Reaksi Warga Kotabaru Pasca Angkutan BTS Trans Saijaan Kembali Mengaspal, Sempat Dihentikan 5 Hari
Edi Nugroho September 07, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Reaksi warga Kotabaru pasca angkutan BTS Trans Saijaan Kembali Mengaspal, sempat dihentikan lima hari.

Setelah sempat dihentikan per 2 September tadi, operasional Buy The Service (BTS) Trans Saijaan kini kembali mengaspal.

Per hari ini, layanan angkutan gratis dari Dishub Kotabaru tersebut kembali beroperasi untuk tujuh koridor yang ada.

Pantauan di sejumlah ruas jalan di kawasan dalam kota, unit Grand Max ber-AC ini kembali melayani masyarakat.

Baca juga: Terdakwa Pemalsuan Surat Tanah di HSS Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pelapor Ungkap Kecewa

Baca juga: Duduk Persoalan Aksi Balap Liar di Kawasan Perkantoran Tapin Kalsel Belum Juga Bisa Diatasi

Antusias masyarakat yang menggunakan angkutan ini juga terlihat seperti biasanya.

Meski belum ada kejelasan spesifik mengapa sempat dihentikan mendadak dengan alasan keterbatasan anggaran, program yang menggantikan angkutan eksisting taksi hijau ini dipastikan kembali berlangsung gratis hingga akhir Desember 2026.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kotabaru,  Awaludin usai memimpin rapat paripurna siang tadi,  Senin (7/9/2026).

Disampaikan Awal, karena Bupati Kotabaru telah mengambil langkah kebijakan Trans Saijaan dilanjutkan.

"Kita saat ini melakukan evaluasi, intinya bupati memberikan program yang pro rakyat. Kalau ini sangat dibutuhkan masyarakat tentunya pasti setuju," sebut legislatif dari Fraksi PAN ini.

Evaluasi sendiri tidak lain agar anggaran yang digunakan tepat sasaran sebagaimana dibutuhkan masyarakat dan tentunya menyesuaikan keuangan daerah.

Tak lepas dari itu, di 2027 berdasarkan KUA PPAS yang baru disetujui juga disertakan penganggaran untuk Trans Saijaan yang menyasar sebagai angkutan desa. 

Sempat Kebingungan

Duduk persoalan operasional BTS Trans Saijaan Kotabaru dihentikan, sebulan pernah ujicoba 

Baru sebulan berlangsung ujicoba, operasional By The Service (BTS) Trans Saijaan resmi dihentikan, Rabu (2/9/2026).

Penghentian dinilai sepihak, karena hanya berdasarkan surat yang disampaikan Dinas Perhubungan Kotabaru kepada General Manager Perum Damri Cabang Banjarmasin yang selama ini menjadi operator operasional.pada Selasa (1/9/2026).

Per hari ini, dengan dihentikannya operasional, jalanan di kawasan kota, Kabupaten Kotabaru pun lengang dari BTS Trans Saijaan ber-AC ini.

Sebanyak 40 unit lebih armada Grand Max ini pun kini terparkir di kawasan Terminal Stagen, Kecamatan Pulaulaut Utara.

"Iya hari ini tidak ada terlihat Trans Saijaan yang baru itu, padahal biasanya banyak seliweran," ujar Nurul, warga yang juga terkejut adanya penghentian operasional mendadak ini.

Disampaikan Sekretaris ORGANDA Kotabaru, H Sadi Noor, pihaknya sangat terkejut dengan adanya penghentian secara tiba-tiba

Ia pun tidak mengerti dan mempertanyakan siapa dan apa alasan yang menghentikan ini secara dadakan dan sepihak.

"Alasannya apa, harus jelas. Jadi kalau hanya persoalan pemborosan, misal. Bisa lah kita bicarakan terlebih dahulu. Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat," ujarnya.

 Ia pun menyampaikan, sepanjang Agustus ujicoba berlangsung, masyarakat sangat antusias menggunakan layanan transportasi publik ini.

Menurutnya, pihaknya hanya bertugas mengoordinasikan agar Trans Saijaan berjalan lancar, dan masyarakat pun sudah merasa senang dengan kehadirannya.

Sadi yang juga merangkap sebagai legal Organda Kotabaru ini pun mengatakan, sejumlah dampak lain juga akan menyeruak dengan adanya pemberhentian ini.

Seperti perjanjian dengan Damri, sejumlah pihak juga merasa dirugikan, seperti akad kepemilikan unit secara pribadi, meskipun nantinya dengan skema subsidi.

"Dan ini sudah ada anggaran dan disepakati, bahkan untuk 2027 sudah diusulkan. Jika tidak disetujui, sejak awal sudah ditahan," ujar Sadi

Pihaknya pun berharap operasional ini bisa berlanjut, setidaknya satu dua tahun, atau kontrak pertama hingga akhir Desember 2026 ini selesai. 

