Daftar Kecamatan Waspada, Siaga, dan Awas Kekeringan di Sultra, September Masuk Puncak Kemarau
Sitti Nurmalasari September 07, 2026 10:47 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah daftar kecamatan di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang masuk kategori Waspada, Siaga hingga Awas kekeringan meteorologis pada September 2026.

Peringatan dini tersebut dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berdasarkan pemutakhiran analisis curah hujan per 31 Agustus 2026.

Peringatan berlaku pada 1-10 September 2026, bertepatan dengan periode puncak musim kemarau di Sultra.

Kepala Stasiun Klimatologi (Kasklim) BMKG Sultra, Kusairi, mengatakan sebagian besar wilayah provinsi berjuluk Bumi Anoa ini, secara historis mengalami curah hujan terendah pada Agustus hingga September.

Menurutnya, kondisi tersebut turut dipengaruhi fenomena El Nino yang dapat menyebabkan curah hujan berkurang dan membuat musim kemarau berlangsung lebih kering.

Baca juga: Sungai Konaweha di Pohara Konawe Surut Akibat Kemarau, Warga Turun Berburu Pokea

"Tahun ini puncak musim kemarau terjadi pada September," kata Kusairi saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).

Ia menyampaikan BMKG memprediksi El Nino 2026 masih bertahan hingga awal 2027.

Selain El Nino, BMKG juga memantau Indian Ocean Dipole (IOD) yang berpeluang berada pada fase positif hingga akhir 2026. 

Kondisi tersebut dapat mengurangi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Adapun sejumlah kecamatan di kabupaten dan kota yang masuk kategori Awas, di antaranya Kecamatan Batupoaro, Betoambari, Bungi, Kokalukuna, Lea-Lea, Murhum, dan Wolio di Kota Baubau.

Baca juga: 35 Hektare Sawah Amohalo Kendari Terdampak Kemarau, Petani Andalkan Air Sungai Wanggu

Kemudian, di Kabupaten Bombana mencakup Kecamatan Kabaena Barat, Kabaena Selatan, Kabaena Tengah, Lantari Jaya, Matausu, Poleang Barat, Poleang Tenggara, Poleang Timur, Poleang Utara, Rarowatu Utara, dan Rumbia.

Kecamatan Batauga, Kadatua, Sampolawa, Siompu, dan Siompu Barat di Kabupaten Buton Selatan.

Kecamatan Gu, Mawasangka Tengah, Mawasangka Timur, Sangia Wambulu, dan Talaga Raya di Kabupaten Buton Tengah.

Kecamatan Wakorumba Utara di Buton Utara, serta Kecamatan Baula, Polinggona, dan Toari di Kabupaten Kolaka.

Lalu, di Kolaka Timur mencakup Kecamatan Aere, Dangia, Lalolae, Lambandia, Loea, Poli Polia, dan Tirawuta.

Baca juga: 40 Persen Sawah di Konsel Berpotensi Terdampak Kemarau, Bupati Irham Sebut Sungai Mulai Mengering

Konawe Selatan meliputi Kecamatan Andoolo, Andoolo Barat, Basala, Benua, Buke, Kolono, Kolono Timur, Lainea, Laonti dan Tinanggea.

Di Kabupaten Muna terdiri dari Kecamatan Batalaiworu, Bone, Duruka, Kabangka, Katobu, Kontu Kowuna, Kontunaga, Lasalepa, Lohia, Maligano, Marobo, Napabalano, Tongkuno Selatan, Towea, dan Watopute.

Kabupaten Muna Barat (Mubar) mencakup Kecamatan Napano Kusambi, Tiworo Selatan, dan Wadaga.

Sementara Wakatobi meliputi Kecamatan Binongko, Togo Binongko, Tomia, Tomia Timur, dan Wangi-Wangi.

Sementara untuk kategori Siaga di Kota Baubau mencakup Kecamatan Sorawolio.

