TRIBUNNEWS.COM - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak hingga ke sejumlah daerah di Indonesia.
Salah satu dampak yang dialami adalah dibatalkannya penerbangan di sejumlah bandara seperti di Soekarno-Hatta.
Bahkan, dampak ditutupnya bandara juga terasa hingga ke Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Boyolali, Jawa Tengah.
Puluhan jemaah umrah yang harusnya berangkat ke Tanah Suci setelah transit di Soetta harus batal, Minggu (6/9/2026).
Pesawat dari Adi Soemarmo harusnya terbang pada hari Minggu kemarin ke Soetta sebelum terbang ke Tanah Suci.
Sambil menunggu kepastian penerbangan, sejumlah jemaah umrah beristirahat di Masjid Bandara Adi Soemarmo.
Pono (50), warga Karanganyar mengaku tahu penerbangan dibatalkan saat tiba di bandara.
"Setelah di bandara baru tahu ternyata cancel," kata Pono, dikutip dari TribunSolo.com.
Penerbangannya pada pukul 10.45 WIB dibatalkan karena dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Meski penerbangannya dibatalkan, ia menganggap apa yang dialaminya ini adalah sebuah ujian dari beribadah yang harus dijalani.
"Biasa saja. Namanya kita mau ibadah. Berarti kita diuji dengan kesabaran," ujarnya.
Baca juga: Menkeu Purbaya Siapkan Dana Penanganan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Tapi Ingatkan Soal Perhitungan
Sementara itu, Manager Personalia biro perjalanan umrah PBMT Travel, Nur Rofik mengatakan, pihaknya membawa sebanyak 35 jemaah.
Apabila penerbangan tetap tidak bisa dilakukan, maka ia akan berkoordinasi dengan Garuda Indonesia untuk melakukan penjadwalan ulang.
"Seandainya hari ini belum bisa terbang, insyaallah kita akan komunikasi dengan pihak Garuda, kita akan meminta reschedule penerbangannya,"
"Kalau seandainya ada informasi dari maskapai tidak bisa terbang, mau bagaimana lagi. Kita informasikan ke jemaah untuk pulang dulu dan menunggu informasi lebih lanjut," ujar Nur Rofik.
Dampak erupsi Anak Krakatau juga membuat belasan penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo dibatalkan.
Sebanyak tujuh keberangkatan ke Jakarta dibatalkan dan lima kedatangan dari Jakarta juga dibatalkan.
Dari pantauan TribunSolo.com, di lapangan, Garuda Indonesia GA-221 yang dijadwalkan terbang pukul 15.55 WIB dibatalkan.
Citilink QG-765 pada pukul 18.15 WIB juga dibatalkan.
Roby, salah satu calon penumpang merasa kecewa setelah tahu penerbangan dibatalkan.
"Ada info penerbangan ke Jakarta cancel semua. Jadi kita cepat-cepat ke bandara untuk memastikan informasi langsung dari pihak maskapai," kata Roby kepada TribunSolo.com.
Kekecewaan Roby makin bertambah saat sebelumnya ia telah diminta untuk check-in oleh pihak maskapai.
Namun, saat tiba di bandara penerbangan justru dibatalkan.
"Karena dari maskapai sampai tadi pagi kita masih diminta untuk check-in. Terus kita pas nyampe sini ternyata benar di-cancel," ujarnya.
Akhirnya, ia pun meminta pengembalian dana, namun prosesnya masih terkendala.
Baca juga: Khawatir Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Baim Wong Beri Imbauan: Gak Boleh Disepelekan
"Kita lagi nyoba untuk refund, cuma masih agak bermasalah," katanya.
Pembatalan ini pun membuatnya memutar otak untuk menuju Jakarta.
Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan yakni menggunakan bus atau kereta api.
"Kita coba kereta tapi karena mepet sudah penuh. Terus coba bus tapi jamnya tidak ada yang sesuai dengan keinginan. Terus kita coba jalur darat lainnya," katanya.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunSolo.com, Tri Widodo)