Update Sebaran Abu Vulkanik GAK, BMKG: Sudah Mengarah ke Samudera Hindia
Reny Fitriani September 08, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Update sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), kini mulai menunjukkan penurunan.

Baca Juga: Kasus ISPA di Lampung Mulai Naik, Diskes Ingatkan Dampak Abu Vulkanik GAK

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik GAK pada hari ini tidak lagi terpantau mencapai wilayah Lampung.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung, Rudi Harianto, mengatakan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga mengalami penurunan.

"Kalau dari PVMBG bahwa statusnya ini sudah kekempaan dan juga erupsinya sudah menurun," kata Rudi, Selasa (8/9/2026) Pukul: 14.00 WIB.

Ia menjelaskan, berdasarkan citra satelit, sebaran asap dan abu vulkanik pada ketinggian sekitar 7.000 kaki bergerak ke arah selatan hingga barat daya.

Sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah Banten bagian barat laut hingga Samudra Hindia di barat laut Banten.

"Debu vulkanik ini sudah mengarah ke Samudra Hindia," ujarnya.

Berbeda dengan kondisi sebelumnya, ketika abu vulkanik sempat terpantau hingga wilayah Lampung, pada hari ini BMKG tidak lagi mendeteksi keberadaan abu vulkanik di sekitar wilayah Bandara Radin Inten II.

"Kalau kemarin kan debu vulkanik sampai di wilayah Lampung. Untuk hari ini pantauan kami sampai di bandara sudah tidak ada, sehingga per hari ini Bandara Radin Inten II sudah bisa dibuka lagi," jelasnya.

Cuaca Lampung Masih Didominasi Cerah

Di sisi lain, kondisi cuaca di Provinsi Lampung saat ini masih dipengaruhi puncak musim kemarau.

Rudi menyebut cuaca Lampung cenderung cerah hingga cerah berawan.

Potensi hujan dalam beberapa hari ke depan juga diprediksi masih rendah.

"Untuk potensi atau prospek tiga hari ke depan, untuk hujan itu juga diprediksi masih sedikit. Potensi hujan itu sangat kecil sekali," katanya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap memperhatikan informasi cuaca terkini dari BMKG, khususnya apabila terjadi perubahan cuaca yang signifikan.

Rudi mengatakan pemantauan sebaran abu vulkanik melalui citra satelit diperbarui setiap satu jam.

Sementara informasi prakiraan cuaca secara umum diperbarui satu kali dalam sehari.

"Kalau ada perubahan signifikan atau ada cuaca ekstrem, kita informasikan dengan cepat," ujarnya.

Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca dan informasi terkait kondisi atmosfer melalui kanal resmi Info BMKG.

Untuk informasi wilayah Lampung, masyarakat juga dapat mengakses laman resmi BMKG Lampung serta media sosial @bmkglampung.

(TribunLampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.