WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Aktor sekaligus kreator konten, Denny Sumargo, kembali membuktikan kepiawaiannya di layar lebar.
Lewat film terbarunya, 'Baby Udon', pria yang akrab disapa Densu ini tak hanya sekadar berakting, namun juga larut dalam emosi mendalam yang sukses menguras air mata penonton sejak tayang perdana pada 3 September 2026.
Film ini bukanlah fiksi biasa.
'Baby Udon' mengangkat kisah nyata yang menyita simpati publik beberapa tahun silam: perjalanan cinta dan ketangguhan Hajime bersama Fanny Kondoh.
Di layar perak, narasi ini dihidupkan sebagai kisah pilu sepasang pejuang "dua garis biru" (program kehamilan) yang harus berpacu dengan waktu di tengah vonis mematikan kanker stadium 4 sang suami.
Dedikasi Densu untuk menghidupkan karakter Hajime terbilang luar biasa.
Beradu akting dengan aktris muda Caitlin Halderman yang memerankan Fanny, Densu juga turun tangan mengawal kualitas visual dan rasa dalam film tersebut.
Saking dalamnya ikatan emosional yang terbangun, pria berusia 44 tahun ini mengaku tak kuasa menahan tangis meski telah menontonnya puluhan kali sebelum resmi dirilis.
Baca juga: Denny Sumargo Geram Istri dan Anak Dihina Gegara Ruben-Sarwendah
"Jujur ya, sudah 27 kali gue me-review film ini. Semuanya under QC (Quality Control) gue, dari editing, scoring musik, segala macam sedetail itu," ungkap Denny Sumargo saat berbincang dalam podcast bersama Praz Teguh, Senin (7/9/2026).
"Dan gue masih nangis sampai hari ini pas nonton di beberapa part yang menurut gue harusnya gue udah nggak ngerasa apa-apa," tambahnya dengan nada tercekat.
Kehadiran 'Baby Udon' tak terlepas dari tangan dingin Olivia Allan, istri Densu yang bertindak sebagai produser.
Keputusan Olivia menggarap proyek emosional ini didorong oleh desakan langsung dari sosok asli Fanny Kondoh.
"Ketika Fanny bersikeras harus aku dan Densu yang menjadikan film ini, aku tahu kalau memang ini cerita yang pantas diperjuangkan," tutur Olivia Allan.
Resonansi Luka di Berbagai Bioskop Daerah
Kekuatan cerita 'Baby Udon' ternyata sukses menembus relung hati masyarakat luas.
Dalam rangkaian cinema visit dan nonton bareng di berbagai wilayah—mulai dari Jawa, Banjarmasin, Sumatera, Makassar, hingga Bali—Densu menjadi saksi langsung bagaimana karya ini mengoyak sekaligus membalut luka batin para penontonnya.
Mantan pebasket nasional itu merekam banyak curahan hati dari mereka yang merasa hidupnya terwakili oleh ketabahan tokoh Fanny dan mendiang suaminya.
Satu momen yang paling menggetarkan hatinya terjadi di Solo.
"Ada seorang ibu menangis tersedu-sedu menceritakan luka batinnya. Ia harus kehilangan buah hati tercinta setelah bertahun-tahun berjuang melewati lika-liku program hamil," cerita Densu.
Bagi Denny Sumargo, keterlibatannya dalam 'Baby Udon' bukan sekadar portofolio karier, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang membekas.
"Gue nggak nyangka bisa ada di posisi ini. Sangat bersyukur bisa membawakan cerita ini ke kalian, benar-benar pengalaman yang nggak akan pernah gue lupakan seumur hidup," pungkasnya dengan mata yang masih berkaca-kaca.