Awas Risiko Silika Mikroskopis! Kenali Daftar Penyakit Akibat Abu Vulkanik dan Mencegahnya
Moch Krisna September 07, 2026 09:46 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Erupsi gunung berapi tidak hanya menghadirkan ancaman langsung berupa lahar atau awan panas, tetapi juga sebaran Abu Vulkanik yang dapat membentang hingga ratusan kilometer. 

Berbeda dari debu rumah tangga biasa, abu vulkanik terdiri dari pecahan batuan tajam, kristal silika mikroskopis, dan gas asam. 

Ukurannya yang sangat kecil membuat material ini mudah melayang di udara dan berisiko masuk ke organ pernapasan saat terhirup. 

Jika terhirup dalam jangka waktu tertentu, dampaknya tidak hanya berhenti pada gangguan ringan, tetapi juga berpotensi memicu komplikasi paru-paru yang lebih berat.

Berikut ini daftar penyakit yang perlu diwaspadai akibat terhirup Abu Vulkanik, lengkap dengan cara mencegahnya

Ilustrasi gunung berapi. Mengenal 4 Level Status Gunung Berapi, Lengkap.
Ilustrasi gunung berapi. Mengenal 4 Level Status Gunung Berapi, Lengkap. (Tribun Sumsel)

Daftar Penyakit Akibat Terhirup Abu Vulkanik 

Melansir dari laman Halodoc, berikut adalah sejumlah gangguan kesehatan yang kerap muncul akibat paparan material erupsi vulkanik.

1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Merupakan penyakit paling umum yang menyerang warga di daerah terdampak. 

2. Bronkitis

Peradangan pada saluran utama yang menuju ke paru-paru (bronkus). 

Penyakit ini dipicu oleh penumpukan material silika yang mengiritasi jaringan halus di dalam paru-paru.  

3. Kambuhnya Asma dan PPOK

Bagi penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) atau asma, menghirup abu dapat memicu serangan mendadak yang memperburuk kondisi pernapasan secara signifikan.  

4. Iritasi Mata dan Kulit

Selain organ dalam, portal kesehatan Halodoc mencatat bahwa abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi mata, luka gores ringan pada kornea, serta iritasi kulit akibat gesekan dan zat kimia pada abu.  

Langkah Mencegah Gangguan Kesehatan akibat Erupsi  

  • Gunakan Masker yang Tepat: Pakai masker standar N95 atau masker medis yang dapat menyaring partikel mikroskopis agar tidak masuk ke pernapasan.  
  • Tetap di Dalam Ruangan: Batasi aktivitas luar rumah dan tutup rapat ventilasi, pintu, serta jendela agar debu tidak menerobos masuk. 
  • Gunakan Pelindung Diri Ekstra: Gunakan kacamata pelindung (goggles) alih-alih lensa kontak, serta kenakan pakaian berlengan panjang saat terpaksa berada di luar area tertutup.
  • Amankan Pasokan Air dan Makanan: Pastikan wadah penampungan air minum dan bahan makanan selalu tertutup rapat untuk menghindari kontaminasi debu dan zat kimia.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.