Bandung Barat Terkena Paparan Abu Vulkanik, DLH Sebut Kualitas Udara Masih Normal
Kemal Setia Permana September 07, 2026 10:11 PM

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Kualitas udara di Bandung Barat masih dalam kategori baik meski ada paparan debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Hal itu didasarkan pada hasil pemantauan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggunakan Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) yang berada di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat.

"Secara umum di Bandung Barat berdasarkan stasiun pantau memang ada lonjakan, tapi semua masih dalam kategori baik," kata Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Bandung Barat, Gentarez Wara Nainggolan, Senin (7/9/2026).

Genta menjelaskan, AQMS memantau sejumlah parameter kualitas udara, salah satu yang menjadi konsentrasi adalah partikulat PM 2.5. Hasilnya, konsentras PM 2.5 tercatat berada di angka 40 mikrogram per meter kubik yang masih dalam ambang batas aman.

Baca juga: Keluhan Gangguan Pernapasan Meningkat di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Dampak Abu Vulkanik

PM2.5 adalah materi partikulat (particulate matter) yang melayang di udara dengan diameter aerodinamis kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer (µm).

"Memang hari ini dari sisi data mengalami lonjakan yang masih dalam kategori baik, namun tetap dalam pengawasan. Kami mengantisipasi apabila terjadi perubahan level kualitas udara yang signifikan," jelasnya.

Petugas akan terus melakukan pemantauan secara berkala kualitas udara melalui AQMS.

Apabila konsentrasi PM2.5 menembus angka 50 mikrogram per meter kubik atau memasuki kategori sedang, DLH Bandung Barat akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menentukan langkah pengurangan risiko.

"Kalau tembus 50 masuk sedang dan kami langsung koordinasikan dengan BPBD terkait langkah pengurangan risiko," kata Genta. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.