Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Penumpang yang terkena pembatalan penerbangan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) bisa memilih refund (pengembalian dana) atau reschedule (mengubah jadwal).
Baca juga: Bandara Radin Inten II Berikan Layanan Khusus bagi Penumpang Terdampak Erupsi
Pembatalan penerbangan Bandara Radin Inten II Lampung Selatan ini dilakukan sejak Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026).
General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti mengatakan, jumlah akumulasi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan selama dua hari itu sebanyak 5.222 orang.
"Khusus hari ini, Senin (7/9/2026), sebanyak 29 penerbangan dibatalkan hingga pukul 12.00 WIB dengan total 2.810 penumpang terdampak. Untuk hari Minggu kemarin, ada sebanyak 3.412 orang," kata Kiki saat diwawancarai Tribunlampung.co.id.
Ditambahkan Kiki, Bandara Radin Inten II pada Senin (7/9/2026) ditutup untuk seluruh operasional penerbangan mulai pukul 00.01 hingga 18.00 WIB.
Penutupan bandara membuat maskapai harus membatalkan sejumlah penerbangan. Penumpang yang terdampak kemudian diberikan pilihan sesuai aturan yang berlaku.
Kiki mengatakan, kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) masuk kategori force majeure, yakni kejadian di luar kendali seperti bencana alam.
"Karena ini sifatnya force majeure atau bencana alam, refund akan dikembalikan 100 persen," ujarnya.
Selain pengembalian dana tiket, penumpang juga dapat memilih perubahan jadwal penerbangan atau reschedule. "Kalau reschedule (penjadwalan ulang), mereka punya pilihan tanpa biaya sampai dengan 30 hari ke depan," jelasnya.
Namun, Kiki mengatakan pelaksanaan perubahan jadwal tersebut tetap mengikuti kebijakan masing-masing maskapai.
Untuk diketahui, penutupan bandara dilakukan demi memastikan keselamatan penerbangan karena abu vulkanik GAK masih terdeteksi di sekitar bandara.
Pihak bandara bersama BMKG terus melakukan pemeriksaan abu vulkanik setiap satu jam untuk menentukan kondisi penerbangan. Kiki berharap, kondisi segera normal sehingga operasional penerbangan dapat kembali berjalan.
(Tribunlampung.co.id/Huri Agusto)