Heboh Selebgram asal Inggris Tewas di Thailand seusai Operasi Pembesaran Organ Vital
Tiara Shelavie September 07, 2026 08:37 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kematian seorang pengusaha sekaligus selebgram asal Inggris-Nigeria bernama Igho "Tiny" Ubiribo mendadak menjadi sorotan publik internasional setelah hasil investigasi koroner dirilis.

Pria berusia 43 tahun tersebut dilaporkan meninggal dunia pada dini hari tanggal 6 Maret 2026 lalu. 

Berdasarkan laporan persidangan koroner di London yang dirilis Sabtu (5/9/2026), kematian tragis ini dihubungkan secara langsung dengan prosedur suntik pembesaran alat kelamin yang ia jalani saat berada di Thailand. 

Sebelum insiden tersebut terjadi, korban diketahui menjalani prosedur penyuntikan filler menggunakan sekitar 40 mililiter asam hialuronat dan lidokain di sebuah klinik anonim di Bangkok pada tanggal 5 Maret 2026 untuk tujuan meningkatkan ukuran organ intimnya.

Operasi Berubah Menjadi Petaka

Baca juga: Kapal Induk AS Berlabuh di Thailand, 5.000 Awaknya Dilarang Kunjungi Lokasi Prostitusi di Pattaya

Peristiwa nahas ini bermula ketika Igho dan istrinya, seorang perancang busana sekaligus tokoh sosialita bernama Danielle Simba Allen, menginap di sebuah hotel di Bangkok.

Usai menjalani prosedur medis tersebut, pasangan suami istri ini memutuskan untuk pergi menikmati layanan pijat relaksasi.

Di tengah sesi pijat, korban tiba-tiba mengeluhkan nyeri pada bagian dada dan sempat kehilangan kesadaran sebanyak dua kali.

Melihat kondisi suaminya yang memburuk, sang istri segera memanggil ambulans untuk membawanya ke Rumah Sakit Sukhumvit.

Setibanya di instalasi gawat darurat, korban sempat dalam kondisi sadar dan mampu menjawab pertanyaan dari petugas medis.

Sang istri kemudian secara terbuka menginformasikan kepada para dokter mengenai prosedur suntik filler yang baru saja dijalani suaminya.

Namun, sebelum tindakan pemindaian tomografi komputer atau CT scan dapat dilakukan, korban kembali kehilangan kesadaran secara mendadak.

Tim dokter mendiagnosis bahwa ia mengalami emboli paru, sebuah kondisi darurat medis ketika pembuluh darah di paru-paru tersumbat.

Korban segera dipindahkan ke ruang perawatan intensif dan mendapatkan upaya resusitasi jantung paru atau CPR selama lebih dari 100 menit, namun nyawanya tetap tidak tertolong.

Temuan Koroner Medis di London

Pemeriksaan lanjutan pascakematian yang dilakukan di Inggris memperkuat temuan medis sebelumnya.

Ahli patologi mengidentifikasi adanya material di dalam paru-paru korban yang memiliki kecocokan persis dengan zat asam hialuronat yang digunakan dalam prosedur suntikan di Thailand.

Temuan dari ahli patologi tersebut dinyatakan sejalan dan konsisten dengan hasil autopsi yang sebelumnya telah dilakukan di Thailand.

Dalam persidangan koroner di Pengadilan Koroner Inner West London tertanggal Sabtu lalu (5/9/2026), terungkap rekam jejak medis korban melalui keterangan dokter pribadinya di London. 

Disebutkan bahwa korban sebelumnya pernah menjalani operasi sendi serta memiliki riwayat kesehatan berupa pradiabetes dan asam urat, meskipun tidak memiliki kondisi medis serius lainnya.

Asisten koroner bernama Jean Harkin pada akhirnya menyimpulkan secara resmi bahwa prosedur kosmetik pembesaran alat kelamin itulah yang menjadi penyebab utama terjadinya emboli paru fatal yang merenggut nyawa korban.

Baca juga: Kapal Induk USS Abraham Lincoln Singgah Liburan di Thailand usai 280 Hari Nonstop Tugas Lawan Iran

Profil Singkat Igho Ubiribo

Semasa hidupnya, korban dikenal luas sebagai seorang figur publik internet yang kerap memamerkan gaya hidup mewah di akun media sosial miliknya dengan pengikut mencapai sekitar 185 ribu akun Instagram.

Ia diketahui memiliki beberapa properti bernilai fantastis di berbagai belahan dunia, termasuk sebuah rumah mewah di kawasan Crenshaw, Los Angeles, Amerika Serikat, seharga 1,1 juta dolar atau setara Rp 19,48 miliar, serta sebuah apartemen di London senilai 600 ribu dolar atau setara dengan Rp 10,62 miliar.

Kehidupan pribadinya juga sempat menarik perhatian ketika ia menikah dengan Danielle pada tahun 2022 di Zimbabwe.

Setelah kematiannya yang mengejutkan, jenazah korban dimakamkan di London dalam balutan sebuah peti mati berwarna emas yang harganya ditaksir melampaui 745 ribu dolar atau setara dengan sekitar Rp 13,19 miliar.

(Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.