TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar masih tertahan di Kota Medan, Sumatera Utara, akibat dampak erupsi Gunung Sinabung dan Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026) pagi.
Ketua Dewan Pembina UMI Prof Dr HM Mansyur Ramly MS, Ketua Yayasan Badan Waqaf UMI Prof Dr Hj Masrurah Mochtar, Rektor UMI Prof Dr Hambali Thalib MH, dan sejumlah staf belum dapat kembali ke Makassar.
Prof Mansyur Ramly membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, keterlambatan perjalanan menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan sejumlah sahabat lama di Medan.
"Inilah takdir pimpinan UMI di Medan, kami ambil hikmahnya saja dan lebih banyak bertemu sahabat lama di sini," ujar Prof Mansyur kepada Tribun, Selasa pagi.
Mantan Rektor UMI periode 1997–2004 itu mengatakan, dirinya saat ini berada di Terminal Keberangkatan Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Kabupaten Deli Serdang, sekitar 25 kilometer sebelah timur Kota Medan.
"Insyaallah, 10 menit lagi boarding ke Jakarta. Semoga di Jakarta, segera dapat tiket ke Makassar," katanya.
Di Makassar, Wakil Rektor III UMI Prof Dr H Kamal Hijaz MH mengatakan, perjalanan rombongan pimpinan UMI tertunda akibat dampak erupsi gunung yang mengganggu penerbangan.
Padahal, pimpinan UMI dijadwalkan membuka gelombang pertama pekan pesantren kilat mahasiswa baru di Pesantren Darul Mukhlisin UMI, Senin (7/9/2026).
Pesantren tersebut berada di Desa Padanglampe, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), sekitar 65 kilometer dari Kota Makassar.
Karena masih tertahan di Medan, Prof Mansyur Ramly dan Prof Masrurah Mochtar hanya dapat menyaksikan pembukaan kegiatan tersebut secara daring.
Sebelumnya, rombongan pimpinan UMI berada di Medan untuk menghadiri rangkaian seminar dan pertemuan Green Ecology yang digelar Yayasan Wakaf Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) dan Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta se-Indonesia (BKSPTIS).
Kegiatan yang berlangsung 4–5 September 2026 itu mengusung tema "Ekosistem Syariah: Inisiasi Wakaf Hijau dan Pengembangan Ekosistem Halal Sumatera Utara Menuju Indonesia Emas 2045".
Acara tersebut juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mochammad Jumhur Hidayat.
Menurut Prof Kamal Hijaz, rombongan juga bersilaturahmi dengan pimpinan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Medan.
Mereka sebelumnya dijadwalkan tiba di Makassar pada Sabtu (4/9/2026). Namun, perjalanan tertunda akibat gangguan penerbangan yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik.
Selain rombongan tersebut, Wakil Rektor II UMI Prof Dr Ir Zakir Sabara HW juga sempat terdampak penutupan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta.
Pada Minggu (5/9/2026), perjalanan Prof Zakir bersama istrinya tertahan sekitar tujuh jam di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Baca juga: Kapolda, 2 Wakapolda, Irjen Kemenhaj, Warek, 20 Tentara Australia Tertahan di Bandara Makassar
Ia kemudian memperoleh tiket menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang, sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Cikarang, Jawa Barat.
"WR II menghadiri pembaretan anaknya di SMA Taruna President," ujar Prof Kamal Hijaz. (*)