Sosok Febiona Purba, Siswi di Karo Hilang Ingatan dan Sulit Bicara setelah Diduga Keracunan MBG
Weni Wahyuny September 08, 2026 02:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Mengenal sosok Febiona Br Purba alias FB, siswi sekolah di Karo, Sumatera Utara, mengalami gangguan kesehatan usai santap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia merupakan siswi SMK Bersama Berastagi, Karo.

Peristiwa ini merenggut kebiasaan belajar siswi 16 tahun ini yang sebelumnya dikenal sangat aktif dan memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu.

SISWA KERACUNAN MBG - Siswa SMA di Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis. Febiona br Purba (16), salah satu dari ratusan pelajar SMK yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Kamis, 13 Agustus 2026 lalu.
SISWA KERACUNAN MBG - Siswa SMA di Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis. Febiona br Purba (16), salah satu dari ratusan pelajar SMK yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Kamis, 13 Agustus 2026 lalu. (Kompas.com/HENDRI SETIAWAN)

FB merupakan seorang murid yang dikenal memiliki rekam jejak akademik baik di sekolahnya. 

Selain dipercaya menjabat sebagai wakil ketua OSIS, FB merupakan siswa yang konsisten meraih peringkat pertama di kelas. 

Rekan-rekan dan gurunya mengenal FB sebagai sosok yang rajin, disiplin, serta selalu mengutamakan kegiatan belajar mengajar di atas hal lainnya.

Awal Kejadian Diduga Keracunan Makanan

Kondisi kesehatannya mulai terganggu setelah ia menyantap menu ikan tongkol dari program MBG pada Kamis (13/8/2026). 

FB sempat merasa lauk yang disajikan tersebut memiliki rasa yang berbeda dari biasanya. 

Namun, karena kondisi tubuh yang sudah merasa lapar, ia tetap menghabiskan makanan tersebut.

“Rasanya pahit dan keras, katanya. Tapi pikirnya kek gitu rasanya. Makan aja dia karena udah lapar,” kata Elvinus, Ibu FB saat diwawancarai, dikutip dalam Grid.ID, Selasa (8/9/2026).

Setelah menyantap makanan itu, FB mulai merasa pusing di dalam kelas. 

Meski rasa sakit mulai menyerang, sebagai siswa berprestasi yang bertanggung jawab, ia menahan rasa tidak nyaman tersebut dan memilih tetap mengikuti jalannya pelajaran hingga jam sekolah berakhir.

Rasa pusing yang dialami FB semakin memuncak sesampainya di rumah. 

Kondisi fisiknya merosot tajam ditandai dengan munculnya gatal-gatal di seluruh badan dan rasa lemas yang luar biasa. 

Ia juga sempat muntah setelah meminum susu steril Bear Brand. Melihat kondisi anaknya yang kian kritis, sang ibu, Elvinus Lusiana Sitanggang (49), meminta bantuan anggota TNI yang berada di depan rumahnya untuk melarikan FB ke RSU Kabanjahe.

“Itu posisinya sudah gak sadar. Sesudah setengah jam di rumah sakit, baru sadar dia,” ungkap sang ibu.

Setelah sempat menjalani perawatan selama tiga hari di RSU Kabanjahe, FB diperbolehkan pulang. 

Namun, tak lama kemudian ia kembali mengalami kejang-kejang hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Berastagi. Selama tiga minggu berturut-turut, kondisi kesehatan FB terus naik turun. 

Ia sempat merujuk ke Rumah Sakit Umum Haji Medan selama satu minggu, sebelum akhirnya menjalani rawat jalan dan kontrol berkala ke RSUP Adam Malik. 

Kondisi kejang berulang kembali dialaminya pada Sabtu (5/9/2026) hingga harus dibawa ke Rumah Sakit Amanda.

Baca juga: Diduga Keracunan MBG, Siswi di Karo Disebut Hilang Ingatan dan Sulit Bicara, Ini Kronologinya

Dampak pada Kemampuan Bicara dan Daya Ingat

Rangkaian perawatan di berbagai rumah sakit tersebut menunjukkan dampak fisik yang cukup berat pada tubuh FB. 

Elvinus menjelaskan bahwa keluhan terparah ada pada organ mulut anaknya, di mana posisi lidah tampak tertarik ke dalam sehingga FB kesulitan untuk berkomunikasi secara lancar.

“Lidahnya agak masuk ke dalam. Sampai ngomong pun dia agak sulit,” katanya saat ditemui di depan RSUP Adam Malik pada Senin (7/9/2026).

Selain kendala fisik pada lidah, keracunan ini juga menyebabkan FB mengalami gangguan daya ingat yang parah. 

Saat dirawat di rumah, FB sama sekali tidak mampu mengingat sosok orang-orang terdekat yang datang berkunjung, termasuk kerabat dan teman-teman sekolahnya sendiri.

“Contohnya keluarga. Bibinya kalau datang, ini siapa. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu (gak ingat). Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun gak kenal,” sebutnya.

Membawa anaknya berobat dari rumah sakit ke rumah sakit lainnya  menjadi perjalanan panjang dan meguras emosi bagi Elvinus. 

Meskipun dalam kondisi linglung dan tidak mengenali lingkungan sekitarnya, FB yang sangat mencintai dunia pendidikan terus mengutarakan kerinduannya untuk bisa kembali duduk di bangku sekolah.

“Kami pun capek. Tolong dikasih obatnya yang tepat. Dia selalu bilang mau sekolah. Tapi kayak mana mau kita kasih sekolah,” tuturnya.

Reaksi Kepala BGN

Melansir Kompas.com, Kepala (BGN) Sudaryono menyampaikan, pihaknya akan membuka secara gamblang hasil investigasi dan tidak akan menutup-nutupi hasilnya.

 Ia juga mengakui ada kelalaian pihak SPPG dan menjadi penyebab insiden keracunan ini.

"Kita akan terbuka, semuanya kita akan buka, kalau penyebab berasal dari ikan yang tidak diletakkan di ruang pendingin lebih dari 12 jam. Hasil uji sudah ada di dinas kesehatan, itu ada kelalaian yang fatal dan kita sudah lakukan penutupan dapur, dan kepala SPPG sudah kita copot," ujarnya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.