Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Penutupan operasional Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung Selatan, akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlanjut hingga Senin (7/9/2026) malam.
Baca juga: Puluhan Petugas Bersihkan Debu Abu Vulkanik di Jalan Protokol Bandar Lampung
Berdasarkan NOTAM B1153/26 NOTAMR B1142/26, sebanyak 30 penerbangan dari dan menuju Bandara Radin Inten II dibatalkan hingga pukul 23.59 WIB.
General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan pembatalan penerbangan dilakukan sebagai langkah untuk menjaga keselamatan penumpang dan kru pesawat.
"Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat," kata Kiki dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).
Adapun 30 penerbangan yang terdampak pembatalan yakni:
Kiki mengatakan pihak Bandara Radin Inten II telah berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk memastikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak penundaan maupun pembatalan penerbangan.
"Tim operasional Bandara Internasional Radin Inten II telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait guna memastikan penanganan terhadap penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan," ujarnya.
Pihak bandara juga terus memperbarui informasi terkait jadwal keberangkatan dan kedatangan penerbangan yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kiki mengimbau masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Radin Inten II untuk memantau perkembangan jadwal penerbangan dan berkoordinasi langsung dengan maskapai.
"Bagi masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Internasional Radin Inten II diimbau untuk memantau jadwal penerbangannya dan berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan jadwal keberangkatannya," katanya.
Sementara itu, berdasarkan pembaruan AirNav Indonesia, Bandara Radin Inten II berstatus CLOSED mulai pukul 17.36 WIB hingga estimasi pukul 23.59 WIB.
Penutupan operasional tersebut merupakan langkah mitigasi dengan mempertimbangkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau serta aspek keselamatan penerbangan.
AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan diperbarui sesuai kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan penerbangan.
"Manajemen InJourney Airports Bandara Internasional Radin Inten II juga terus bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jasa yang terdampak," pungkas Kiki.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)