TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung, Jawa Barat menjadi salah satu titik transit alternatif bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota di Pulau Jawa setelah penerbangan dari sejumlah bandara dibatalkan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, banyak penumpang yang sebelumnya gagal terbang dari Jakarta menuju Surabaya, Yogyakarta, dan Solo memilih menggunakan kereta cepat Whoosh menuju Bandung.
"Dari Bandung mereka naik kereta api ke arah timur semuanya," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (7/9/2026).
Kondisi tersebut tentu membuat kebutuhan terhadap transportasi kereta api meningkat, sehingga Farhan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang akibat pembatalan penerbangan.
"Kemudian, untuk kompensasinya sesuai dengan koordinasi kami dengan Kementerian Perhubungan, kereta api yang ke arah timur maupun ke arah barat ditambah jadwalnya sesuai dengan kebutuhan," kata Farhan.
Berdasarkan data PT KAI Daop 2 Bandung untuk jumlah keberangkatan pada 5 September 2026 tercatat ada 5.880 penumpang, 6 September 2026 ada 5.080, dan 7 September 2026 hingga pukul 14.00 WIB sudah mencapai 5.181 penumpang.
Baca juga: Awas ISPA! Bupati Bandung Ingatkan Warga Tak Remehkan Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau
Sementara pada pekan lalu tepatnya 29 Agustus 2026 tercatat hanya 5.396 penumpang, 30 Agustus 2026 ada 4.801 penumpang, dan 31 Agustus 2026 tercatat hanya 4.658. Sehingga jumlah penumpang pekan ini mengalami peningkatan sekitar 10-12 persen.
Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan, peningkatan jumlah penumpang tersebut tidak hanya dipicu akibat penutupan Bandara Husein Sastranegara akibat terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau saja, tetapi faktor lain juga tentunya berpengaruh.
"Tapi tentunya hal tersebut tidak hanya dikarenakan adanya erupsi. Namun juga dikarenakan pada minggu sebelumnya di Agustus baru saja libur panjang Maulid Nabi di minggu sebelumnya, sehingga akan berpengaruh juga terhadap okupansi pada minggu setelahnya," kata Kuswardojo.
Di sisi lain, PT KAI Daop 2 Bandung memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berdampak terhadap operasional perjalanan kereta api maupun pelayanan pengguna jasa di stasiun-stasiun wilayah Daop 2 Bandung.
"KAI Daop 2 Bandung terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BMKG, sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan perjalanan kereta api serta keamanan pengguna jasa," ucapnya.(*)