Daftar Kabupaten Kota di Kalsel Mendadak Dilanda Hujan di Tengah Kemarau Panjang, Warga Histeris
Edi Nugroho September 07, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Daftar kabupaten kota di Kalsel mendadak dilanda hujan di tengah kemarau panjang.

Hujan yang akhirnya mengguyur kawasan Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Senin (7/9/2026) sore, disambut suka cita oleh sebagian warga.

Hujan turun di antaranya di wilayah Kelurahan Rantau Kiwa dan Kelurahan Rantau Kanan. Setelah berbulan-bulan menghadapi kondisi kemarau, turunnya air dari langit menjadi momen yang dinanti.

Bagi sebagian warga, hujan sore itu bukan sekadar perubahan cuaca. Bunyi air yang menghantam atap rumah seolah menjadi kabar menggembirakan setelah cukup lama tidak terdengar.

Baca juga: Reaksi Warga Kotabaru Pasca Angkutan BTS Trans Saijaan Kembali Mengaspal, Sempat Dihentikan 5 Hari

Baca juga: Terdakwa Pemalsuan Surat Tanah di HSS Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pelapor Ungkap Kecewa

Rasa syukur itu pun terlihat dari sejumlah unggahan warga di media sosial.

Ada warga yang langsung memasang status untuk mengabarkan kepada teman-temannya bahwa hujan masih berlangsung.

Ada pula yang memilih mengabadikan suasana hujan sembari mengungkapkan rasa lega setelah sekian lama menunggu.

Salah satunya Dwi Suryanto. Melalui status media sosialnya, ia mengungkapkan rasa bahagianya ketika kembali mendengar suara hujan di atas atap rumah.

"Alhamdulilah, setelah sekian bulan tak mendengar bunyi hujan di atap. Sore ini bunyi hujan itu terdengar merdu," tulis Dwi Suryanto.

Bagi warga yang selama ini merasakan dampak kemarau, turunnya hujan tentu menjadi penyegar suasana.

Udara yang sebelumnya terasa panas dan kering perlahan berubah. Permukaan jalan dan halaman rumah yang sempat berdebu mulai kembali basah.

Hujan juga menjadi harapan bagi warga yang selama kemarau harus beradaptasi dengan kondisi terbatasnya air.

Meski belum bisa menjadi penanda bahwa kemarau telah sepenuhnya berakhir, hujan yang turun Senin sore setidaknya memberikan rasa lega.

Bagi warga Tapin Utara, suara air yang jatuh di atap rumah sore itu terdengar seperti musik yang sudah lama dirindukan. 

Tanahbumbu Hujan Singkat

Sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Bumbu akhirnya kembali diguyur hujan pada Senin (7/9/2026) sore, setelah sekian lama tidak merasakan siraman air dari langit.

Meski berlangsung singkat, hadirnya hujan tersebut disambut rasa syukur oleh warga setempat hingga petugas lapangan yang sedang berjibaku di lokasi pemadaman kebakaran.

Berberapa petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu di Desa Kersik Putih mengaku sangat bersyukur atas turunnya hujan saat timnya sedang melancarkan aksi pemadaman titik api.

Di kawasan Kusan Hilir, seperti Muara Pagatan Ujung hingga Desa Sungai Lembu, curah hujan terpantau cukup basah dan sempat menggenangi permukaan jalan.

Seorang warga Desa Sungai Lembu, Haji Rusniansyah, mengungkapkan bahwa hujan turun sekitar 15 menit dan merata di beberapa desa di kawasan Pagatan setelah kurun waktu kurang lebih tiga bulan tidak turun hujan sejak pertengahan Juni.

"Hujannya sekitar 15 menit dengan intensitas biasa, tidak lebat. Dampaknya cukup membasahi jalan aspal dan mengurangi sedikit debu," ujar Rusniansyah saat dihubungi, Senin.

Sementara itu, wilayah pusat perkotaan seperti Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin belum tersiram hujan dan hanya dinaungi gumpalan awan mendung sejak siang hingga sore hari.

Kendati belum mengguyur seluruh wilayah kecamatan, kehadiran hujan berdurasi singkat ini dinilai sangat membantu mengendapkan debu jalanan serta membasahi permukaan tanah.

HUJAN MENGGUYUR- warga bernaung saat hujan mengguyur wilayah Desa Muara Pagatan Ujung, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (7/9/2026). (banjarmasinpost.co.id/HO-Tangkap Layar Video Beredar)

HSU Disertai Angin

Hujan deras disertai angin terjadi di Kota Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (7/9/2026) sore. 

Hujan deras berlangsung sekitar satu jam, ini merupakan hujan pertama setelah beberapa bulan terakhir Kabupaten HSU tidak ada turun hujan deras. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU Syamrani mengatakan saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah hujan yang terjadi di beberapa kabupaten di Kalsel adalah hasil dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Sebelumnya dari B

HUJAN DERAS- Hujan deras mengguyur Kota Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Senin (7/9/2026).
HUJAN DERAS- Hujan deras mengguyur Kota Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Senin (7/9/2026). (banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati)

MKG memperkirakan untuk wilayah HSU akan turun hujan pada 6 September namun ternyata hari ini. 

“Hujan ini masih belum masuk musim penghujan,” ujarnya. 

Syamrani menambahkan usai kemarau panjang dan turun hujan dikhawatirkan akan ada longsor sehingga untuk rumah warga yang berada di tepian sungai. 

HSS Juga Ketiban Hujan

Hujan juga terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan pada siang hari ini.

Sejumlah wilayah dan kecamatan dilaporkan telah diguyur hujan sejak siang sekitar pukul 15.00 Wita, setelah langit terpantau mendung, Senin (7/9/2026).

