasa.
Namun, jumlah penumpang yang datang jauh berkurang dibandingkan kondisi normal.
Situasi tersebut terjadi setelah sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta terdampak akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta (CGK) menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau.
General Manager Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhamad Haekal, mengatakan kondisi pada Senin berbeda dibandingkan sehari sebelumnya.
Pada Minggu (6/9/2026), calon penumpang masih banyak mendatangi bandara karena pembatalan penerbangan baru terjadi dan sebagian penumpang belum mengetahui perkembangan jadwal perjalanan mereka.
Sementara pada Senin, informasi mengenai gangguan penerbangan sudah lebih dahulu disampaikan maskapai kepada calon penumpang.
"Jika dibandingkan hari sebelumnya di hari Minggu yang memang baru pertama kali cancel, tentunya crowded-nya lebih banyak di hari Minggu. Untuk hari ini memang informasinya sudah lebih awal," ujar Haekal, Senin.
Ia mengapresiasi langkah sejumlah maskapai, termasuk Garuda Indonesia dan Citilink, yang telah memberikan informasi kepada penumpang sejak Minggu terkait gangguan operasional penerbangan.
Dengan adanya informasi lebih awal, calon penumpang dapat mengantisipasi perubahan perjalanan dan tidak perlu datang ke bandara untuk menunggu kepastian.
"Teman-teman maskapai saya apresiasi, mereka sudah mengoordinasikan, mengomunikasikan lebih awal kepada para calon penumpang," katanya.
14 Penerbangan Terdampak
Haekal menjelaskan, selama Minggu dan Senin terdapat 14 penerbangan yang terdampak akibat penutupan Bandara Soekarno-Hatta.
Rinciannya, tujuh penerbangan merupakan kedatangan dan tujuh lainnya penerbangan keberangkatan. Seluruh penerbangan tersebut berkaitan dengan rute Pangkalpinang-Soekarno-Hatta maupun sebaliknya.
"Untuk flight-nya yang terdampak di angka 14 flight. Di kemarin dan hari ini. 14 itu tujuh flight datang dan tujuh flight keluar ke Soekarno-Hatta semuanya," ujar Haekal.
Pada Senin, penutupan Bandara Soekarno-Hatta yang awalnya dijadwalkan hingga pukul 09.00 WIB kembali diperpanjang sampai pukul 18.00 WIB.
Perpanjangan tersebut membuat penerbangan dari Pangkalpinang menuju Jakarta dan sebaliknya belum dapat beroperasi seperti biasa.
"Informasinya tadi di awal pagi sebenarnya off-nya Soekarno-Hatta sampai jam 09.00 pagi. Ternyata jam 09.00 pagi diperpanjang sampai jam 18.00," katanya.
Meski demikian, tidak seluruh penerbangan di Bandara Depati Amir terhenti. Pada Senin pagi masih terdapat penerbangan yang beroperasi, salah satunya Super Air Jet IU302 dari Palembang yang tiba sekitar pukul 07.05 WIB sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanjungpandan.
Setelah itu, aktivitas di terminal kembali menurun.
Tidak Terdampak Abu Vulkanik
Kondisi lengang di Bandara Depati Amir bukan karena bandara tersebut terkena langsung sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir bahkan melakukan paper test pada Senin pagi untuk memastikan ada atau tidaknya abu vulkanik di sekitar kawasan bandara.
Pengamatan yang dilakukan pukul 07.30 hingga 08.00 WIB tersebut menunjukkan tidak ditemukan abu vulkanik di kawasan Bandara Depati Amir.
Dengan demikian, gangguan penerbangan di Pangkalpinang lebih disebabkan oleh dampak operasional di Bandara Soekarno-Hatta.
Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan penerbangan dapat berdampak luas meski suatu bandara tidak berada di wilayah yang terkena langsung abu vulkanik.
Ketika bandara tujuan atau jalur penerbangan mengalami gangguan, bandara lain yang terhubung dalam jaringan penerbangan juga ikut terdampak.
Haekal mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai dan pihak terkait untuk memastikan informasi kepada penumpang dapat disampaikan sedini mungkin.
Ia juga mengingatkan calon penumpang untuk tidak hanya berpatokan pada jadwal penerbangan yang tercantum sebelumnya.
Menurutnya, kondisi erupsi gunung merupakan faktor alam yang berada di luar kendali maskapai maupun pengelola bandara.
Namun, ketika penerbangan terganggu, maskapai diharapkan segera memberikan pilihan kepada penumpang, baik berupa pembatalan, penjadwalan ulang maupun refund sesuai kebijakan yang berlaku.
"Kami juga koordinasi ke maskapai agar mengomunikasikan lebih awal kepada para penumpang untuk menyatakan cancel atau langkah lain, reschedule atau refund, mungkin bisa lebih cepat lagi," ujarnya.
Untuk penerbangan pada Selasa (8/9/2026), pihak Bandara Depati Amir masih menunggu perkembangan terbaru, terutama kondisi operasional di Bandara Soekarno-Hatta.
"Untuk besok kita masih menunggu informasi dari pihak terkait, terutama dalam hal ini dari tujuan kita di Bandara Soekarno-Hatta," kata Haekal.