TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Kekeringan mulai mengancam ketersediaan air baku Perumda Tirta Alam PDAM Tarakan.
Penurunan kapasitas produksi air bersih di fasilitas utama kini mengancam sedikitnya 15.000 pelanggan di Tarakan, Kalimantan Utara mengalami krisis pasokan air.
Salah satu sumber air baku utama yang terdampak cukup parah yakni Embung Binalatung, di mana kondisi airnya saat ini sudah menipis drastis.
Direktur Perumda Tirta Alam PDAM Tarakan, Iwan Setiawan, mengungkapkan surutnya air di Embung Binalatung membuat lubang hisap di lokasi tersebut tidak lagi mampu menyedot air untuk proses produksi air bersih.
"Tadi kita lihat di Embung Binalatung, itu kan sudah habis airnya. Bahkan di lubang hisapnya sudah tidak bisa menghisap lagi. Nah, itu kita buang, kita tangkap di intake di sungai bawah," ujar Iwan saat diwawancarai media di lokasi embung, Senin (7/9/2026).
Kondisi kritis pada sumber air baku tersebut berimbas langsung terhadap penurunan kapasitas produksi harian PDAM Tarakan. Iwan menyebut pasokan air bersih yang sebelumnya diproduksi kini merosot signifikan.
"Untuk produksinya, itu sekarang turun. Dari 340 liter per detik, sekarang tinggal 191 liter per detik. Dari 333, artinya turun 142 liter per detik," sebut Iwan Setiawan.
Anjloknya debit produksi ini berimbas pada terancamnya 15.000 pelanggan atau setara 30 persen dari total pelanggan PDAM Tarakan. Gangguan distribusi ini berimbas langsung ke kawasan permukiman warga yang berada di wilayah perbukitan dan pesisir Tarakan.
"Ini mengakibatkan untuk daerah perbukitan dan daerah pesisir itu tidak mengalir," ucapnya.
Baca juga: Kekeringan Melanda Tarakan, Embung Binalatung Menipis, PDAM Mulai Gilir Air Dua Hari Sekali
Iwan menegaskan, krisis pasokan ini tidak berdampak ke seluruh wilayah Tarakan, melainkan menyasar kawasan yang bergantung pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) bermasalah.
"Tidak semua pelanggan. Jadi yang yang terasa betul itu daerah perbukitan dan daerah pesisir. Ini yang terasa betul. Tapi untuk misalnya yang dilayanan IPA Kampung Bugis, IPA Juwata, Bengawan, itu aman," ujarnya.
Adapun wilayah yang terdampak pembatasan pasokan berada di bawah naungan IPA Kampung Satu dan IPA Persemaian.
"Yang bermasalah cuma di Persemaian dan IPA Kampung Satu. IPA Kampung Satu itu kan Mamburungan, Kampung 1, Kampung 4, Kampung 6, itu di Lingkas Ujung, Gunung Lingkas, Bom Panjang. Nah, itu yang dilayani IPA Kampung Satu, termasuk sebagian di Selumit Pantai. Itu sebagian," kata Iwan.
Sementara untuk wilayah IPA Persemaian, area terdampak meliputi kawasan Jalan Mulawarman, Jalan Hasanuddin, Persemaian, hingga area Jembatan Bongkok.
Kondisi kekeringan ini juga memaksa IPA yang bergantung penuh pada pasokan Embung Binalatung dihentikan operasinya sementara waktu selama dua hari terakhir, mengingat belum ada alternatif sumber air baku terdekat yang bisa dimanfaatkan.
Guna menyikapi ancaman krisis air baku ini, PDAM Tarakan mengambil langkah darurat dengan menerapkan skema penggiliran aliran air kepada masyarakat yang terdampak. Berdasarkan rapat koordinasi internal, penggiliran jadwal pasokan air mulai diberlakukan secara bergantian.
"Tadi sudah kita rapatkan, diskusikan dengan tim distribusi dan produksi, mungkin nanti akan kita gilir 2 hari sekali," jelasnya.
Penggiliran distribusi ini telah melalui tahap uji coba sejak sehari sebelumnya dan resmi diterapkan mulai Senin (7/9/2026). Iwan meminta masyarakat aktif memantau pembaruan informasi di kanal resmi guna menganticipasi jadwal pemadaman dan pengaliran air.
"Makanya saya mengimbau kepada masyarakat agar melihat pengumuman di PDAM, di media sosialnya PDAM, komunikasi di media sosialnya PDAM, agar tahu jadwal kapan mereka hidup, kapan mereka mengalir, kapan mereka dimatikan alirannya. Nanti kita akan bergilir," katanya.
Sebagai langkah antisipasi darurat bagi pemukiman warga yang sama sekali tidak menerima aliran air, PDAM Tarakan menyiagakan armada mobil tangki untuk menyalurkan air bersih secara gratis.
"Upaya selain penggiliran, nanti untuk daerah-daerah yang benar-benar tidak mengalir, kita mungkin akan bagikan air gratis. Pakai tangki sesuai permintaan RT-nya nanti," kata Iwan.
Mengingat pasokan air mengalir secara bergilir, Iwan mengimbau seluruh warga di kawasan terdampak untuk menyiapkan bak atau wadah penampungan air di rumah masing-masing.
"Iya, harus tampungan. Nanti pada saat mengalir, ditampung aja airnya nanti," pungkasnya.
(*)