BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - MTs Muhammadiyah Al Furqan Banjarmasin menyatakan pelaksanaan Kemah Akbar yang berujung meninggalnya dua siswa akibat tenggelam tetap dilakukan dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP).
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Direktur Kesantrian MTs Muhammadiyah Al Furqan, Roy Akhriannoor, setelah dua siswanya, M Farhan Alkatiri (13) dan Rizqi Adly Fakhrian (13), meninggal dunia dalam insiden di kawasan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Minggu (6/9/2026).
Roy mengatakan pihak sekolah telah berupaya menjalankan kegiatan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.
“Kami berusaha sebaik mungkin di kegiatan itu sesuai dengan SOP melaksanakannya. Ini juga sudah ditangani oleh pihak berwajib,” ujarnya.
Ia mengatakan pihak sekolah menghormati proses yang sedang dilakukan oleh aparat berwenang untuk mengetahui secara pasti kronologi kejadian.
Baca juga: Putranya Meninggal Tenggelam Saat Kemah Akbar di UM Banjarmasin, Ibu Siswa Al Furqon Sesalkan 1 Hal
Menurut Roy, kegiatan Kemah Akbar tersebut bukan kali pertama dilaksanakan.
Kegiatan serupa disebut telah dilakukan setiap tahun sehingga pihak sekolah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah insiden yang menewaskan dua peserta tersebut.
“Ini memang tiap tahun dikerjakan. Tentu ada evaluasi,” katanya.
Evaluasi tersebut, lanjut Roy, diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan bagi pelaksanaan kegiatan sekolah ke depan.
“Kami harap ada perbaikannya ke depan dari kami,” ujarnya.
Di tengah proses tersebut, pihak sekolah juga mulai mendatangi keluarga kedua korban untuk menyampaikan belasungkawa.
Baca juga: Kronologi Anggota BPK Tenggelam Saat Padamkan Api di Komplek DPR Banjarmasin, Bawa Slang ke Sungai
Roy menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Farhan dan Adly.
“Sekarang kami lagi mendatangi keluarga korban, dan juga kami mengucapkan belasungkawa sebesar-besarnya kepada keluarga korban ini,” katanya.
Sementara itu, sejumlah pertanyaan dari keluarga korban mengenai pengawasan peserta, keberadaan korban sebelum ditemukan, hingga penyampaian informasi kepada orangtua masih menjadi bagian yang perlu didalami. Pihak sekolah menyerahkan penanganan kejadian kepada pihak berwajib.
Lapor Polisi
Diketahui belakangan, pihak keluarga sudah melakukan pelaporan ke Polsek Alalak, Barito Kuala.
Pada Senin sore, keluarga Adly juga sedang dimintai keterangan perihal kejadian tersebut.
Terpantau kepolisian masih melakukan tahap pemeriksaan lebih lanjut hingga saat ini. Sementara petugas di Polsek Alalak enggan untuk memberikan komentarnya ke awak media.
(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)