SURYA.co.id - Atmosfir Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North kembali memanas. Di tengah persaingan ketat di lapangan, tribun penonton justru menyajikan pemandangan emosional.
Smamda Brotherhood, sebutan suporter setia SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, mencuri perhatian lewat koreografi megah bertema Spider-Man pada laga Jumat (4/9).
Bukan sekadar aksi visual, koreografi ini membawa pesan filosofis yang mendalam: kekalahan bukanlah titik henti, melainkan anak tangga menuju kematangan.
Dalam laga penentuan juara Grup G melawan SMAN 15 Surabaya, tribun Smamda Brotherhood dihiasi oleh tiga sosok Spider-Man ikonik—versi Tobey Maguire, Andrew Garfield, dan Tom Holland.
Di bawahnya, terbentang spanduk besar bertuliskan kalimat motivasi: “We never lose, we either win or learn.”
Rhama Abiyyu Zaky, Ketua Kreatif Smamda Brotherhood, mengungkapkan bahwa konsep ini dipilih karena relevansi kisahnya dengan perjalanan tim basket sekolah mereka.
“Ketiga Spider-Man itu kan juga pernah kalah berkali-kali, tapi mereka belajar dari kekalahan mereka,” tutur Rhama menjelaskan alasan pemilihan karakter pahlawan super tersebut.
Ia menambahkan bahwa semangat ini adalah refleksi nyata bagi tim basket Smamda. “Walaupun kita sering kalah, kita tetap beradaptasi dan belajar dari pertandingan-pertandingan sebelumnya,” ujarnya.
Aksi kreatif ini didukung oleh properti yang tidak main-main. Smamda Brotherhood menampilkan Spider-Man 4D berukuran 5 x 3 meter yang memiliki proses pembuatan cukup rumit.
Properti tersebut dibangun menggunakan rangka besi yang dibentuk dengan rotan, dilapisi koran, lalu difinishing dengan dempul sebelum tahap pengecatan.
“Jadi itu sebenarnya cuma rangka, bagian dalamnya kosong,” jelas Rhama mengenai detail teknis properti yang memakan waktu pembuatan hingga tiga minggu tersebut.
Selain properti 4D, latar belakang bertema futuristis Spider-Man 2099 (Miguel O’Hara) berukuran 26 x 11 meter juga terpampang megah. Menariknya, bagian latar belakang ini menjadi tantangan terberat karena pengerjaannya yang sangat mepet.
“Yang paling susah itu background, karena cuma 3 hari bikinnya. Banyak orang yang harus bergerak dan main warna di bagian langit,” ungkapnya. Secara keseluruhan, seluruh elemen koreografi ini disiapkan dalam waktu sekitar delapan hari.
Meski dukungan dari tribun begitu masif, tim basket SMA Muhammadiyah 2 Surabaya harus mengakui keunggulan SMAN 15 Surabaya dengan skor akhir 14-29. Hasil ini membuat Smamda harus merelakan status juara Grup G.
Namun, sesuai pesan yang mereka bawa, perjuangan belum usai. Smamda masih memiliki peluang untuk lolos ke babak berikutnya melalui jalur runner-up terbaik. Kepastian nasib mereka akan ditentukan setelah seluruh rangkaian pertandingan Round 1 berakhir pada 6 September 2026.
Semangat yang dibawa Smamda Brotherhood membuktikan bahwa dalam kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day, kemenangan memang tujuan, tetapi proses belajar dari kekalahan adalah kemenangan yang sesungguhnya.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan aksi-aksi memukau suporter dan atlet pelajar lainnya, seluruh pertandingan DBL musim ini dapat dipantau melalui kanal YouTube DBL Play dan siaran final di YouTube Good Day ID.