Januari-September 2026 Ada Ratusan Bencana di Kota Batu, Didominasi Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrem
Eko Darmoko September 07, 2026 11:00 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Sepanjang Januari-September 2026 total ada sebanyak 115 bencana di Kota Batu.

Dari data BPBD Kota Batu, 49 bencana berupa tanah longsor.

Kemudian posisi kedua ditempati cuaca ekstrem sebanyak 41 kejadian, disusul banjir sebanyak 16 kejadian dan tiga kejadian kebakaran hutan serta lahan.

Kepala BPBD Kota Batu, Suwoko mengatakan, tingginya angka bencana di Kota Batu dikarenakan karakter geografis wilayah Kota Batu yang didominasi kawasan perbukitan dan lereng pegunungan.

Hal ini mengakibatkan banyaknya kejadian alam.

Ditambah lagi adanya dinamika cuaca yang meningkatkan potensi bencana tanah longsor dan bencana lainnya.

Sehingga dari ratusan kejadian bencana, paling tinggi terjadi di wilayah Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Batu dibanding dengan Kecamatan Junrejo yang berada di dataran lebih rendah.

Baca juga: Menanti Tersangka Baru dalam Kasus Dugaan Korupsi Pasar Induk Among Tani Kota Batu

“Kejadian bencana paling banyak memang di wilayah Bumiaji dan Batu karena kondisi topografi cukup rentan,” kata Suwoko kepada SURYAMALANG.COM, Senin (7/9/2026).

Rincian sebaran bencana di tiga kecamatan, Kecamatan Bumiaji sebanyak 57 kejadian, Kecamatan Batu sebanyak 47 kejadian dan Kecamatan Junrejo 11 kejadian.

Kecamatan Bumiaji jadi yang tertinggi karena kondisi geografis di sana didominasi lereng perbukitan dan kawasan hulu sungai.

Sehingga rentan tanah longsor, cuaca ekstrem dan banjir.

“Untuk itu masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan lereng dan perbukitan harus meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi,” jelasnya.

Dari 115 kejadian bencana ini total ada 100 warga yang terdampak langsung, 27 orang di antaranya mengungsi.

Selain itu dampak yang ditimbulkan ada sebanyak 43 rumah mengalami kerusakan yang terdiri dari 16 rumah rusak ringan, 17 rusak sedang, dan 10 rusak berat.

Kemudian tiga fasilitas publik dan satu fasilitas pendidikan juga ikut terdampak.

Tak hanya itu, terdapat 31 titik jaringan listrik atau penerangan dan 43 titik jaringan telekomunikasi yang terganggu.

“Bagi masyarakat terutama yang berada di kawasan rawan longsor dan perbukitan untuk tidak mengabaikan tanda-tanda alam dan informasi peringatan dini,” ujarnya.

Sebagai upaya mitigasi, BPBD Kota Batu telah melakukan pembersihan ratusan titik rawan penyumbatan di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dan memperkuat kewaspadaan masyarakat dan kesiapan menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing.

Baca juga: Seminggu Padam, Lampu PJU Jalan Gondorejo Oro-Oro Ombo Kota Batu Dikeluhkan Warga

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.