SERAMBINEWS.COM - Menteri Haji dan Umrah RI, Irfan Yusuf memperkuat kerja sama Indonesia-Uzbekistan dalam pengembangan wisata religi dan konektivitas kedua negara.
Salah satu peluang yang dibahas adalah pembukaan penerbangan langsung dari Indonesia ke Uzbekistan.
Penerbangan tersebut diharapkan memperluas pilihan perjalanan umrah sekaligus mendorong mobilitas wisatawan.
Gus Irfan menyebut hubungan Indonesia dan Uzbekistan memiliki akar sejarah yang panjang melalui kiprah ulama Asia Tengah dalam perkembangan Islam di Nusantara.
Samarkand dinilai memiliki potensi menjadi destinasi tambahan bagi jemaah umrah Indonesia yang ingin melanjutkan perjalanan wisata religi.
Namun, pembahasan terkait perjalanan umrah perlu melibatkan PPIU sebagai pihak swasta yang menyelenggarakan ibadah umrah.
Baca juga: Sempat Dialihkan ke Aceh, 382 Jamaah Umrah Akhirnya Tiba di Jakarta
Gubernur Samarkand menyambut baik penguatan hubungan kedua negara dan berharap semakin banyak wisatawan Indonesia berkunjung ke Uzbekistan.
Menurutnya, penerbangan langsung menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kunjungan wisatawan antara Indonesia dan Uzbekistan.
"Salah satu peluang yang dibahas adalah pembukaan penerbangan langsung dari Indonesia ke Uzbekistan untuk memperluas pilihan perjalanan umrah sekaligus mendorong mobilitas wisatawan," ujar Gus Irfan saat bertemu Gubernur Samarkand Adiz Boboev di Samarkand, Uzbekistan, dikutip dari siaran pers, Senin (7/9/2026).
Gus Irfan mengatakan, hubungan Indonesia dan Uzbekistan memiliki akar sejarah yang panjang.
Interaksi kedua bangsa telah terjalin bahkan sebelum Indonesia dan Uzbekistan menjadi negara merdeka, antara lain melalui kiprah ulama asal Asia Tengah dalam perkembangan Islam di Nusantara.
"Kami ingin menguatkan kembali hubungan yang sudah terbentuk sejak lama," kata Menhaj.
Baca juga: VIDEO - Cerita Jamaah Umrah Jakarta-Banjarmasin Dialihkan ke Banda Aceh Akibat Abu Vulkanik
Menurut Gus Irfan, kerja sama kedua negara memiliki ruang yang luas, termasuk dalam pengembangan wisata religi.
Ia menyebut sebagian jemaah umrah Indonesia memilih menambah perjalanan ke sejumlah negara lain seperti Turki, Dubai, dan kawasan Timur Tengah.
"Samarkand memiliki potensi untuk menjadi salah satu destinasi tambahan dalam perjalanan tersebut," kata Menhaj.
Namun, penyelenggaraan ibadah umrah di Indonesia dilakukan oleh pihak swasta melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berperan dalam pengaturan dan tata kelola penyelenggaraan umrah.
"Karena umrah diselenggarakan oleh PPIU, maka pembicaraan ini perlu dilanjutkan dengan para pelaku usaha perjalanan umrah," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Samarkand menyambut baik penguatan hubungan tersebut dengan mengatakan bahwa negaranya memiliki sejumlah situs penting bagi umat Islam.
Di antaranya ada tempat kelahiran dan jejak ulama besar seperti Imam Bukhari, Imam Al-Maturidi, Bahauddin Naqsyaband, dan At-Tirmidzi.
Ia berharap semakin banyak wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Uzbekistan.
Menurutnya, penerbangan langsung antara Indonesia dan Uzbekistan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kunjungan wisatawan kedua negara. (*)
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/09/07/20360111/indonesia-uzbekistan-perkuat-kerjasama-menhaj-dorong-penerbangan-langsung-ke