TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengakui angka kemiskinan di wilayahnya masih tergolong tinggi meski telah mengalami penurunan. Pemkab Klaten kini menargetkan angka kemiskinan dapat ditekan sekitar satu persen setiap tahun melalui intervensi lintas sektor.
Pernyataan tersebut disampaikan Hamenang saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah dalam rangka Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Graha Wisata Niaga, Kota Surakarta, Jumat (4/9/2026).
Hamenang mengatakan, berdasarkan data tingkat provinsi, angka kemiskinan Kabupaten Klaten masih berada di kisaran 11 persen. Namun, selama setahun terakhir pemerintah daerah bersama berbagai pihak telah melakukan sejumlah intervensi.
“Data dari tingkat provinsi, angka kemiskinan Kabupaten Klaten termasuk tinggi, sekitar 11 persen. Tetapi kami terus berjuang dari angka yang cukup tinggi. Selama setahun kami melakukan intervensi bersama-sama, atas arahan Bapak Gubernur, Alhamdulillah mulai turun 1,04 persen sehingga tahun kemarin bisa menjadi 11 persen,” ujarnya.
Hamenang menyebut penurunan tersebut belum membuat pekerjaan rumah Klaten selesai. Sebab, persentase penduduk miskin di Klaten sebelumnya mencapai 16,71 persen pada 2012.
Menurutnya, posisi awal yang tinggi membuat pemerintah daerah harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan dibandingkan daerah lain.
“Meskipun sudah turunnya banyak, tetapi karena starting point-nya tinggi, kami harus mengejar ketertinggalan,” katanya.
Baca juga: Melihat Potensi Desa Joho Terkendala Akses, Bupati Hamenang Siapkan Langkah Ini
Selain kemiskinan secara umum, Pemkab Klaten juga menaruh perhatian pada kemiskinan ekstrem. Pada 2025, angka kemiskinan ekstrem Klaten tercatat 0,25 persen. Intervensi selanjutnya diarahkan terutama kepada kelompok desil 1 dan 2, dengan konsentrasi terbesar antara lain di Kecamatan Trucuk dan Bayat.
Untuk mempercepat penurunan tersebut, Pemkab Klaten menerapkan tiga strategi, yakni pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan.
Hamenang menegaskan strategi tersebut membutuhkan kerja bersama lintas organisasi perangkat daerah dan sektor lainnya.
“Seperti yang selalu disampaikan Bapak Gubernur, tidak ada yang bisa hebat sendirian. Harus ada yang namanya super tim. Maka super tim seperti ini yang kemudian kami bangun di Kabupaten Klaten,” tuturnya.
Intervensi dilakukan melalui sejumlah sektor, mulai dari pertanian, pariwisata, UMKM, ketenagakerjaan, kesehatan hingga pendidikan. Di bidang pertanian, misalnya, pemerintah memberikan sarana produksi pertanian, pelatihan pupuk organik, bantuan bibit, dan pembinaan kelompok tani.
Sementara di sektor UMKM, Pemkab Klaten menjalankan program Bela Beli Produk UMKM dan business matching. Akses pasar juga diperluas melalui kerja sama dengan Nanjing, China, serta penjajakan kerja sama dengan Bintan.
Di tengah forum yang dihadiri jajaran pemerintah dan peserta dari berbagai unsur tersebut, Hamenang memaparkan strategi Klaten dalam menekan kemiskinan sekaligus menegaskan bahwa penurunan angka kemiskinan masih menjadi pekerjaan besar pemerintah daerah. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)