Veronica Tan hingga Psikolog Soroti Pentingnya Peran Keluarga Mendukung Tumbuh Kembang Anak
Willem Jonata September 08, 2026 12:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar dan mengenal berbagai hal di sekitarnya.

Rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang awal bagi anak dalam memperoleh pengalaman dan pengetahuan.

Interaksi yang terjalin di dalam keluarga turut berpengaruh terhadap rasa aman, kepercayaan diri, hingga keberanian anak ketika mencoba dan mengeksplorasi hal-hal baru.

Baca juga: Hari Anak Nasional, Wamen PPPA Veronica Tan Dorong Intervensi Gizi dan Edukasi

Atas dasar itu, keterlibatan orang tua, terutama ibu, memiliki peranan penting dalam menghadirkan proses belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak sejak usia dini.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kolaborasi OREO dan Fatayat NU melalui program OREO Berbagi Inspirasi bertajuk "Dorong Generasi SERU Tumbuh Lebih Bermakna Melalui Pembelajaran Seru".

Program tersebut dihadirkan untuk memperkuat peran ibu dalam membangun ekosistem yang ramah anak, khususnya yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Veronica Tan menilai perempuan yang memiliki daya dan kemampuan untuk berkembang dapat memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan keluarga maupun lingkungan sosial di sekitarnya.

Menurut Veronica, salah satu hal yang tidak boleh luput dari perhatian orang tua adalah keterlibatan mereka dalam masa tumbuh kembang anak.

"Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana kita memberikan waktu kepada anak pada masa tumbuh kembangnya," kata Wamen Veronica kepada awak media, Senin (7/9/2026).

Ia menambahkan, berbagai hal yang dilakukan dan ditunjukkan orang tua dapat menjadi bagian dari proses anak dalam belajar dan membentuk dirinya.

"Apa yang dilihat, kata-kata yang keluar, serta cinta kasih yang diberikan orang tua akan diperhatikan oleh anak. Karena itu, mari kita berkomitmen meluangkan waktu bersama anak, untuk mendidik dan mendampingi mereka," lanjutnya.

Pentingnya keterlibatan ibu dalam proses pendidikan anak di lingkungan keluarga juga disampaikan Wakil Sekretaris PP Fatayat NU, Hj. Kusnainik.

Ia memandang ibu dapat mengambil posisi penting dalam menciptakan suasana rumah yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak.

Menurutnya, lingkungan keluarga yang suportif dapat membantu anak menjalani proses belajar sekaligus mendukung perkembangan berbagai potensinya.

"Sebagai organisasi perempuan, Fatayat NU juga terus mendorong para ibu untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan," ungkapnya.

Kondisi Emosional Pengaruhi Proses Belajar Anak

Psikolog Anak dan Keluarga Irma Gustiana A. turut menjelaskan bahwa kesiapan emosional merupakan salah satu aspek yang berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam menerima proses pembelajaran.

Anak cenderung lebih mudah belajar ketika merasa aman, mendapatkan penghargaan, serta diberikan ruang untuk mencoba tanpa dihantui rasa takut ketika melakukan kesalahan.

"Anak akan lebih mudah belajar ketika merasa aman secara emosional, dihargai, dan memiliki kesempatan bereksplorasi tanpa takut melakukan kesalahan," jelas Irma.

Menurut Irma, suasana belajar yang positif juga dapat memberikan manfaat lebih luas terhadap perkembangan anak.

"Suasana belajar yang menyenangkan juga dapat membangun rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan keberanian mencoba hal baru," lanjutnya.

Belajar Tak Harus Selalu di Dalam Kelas

Proses pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sederhana yang dekat dengan keseharian anak.

Konsep belajar sambil bermain misalnya, dapat diterapkan melalui aktivitas seperti membaca buku, mengobrol, bermain, hingga mencoba pengalaman baru bersama orang tua.

Kegiatan tersebut bukan hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan anak, tetapi juga dapat memperkuat kedekatan emosional antara orang tua dan buah hati.

Di saat yang sama, aktivitas sehari-hari tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan berbagai kemampuan, mulai dari literasi, numerasi, sains hingga bahasa.

Country Head of Corporate and Government Affairs Mondelēz Indonesia Marfusita Hamburgiwati menilai interaksi yang dibangun melalui kebersamaan keluarga dapat memberikan pengalaman positif bagi anak.

Ia mengatakan, waktu yang dihabiskan bersama orang tua dapat menjadi kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

"Ketika kebersamaan dihadirkan melalui aktivitas seperti belajar dan bermain bersama, anak dapat merasa lebih nyaman untuk bereksplorasi, mencoba hal baru, dan mengembangkan potensinya," ujarnya.

(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.