Sebanyak 89 Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Aceh Tengah 2018 hingga Agustus 2026
Mawaddatul Husna September 07, 2026 10:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Alga Mahate Ara | Aceh Tengah 

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Sebanyak 89 kasus HIV/AIDS tercatat di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh sejak kasus pertama ditemukan pada 2018 hingga Agustus 2026.

Dari 89 kasus HIV/AIDS tersebut, 13 diantaranya merupakan temuan kasus baru. Data tersebut terdiri atas 58 kasus HIV dan 31 kasus AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Tengah, Mitahuddin SKM MAP mengatakan seluruh penderita AIDS atau 31 orang dilaporkan meninggal dunia.

Mayoritas kasus tersebut baru mendapat pengobatan setelah memasuki stadium lanjut, akibat keterlambatan deteksi, dimana pasien baru memeriksakan diri ketika sudah masuk fase akhir (AIDS) tanpa intervensi ARV yang cepat

"Tahun 2019, dari sembilan kasus pertama yang ditemukan, seluruh pasien tercatat meninggal dunia. Dan yang terbaru meninggal pada Juni 2024 ," kata Mitahuddin, Senin (7/9/2026).

Kondisi serupa terjadi pada 2020, di mana tujuh dari sembilan kasus yang ditemukan berujung pada kematian.

Kasus-kasus tersebut ditandai dengan infeksi oportunistik berat, seperti kandidiasis, TB paru, hingga diare akut.

Mitahuddin menyebut, penularan HIV kerap diibaratkan sebagai fenomena gunung es, di mana kasus yang terdeteksi hanya sebagian kecil dari kondisi riil di masyarakat.

Ia mengungkapkan, penanganan HIV/AIDS di Aceh Tengah masih menghadapi sejumlah kendala.

Diantaranya stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), termasuk kasus pengusiran.

Dinkes Akui Tantangan Terbesar di Lapangan

Sementara itu, Dinkes mengakui bahwa tantangan terbesar di lapangan adalah skrining komprehensif pada populasi kunci atau kelompok berisiko tinggi.

Stigma sosial yang masih melekat kuat membuat banyak kelompok berisiko enggan dan takut memeriksakan diri secara sukarela.

Untuk memitigasi hal ini, Dinkes memperluas intervensi dengan menerapkan wajib skrining tertutup bagi calon pengantin sebelum menikah di Kantor Urusan Agama (KUA).

Serta memaksimalkan program mobile VCT (Voluntary Counseling and Testing) yang bersifat anonim dan gratis di puskesmas-puskesmas satelit. (*)

Baca juga: 31 Pasien HIV/AIDS Meninggal karena Terlambat Berobat, Ini Upaya Dilakukan Dinkes Aceh Tengah

Baca juga: Awal Pekan, Harga Emas London dan Murni di Aceh Tengah Terpantau Stabil

Baca juga: Prakiraan Cuaca Aceh Tengah Hari Ini: Didominasi Berawan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.