Sementara itu, Manager Perum Damri/BTS Transsaijaan, Iwa Kartiwa mengaku juga baru dapat surat penghentian operasional per malam tadi.

Pihakanya pun akan mempertanyakan kenapa dihentikan, mengingat banyak yang terdampak dengan keputusan ini.

Seperti driver yang sudah dikontrak, ada staf dan karyawan, belum lagi unit BTS yang sudah di-DP perorangan yang harus mengeluarkan uang.

"Kontrak selama lima bulan, karena dihentikan sebelum waktunya, ini betul melanggar kontrak," sebutnya. 

Terkait adanya kebijakan yang menuai polemik ini, Asisten II Setda Kotabaru, Murdianto mengatakan masih belumm isa memastikan apa pertimbangan urgensinya.

"Tapi dari surat yang ada kita bisa mengetahui, tapi belum memastikan secara objektif bahan pertimbangannya. Sehingga dalam konteks ini kami perlu berkomunikasi dengan Kepala Dishub Kotabaru," jelasnya.

Adapun isi surat pemberhentian operasional Trans Saijaan yang disampaikan ke Damri di antaranya berkenaan evaluasi, sesuai dengan surat pesanan Nomor 500.11/021/BIDANGK/DISHUB/2026 tanggal 11 Juni 2026.

Sejumlah poin ya.g dimuat di antaranya:

1. Terhitung mulai tanggal 02 September 2026 penyelenggaraan Layanan Buy The Service Angkutan Perkotaan Trans Saijaan yang difasilitasi oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Kotabaru dinyatakan Diberhentikan.

2. Keputusan pemberhentian layanan ini diambil sehubungan dengan keterbatasan anggaran yang dialokasikan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kotabaru untuk pembiayaan operasional.

3. Sehubungan dengan keterbatasan anggaran kami tersebut, maka dipersilakan kepada Perum Damri Cabang Banjarmasin dan bagi setiap pemilik / pengelola armada untuk dapat mengoperasikan dan mengomersilkan unit kendaraannya secara mandiri sesuai dengan ketentuan perizinan dan regulasi angkutan umum yang berlaku.

4. Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Perhubungan mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan, kerja sama, dan dedikasi Perum Damri Cabang Banjarmasin beserta para pemilik, pengelola armada dan seluruh pihak yang terlibat pada Layanan Buy The Service Angkutan Perkotaan Trans Saijaan di Kabupaten Kotabaru.

Simak 5 Tips Mudik Nyaman Naik Angkutan Umum

Mudik Lebaran tak harus selalu menggunakan kendaraan pribadi, namun juga angkutan umum mulai dari bus hingga pesawat.

Meski begitu, mudik menggunakan angkutan umum tidak selalu seperti yang dinginkan. Apalagi banyak masyakarat yang juga mudik naik angkutan umum.

"Menurut Kemenhub, mudik Lebaran kali ini terdapat 22,83 juta pemudik yang akan menggunakan angkutan umum," ujar Ketua Harian YLKI Tulus Abadi dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

"Angka ini mengalami kenaikan sebesar 4,41 persen daripada tahun sebelumnya," sambung dia.

Namun demikian, pemudik bisa menyiapkan segala sesuatunya agar nyaman dan aman selama mudik.

Berikut ini 5 tips mudik nyaman naik angkutan umum dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

1. Datang lebih awal di stasiun atau terminal bus atau pelabuhan maupun bandara

Ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sehingga proses persiapan (check in dan sebagainya) tidak terhambat. Pastikan tiket atau kode booking dan kartu identitas yang masih berlaku tidak tertinggal.

2. Hindari membawa barang terlampau banyak dan siapkan uang tunai secukupnya

Estimasi berapa biaya yang dibutuhkan untuk perjalanan seperti makan, minum dan biaya-biaya kecil lainnya. Tetaplah waspada, selama musim mudik tingkat kejahatan di terminal, stasiun, pelabuhan maupun bandara relatif meningkat. 

3. Membawa obat-obatan pribadi

Ini terutama bila Anda memiliki riwayat gangguan kesehatan yang bisa muncul tiba-tiba.

Bawa obat-obatan penting seperti obat anti mabuk, obat sakit kepala, dan pegal-pegal untuk antisipasi. Vitamin juga diperlukan.

4. Catat nomor penting akses poin pengaduan

Manfaatkan nomor tersebut jika terjadi permasalahan dalam perjalanan selama mudik. Sampaikan pengaduan dengan bahasa yang baik, sopan dan kronologis yang jelas. 

5. Upayakan menunggu jemputan keluarga atau transportasi umum di tempat yang ramai

Ini dilakukan guna menghindari tindak kejahatan, terutama jika tiba di tujuan masih atau sudah malam. Langkah ini dapat memperkecil peluang terjadi tindak kejahatan.

(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.