TRIBUNSUMSEL.COM -- Erupsi gunung berapi tidak hanya menghadirkan ancaman langsung berupa lahar atau awan panas, tetapi juga sebaran Abu Vulkanik yang dapat membentang hingga ratusan kilometer.
Berbeda dari debu rumah tangga biasa, abu vulkanik terdiri dari pecahan batuan tajam, kristal silika mikroskopis, dan gas asam.
Ukurannya yang sangat kecil membuat material ini mudah melayang di udara dan berisiko masuk ke organ pernapasan saat terhirup.
Jika terhirup dalam jangka waktu tertentu, dampaknya tidak hanya berhenti pada gangguan ringan, tetapi juga berpotensi memicu komplikasi paru-paru yang lebih berat.
Berikut ini daftar penyakit yang perlu diwaspadai akibat terhirup Abu Vulkanik, lengkap dengan cara mencegahnya
Melansir dari laman Halodoc, berikut adalah sejumlah gangguan kesehatan yang kerap muncul akibat paparan material erupsi vulkanik.
Merupakan penyakit paling umum yang menyerang warga di daerah terdampak.
Peradangan pada saluran utama yang menuju ke paru-paru (bronkus).
Penyakit ini dipicu oleh penumpukan material silika yang mengiritasi jaringan halus di dalam paru-paru.
Bagi penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) atau asma, menghirup abu dapat memicu serangan mendadak yang memperburuk kondisi pernapasan secara signifikan.
Selain organ dalam, portal kesehatan Halodoc mencatat bahwa abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi mata, luka gores ringan pada kornea, serta iritasi kulit akibat gesekan dan zat kimia pada abu.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com