Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan bahwa program pelatihan berbasis kompetensi memberikan manfaat besar dan menjadi langkah positif bagi para peserta.
Menurutnya, lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi belum tentu langsung memiliki keterampilan praktis, sehingga melalui pelatihan inilah mereka ditempa dan dibekali keahlian yang nyata.
Hal itu disampaikannya dalam acara Penutupan Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Penyerahan Bantuan Peralatan dari Dana DBH-CHT Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, pada Selasa (8/9/2026).
Haerul menekankan bahwa ke depan, jenis pelatihan atau keterampilan yang diberikan kepada peserta harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar dan kondisi daerah.
Ia mengingatkan penyelenggara agar tidak hanya berfokus pada pelatihan yang sama secara terus-menerus.
Baca juga: 46 Calon PMI NTB Ikuti Pelatihan Magang Jepang, Gubernur Tekankan Disiplin dan Investasi Masa Depan
"Diperlukan pemetaan terhadap kebutuhan masyarakat yang menyesuaikan latar belakang serta potensi Sumber Daya Alam (SDA) di lingkungan tempat tinggal peserta. Penyedia pelatihan perlu jeli melihat peluang," ujar Iron sapaan akrabnya.
Selain itu, Iron juga menekankan pentingnya keselarasan antara keterampilan yang diasah dengan bakat peserta.
Bantuan peralatan yang diberikan hendaknya disesuaikan dengan minat dan kebutuhan di wilayah masing-masing.
"Saya menilai pelatihan kekinian seperti content creator sangat positif dan perlu terus didorong keberlanjutannya," jelasnya.
Iron menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada para peserta yang telah menerima bantuan peralatan.
Ia berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal.
Iron berharap komunikasi dan koordinasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketenagakerjaan Lombok Timur dapat senantiasa terjaga dengan baik.
"Jangan ragu untuk datang kembali memperdalam ilmu jika membutuhkan pemantapan materi agar semakin percaya diri," pesan Iron.
Perwakilan BPVP Lombok Timur, Haeruziyat, menyampaikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan telah menyalurkan anggaran APBN ke sejumlah lembaga pelatihan untuk menekan angka pengangguran yang saat ini mencapai 31 ribu orang.
Fokus utama program ini adalah meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri, bukan sekadar minat pribadi, sehingga lulusan pelatihan siap kerja maupun berwirausaha.
Pada Agustus 2026, pemerintah pusat memberikan Anggaran Belanja Tambahan, di mana LLK Selong menerima alokasi pelatihan bagi 720 peserta yang dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa batch (gelombang).
Selain mendapatkan ilmu dari para instruktur, para peserta juga difasilitasi dengan peralatan penunjang usaha.
"Kami mengimbau para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh demi membuka peluang karier sekaligus memberi ruang bagi calon peserta di gelombang berikutnya," tutup Haeruziyat.
Acara yang berlangsung di Pendopo Bupati tersebut dirangkaikan dengan penyematan kartu nama secara simbolis.
Selanjutnya, Bupati bersama Wakil Bupati Lombok Timur Edwin Hadiwijaya menyerahkan bantuan peralatan dari dana DBH-CHT secara simbolis kepada perwakilan penerima.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris.
(*)