TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung- Para hari kedua gelaran Lampung Financial Festival (LFF 2026), antusiasme pengunjung yang mayoritas anak-anak muda masih tinggi.
Antusiasme pengunjung terlihat saat Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank Doddy Zulverdi, menjelaskan mengenai pentingnya penjaminan simpanan bagi stabilitas perbankan.
"Kita punya pengalaman buruk terkait kondisi kegagalan fungsi bank yang terjadi pada 1997 silam," kata Doddy di Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026).
"Pengalaman berharga itu menjadi alasan adanya LPS dengan program penjaminannya untuk menjaga nasabah perbankan di Indonesia," papar Doddy.
Selanjutnya, dia menjelaskan mengenai pentingnya stabilitas perbankan bagi perekonomian sebuah negara.
Menurutnya ada tiga peran penting perbankan untuk menjaga perekonomian.
Yang pertama, perbankan adalah tempat menyimpan kekayaan publik.
Kedua, perbankan adalah sumber pembiayaan terbesar bagi suatu negara dan yang ketiga, perbankan sebagai fasilitator pembiayaan
"Semisal ada salah satu dari tiga fungsi tersebut tidak berjalan karena bank tidak bisa menyalurkan pembiayaan akibat ketiadaan dana, lalu banyak pihak tidak mendapatkan kredit atau pembiayaan, maka ekonomi juga akan kolaps," tambahnya.
Adapun, untuk Indonesia sendiri, fondasi ketahanan perbankan dan sektor keuangan yang kokoh, telah membangun kepercayaan masyarakat yang tervalidasi lewat intermediasi perbankan yang terus ekspansif.
Berdasarkan data terkini, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit konsisten tumbuh double digit sejak triwulan II-2026.
Kepercayaan ini juga didukung dari sisi kebijakan penjaminan yang juga kuat.
Saat ini, penjaminan simpanan oleh LPS mencakup 99,94 persen rekening bank umum dan 99,97 % rekening BPR/S.
Pada sesi berikutnya di hari kedua LFF 2026, hal yang tak kalah menarik hadir dari Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu yang memberikan pesan Inspiratif bagi anak-anak muda, melalui alunan flute.
Dia menyadur theme song film Jumbo yang sempat menjadi film terbanyak ditonton pada beberapa waktu lalu.
Anggito Abimanyu menuturkan, pesan moral dari lagu dan film tersebut sangat dalam.
"Tadi yang bahasa isyarat ketika saya bermain flute itu anak bernama Sani, siswi dari Sekolah Luar Biasa Fatmawati Jakarta, dia punya prestasi," kata Anggito.
"Dia ini adalah binaan LPS jadi LPS bantu memberikan beasiswa bantuan karena prestasi dan kemauannya yang tinggi," ujarnya.
Kepada anak-anak muda yang hadir, Anggito berpesan para anak-anak muda harus terbang tinggi dan carilah sebanyak mungkin pengalaman yang bisa diraih.
Kedua, harus bisa belajar dari yang diajarkan, karena jatuh pasti luka tapi harus bangkit. Dan Ketiga, kerja keras akan membawa hasil.
Setelahnya, para pengunjung LFF 2026 kompak berseru lagi, lagi, lagi.
Menyambut seruan tersebut, Ketua Dewan Komisioner Anggito Abimanyu kembali memainkan flute nya dan membawakan lagu Burung Camar yang dinyanyikan oleh Vina Panduwinata dan Laskar Pelangi yang dipopulerkan oleh Nidji.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menyatakan bahwa, tidak tertutup kemungkinan kalau event sejenis LFF ini akan berlanjut dan diperluas penyelenggaraannya di seluruh wilayah Indonesia.
"Ya memang nanti setiap tahun kita akan adakan. Soal tempat nanti kami harus evaluasi dulu, karena dasarnya adalah yang paling penting kita untuk meningkatkan literasi," kata Farid.
"Nanti kita cek dari daerah mana yang mungkin masih perlu kita upgrading, kita tingkatkan, itu yang akan kita lakukan. Dan apakah sama dengan seperti ini? Bisa iya, bisa juga nanti kita pakai metode yang lain," tandasnya. (*)
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)