Baca juga: Petani Gagal Panen Akibat Kemarau di Kendari Bisa Dapat Bantuan, Ini Syaratnya

Bombana meliputi Kecamatan Kabaena, Kabaena Timur, Kabaena Utara, Kepulauan Masaloka Raya, Mataoleo, Poleang, Poleang Selatan, Poleang Tengah, Rarowatu, Rumbia Tengah, dan Tontonunu.

Di Buton terdapat Kecamatan Siotapina dan Wolowa.

Buton Selatan meliputi Kecamatan Batu Atas dan Lapandewa, sedangkan Buton Tengah mencakup Kecamatan Lakudo dan Mawasangka.

Buton Utara meliputi Kecamatan Kambowa, Kulisusu, Kulisusu Barat, dan Kulisusu Utara.

Kota Kendari mencakup Kecamatan Abeli, Baruga, Kadia, Kambu, Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Nambo, Poasia, Puuwatu, dan Wua-Wua.

Baca juga: 53 Kasus Kebakaran Lahan di Kendari, Baruga dan Puuwatu Jadi Wilayah Paling Rawan Saat Kemarau

Kabupaten Kolaka meliputi Kecamatan Latambaga, Pomalaa, Tanggetada, Watubangga, Wundulako, dan Wolo.

Kolaka Timur mencakup Kecamatan Mowewe, Tinondo, Ueesi, dan Uluiwoi.

Konawe meliputi Kecamatan Abuki, Amonggedo, Anggaberi, Asinua, Besulutu, Bondoala, Konawe, Lambuya, Latoma, Onembute, Padangguni, Pondidaha, Routa, Soropia, Tongauna, Uepai, Unaaha, Wawotobi, Wonggeduku, dan Wonggeduku Barat.

Konawe Kepulauan mencakup Kecamatan Wawonii Barat, Wawonii Selatan, Wawonii Tengah, Wawonii Tenggara, Wawonii Timur, Wawonii Timur Laut, dan Wawonii Utara.

Konawe Selatan meliputi Kecamatan Baito, Konda, Lalembuu, Landono, Moramo, Moramo Utara, Mowila, Palangga, Palangga Selatan, Ranomeeto Barat, dan Wolasi.

Baca juga: 2.846 Hektare Sawah Alami Kekeringan di Sulawesi Tenggara Akibat Kemarau, 167 Hektare Gagal Panen

Kabupaten Muna mencakup Kecamatan Batukara, Kabawo, Parigi, Pasi Kolaga, Pasir Putih, Tongkuno, dan Wakorumba Selatan.

Muna Barat meliputi Kecamatan Barangka, Kusambi, Lawa, Maginti, Sawerigadi, Tiworo Kepulauan, Tiworo Tengah, dan Tiworo Utara.

Wakatobi mencakup Kecamatan Kaledupa, Kaledupa Selatan, dan Wangi-Wangi Selatan.

Sedangkan untuk kategori Waspada meliputi Kecamatan Kapontori, Lasalimu, Lasalimu Selatan, Pasarwajo, dan Wabula di Buton.

Di Buton Utara terdapat Kecamatan Bonegunu.

Baca juga: BMKG Sultra: Dampak Musim Kemarau Disertai El Nino, Pengaruhi Produksi Ikan hingga Potensi Kebakaran

Kolaka mencakup Kecamatan Iwoimendaa, Kolaka, dan Samaturu.

Kolaka Timur meliputi Kecamatan Ladongi.

Kolaka Utara mencakup Kecamatan Batu Putih, Porehu, dan Wawo.

Konawe meliputi Kecamatan Anggalomoare, Kapoiala, Lalonggasumeeto, Morosi, Puriala, dan Sampara.

Konawe Selatan mencakup Kecamatan Angata, Laeya, Ranomeeto, dan Sabulakoa.

Konawe Utara meliputi Kecamatan Asera, Kapoiala, Landawe, Lasolo Kepulauan, Lembo, Motui, Oheo, dan Sawa.

“Memasuki puncak kemarau ini, masyarakat di wilayah terdampak diminta memperhatikan ketersediaan air dan menggunakannya secara bijak,” tuturnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti informasi cuaca dan iklim melalui sumber resmi.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

“Jangan membakar sampah dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar yang dapat memicu kebakaran,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.