Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat lalu lintas penerbangan terdampak. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia keluarkan travel advice.
Gunung Anak Krakatau erupsi sejak Jumat (4/9) membuat beberapa bandara melakukan penutupan sementara. Bandara Internasional Seoekarno-Hatta menjadi yaang paling parah.
Lewat situs resminya pada Senin (7/9/2026), Kedutaan Besar AS di Indonesia mengeluarkan travel advice level 2. Dalam imbauan perjalanan, level 2 memiliki arti bahwa warga negara AS diperbolehkan berkunjung ke RI, namun harus ekstra hati-hati karena adanya ancaman bencana alam.
"Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim dan Bandara Lampung ditutup sementara. Para penumpang diimbau untuk memantau status penerbangan secara berkala dan menghubungi maskapai masing-masing secara langsung guna mendapatkan informasi terkini," tulis kedutaan AS.
Pemerintah AS memberikan 5 instruksi keselamatan utama bagi warganya yang ada di Indonesia, sebagai berikut:
1. Selalu ikuti perkembangan berita di Indonesia, terutama jika Anda memiliki rencana perjalanan udara selama situasi ini berlangsung.
2. Segera beri tahu keluarga dan teman mengenai kondisi keselamatan Anda agar mereka tidak panik.
3. Jangan melakukan perjalanan atau aktivitas apa pun di dekat kawasan Gunung Anak Krakatau.
4. Siapkan rencana evakuasi pribadi yang matang dan tidak bergantung pada bantuan dari pemerintah AS.
5. Kunjungi akun resmi Badan Penanggulangan Bencana (seperti BNPB atau BMKG) untuk mendapatkan panduan keselamatan dan berita lokal terbaru.
Saat ini, erupsi terus-menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah 25 jam. Karakteristik erupsi Gunung Anak Krakatau telah memasuki tahap letusan strombolian.
Letusan strombolian adalah jenis letusan gunung berapi dengan ledakan yang relatif ringan. Aktivitas letusan stromboli dapat berlangsung sangat lama, sehingga sistem erupsi dapat berulang kali mengatur ulang dirinya sendiri.
Badan Geologi terus memantau perkembangan dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Saat ini tingkat aktivitas dan rekomendasi Gunung Anak Krakatau masih pada Level III (Siaga).
Badan Geologi menyatakan masih ada kemungkinan besar terjadinya letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya.





