TRIBUNNEWS.COM - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli, menanggapi buku berjudul "Islam ala Prabowo" dengan anak judul "Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam".
Sebagai informasi, buku "Islam Ala Prabowo" diluncurkan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, pada 26 Agustus 2025 bertepatan dengan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Indonesia.
Menurut keterangan resmi BAZNAS, buku tersebut diinisiasi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar.
Buku yang terdiri atas 368 halaman ini diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House dengan tanggal terbit 14 Jul 2025, dikutip dari situs gramedia.com.
Adapun isi buku tersebut menghimpun pembahasan dan pandangan dari sejumlah tokoh mengenai sosok Prabowo dari perspektif keagamaan, sosial, politik, kepemimpinan, hingga hubungan internasional.
Akan tetapi, buku "Islam Ala Prabowo" menuai polemik, di mana tiga nama tokoh agama dicatut sebagai kontributor, sampai memberikan klarifikasi secara terbuka dan membantah.
Ketiga tokoh agama yang dicatut namanya itu adalah:
Polemik pencatutan nama tiga tokoh agama Islam dalam buku "Islam Ala Prabowo" ini pun dinilai Gun Romli, sapaan akrab Mohamad Guntur Romli, tidak sekadar kesalahan redaksi, melainkan kejahatan intelektual.
Baca juga: Qodari: Protes Kunjungan Prabowo ke Rusia Wajar, Urusan Dalam Negeri Sudah Ditangani
Hal ini disampaikan Guntur Romli dalam sebuah unggahan video di akun media sosial Instagramnya, @gunromli, Senin (7/9/2026).
Tribunnews.com sudah mendapat izin untuk mengutip unggahan tersebut.
Mulanya, politisi yang juga dikenal sebagai aktivis Nahdlatul Ulama (NU) kelahiran Situbondo, Jawa Timur 17 Maret 1978 itu menyebut, judul buku "Islam Ala Prabowo" saja sudah memancing banyak pertanyaan, sebab Prabowo bukanlah tokoh yang menonjol terkait corak keislamannya.
Sehingga, judul tersebut, menurut Gun Romli, terkesan dipaksakan.
Akan tetapi, lanjut dia, yang lebih janggal adalah polemik pencatutan tiga nama tokoh agama dalam buku "Islam Ala Prabowo."
Apalagi, ketiga tokoh tersebut sudah memberikan klarifikasi dan membantah dilibatkan sebagai kontributor dalam buku tersebut.
"Yang jauh lebih janggal dan sama sekali tak bisa diterima adalah pengakuan tiga tokoh yang namanya dicatut sebagai penulis," tutur Gun Romli.
"Gus Kautsar Ploso, Tuan Guru Bajang atau KH Zainul Majdi, dan Profesor Dr. KH Said Aqil Siroj."
"Ketiganya menegaskan tidak pernah dilibatkan dan diminta tulisan dalam buku tersebut. Ini bukan sekedar kesalahan redaksional, melainkan pencatutan nama yang pantas disebut kejahatan intelektual."
Menurut Gun Romli, pencatutan tiga nama tokoh tersebut tidak hanya menambah keganjilan dalam buku "Islam Ala Prabowo", tetapi juga mengindikasikan bahwa buku itu juga kontroversial.
"Pencatutan nama tiga ulama Gus Kautsar, TGB, dan KH Said membuat buku itu tidak hanya terkesan aneh dan ganjil, tapi juga kontroversial dan kontraproduktif," tegasnya.
Tiga tokoh agama telah buka suara memberikan klarifikasi dan bantahan atas pencatutan nama mereka sebagai kontributor penulis di dalam buku "Islam Ala Prabowo."
Dalam bagian daftar isi pada buku tersebut, tercantum sederetan nama yang menjadi kontributor dengan tema tersendiri, termasuk Tuan Guru Bajang (TGB) KH Muhammad Zainul Majdi, KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar alias Gus Kautsar, dan KH Said Aqil Siroj, dikutip dari TribunWow.
BAGIAN II - SPIRITUALITAS PRABOWO SUBIANTO
BAGIAN III - PERJUANGAN UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT
Akan tetapi, setelah buku tersebut beredar dan ramai diperbincangkan di media sosial, ketiga tokoh tersebut memberikan klarifikasi.
Bantahan serupa juga datang dari pihak keluarga KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar.
Sang istri, Ning Jazilah Annahdliyah, menegaskan bahwa suaminya tidak pernah menulis maupun memberikan izin apa pun terkait pencatuman namanya, serta mempertanyakan mengapa hal tersebut bisa terjadi tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
Sementara itu, melalui sekretaris pribadinya, KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menulis, menyusun, maupun memberikan karya tulisan untuk buku "Islam Ala Prabowo."
Ia juga meminta pihak terkait untuk menghapus atau melakukan take down terhadap pencantuman namanya.
(Tribunnews.com/Rizki A.)