Warga bahkan mendokumentasikan turunnya hujan yang terjadi dan memasang di berbagai status Media Sosial (Medsos).

DIGUYUR HUJAN - Hujan terjadi di wilayah Kandangan Kota disertai angin kencang, sekitar pukul 15.39 Wita, Senin (7/9/2026).
DIGUYUR HUJAN - Hujan terjadi di wilayah Kandangan Kota disertai angin kencang, sekitar pukul 15.39 Wita, Senin (7/9/2026). (Banjarmasin Post/Adiyat Ikhsan)

Di wilayah Kandangan Kota, hujan terjadi sekitar pukul 15.35 Wita disertai angin kencang meski intensitas waktu tidak terlalu lama.

“Alhamdulillah. Akhirnya turun hujan, semoga asap juga cepat hilang,”ungkap Mama Aldo di warungnya.

Terpisah, hujan juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Telaga Langsat yang lebih awal dari Kandangan Kota.

Camat Telaga Langsat, Riduan, menyampaikan hujan cukup deras disertai angin.

“Hampir merata di wilayah Telaga Langsat, meski begitu tidak terlihat kilatan petir. Namun, hujannya cukup deras dan lumayan lama,” bebernya.

Turunnya hujan di tengah situasi musim kemarau mengakibatkan kekeringan, disertai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang mengakibatkan asap, telah dinanti-nanti warga.

“Kita berharap akan berdampak untuk menekan Karhutla dan menyudahi kondisi kekeringan. Semoga selanjutnya juga kembali hujan, serta ini menjadi pertanda masuknya musim hujan,” ungkapnya.

Ditambahkan Camat, apalagi kondisi saat ini di wilayah Telaga Langsat terjadi kondisi kekeringan yang mengakibatkan warga kekurangan air bersih.

HST Juga Kena Guyur

 Tak hanya disambut antusias secara langsung, turunnya hujan juga ramai dibagikan warga Barabai melalui media sosial, khususnya status WhatsApp Messenger.

Sejumlah status warga berisi ungkapan syukur setelah hujan akhirnya turun. Kalimat seperti “Alhamdulillah Hujan”, “Alhamdulillah, bye-bye asap”, hingga “Alhamdulillah, tidak capek-capek lagi menyiram tanaman” bermunculan di status WhatsApp warga.

Unggahan tersebut menjadi gambaran bagaimana hujan begitu dinantikan masyarakat setelah hampir sebulan wilayah HST dilanda kemarau.

Warga Barabai, Hendra Ansari, kepada Banjarmasinpost.co.id, senin, (07/09/2026) mengatakan antusiasme masyarakat menyambut hujan cukup tinggi. Menurutnya, kemarau yang berlangsung kurang lebih sebulan membuat hujan menjadi sesuatu yang sangat dinanti.

“Alhamdulillah,” ujar Hendra.

Bagi warga, hujan kali ini bukan hanya membuat udara terasa lebih sejuk setelah cuaca panas dan kering. Air hujan juga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air serta menyegarkan kembali tanaman yang selama kemarau harus rutin disiram.

Terlebih sebelumnya, sejumlah wilayah di HST mulai mengalami kekeringan akibat minimnya curah hujan. Karena itu, turunnya hujan disambut dengan rasa syukur oleh masyarakat.

Hujan yang turun deras tersebut juga membawa harapan baru bagi warga agar kondisi kekeringan dan kabut asap yang sempat terjadi di sejumlah wilayah HST dapat berangsur berkurang.

Ini Penjelasan BMKG Kalsel

Setelah cukup lama diterpa cuaca panas, sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) akhirnya turun hujan pada Senin (7/9/2026) siang.

Hujan lebat dilaporkan turun di beberpaa kecamatan yang ada di daerah Kabupaten Balangan.

Selain itu, pada waktu yang hampit bersamaan, hujan juga dilaporkan mengguyur sejumlah kawasan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang berbatasan dengan Balangan.

Salah seorang warga Balangan, Samudera, mengatakan bahwa hujan di tempatnya mulai turun sekitar pukul 14.00 Wita. 

Sebelumnya sudah terlihat tanda-tanda akan turun hujan dari awan gelap di langit.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Stakli) Kalsel juga mencatat terjadinya hujan di sejumlah wilayah di Kalsel pada 5 dan 7 September 2026.

Staf PMG Pertama Staklim Kalsel, Yuni Dwiyanti, mengatakan hujan yang turun dalam beberapa waktu terakhr ini bukan berarti menandakan musim peralihan.

“Iya, hujan memang terjadi di beberapa wilayah Kalsel dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi tersebut belum bisa menjadi indikasi bahwa Kalsel sudah memasuki musim peralihan ya,” katanya kepada Bpost, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, berdasarkan pemantauan Staklim, secara umum, wilayah Kalsel saat ini masih berada pada musim kemarau. 

Meski demikian, Staklim Kalsel memprediksi masih akan terjadi hujan lokal dalam beberapa waktu kedepan.

“Hujan lokal tetap berpeluang terjadi karena dinamika atmosfer dan pertumbuhan awan konvektif,” jelasnya.

Lanjut Yuni, saat ini juga tengah dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalsel untuk mendukung penanganan karhutla.

OMC dilakukan dengan penyemaian garam NaCl pada awan-awan yang dinilai potensial, seperti di wilayah Tanahlaut dan Tanahbumbu.

“Jadi, adanya hujan dalam beberapa hari ini belum serta-merta menunjukkan masuknya musim peralihan. Untuk menentukan perubahan musim, BMKG melihat kecenderungan curah hujan dalam periode yang lebih panjang,” katanya

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid/Muhammad Syahrin/Reni Kurniawati/Adiyat IkhsanStanislaus sene/Rizki Fadillah)).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.