Jelang MotoGP Mandalika 2026, Pemprov NTB Siapkan Penerbangan Ekstra dan Evaluasi Tarif Akomodasi
Laelatunniam September 08, 2026 04:22 PM

Laporan Mahasiswa PKL, Hidayatullah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Jelang penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menyiapkan strategi penambahan rute penerbangan domestik hingga internasional.

Hal ini dibahas dalam rapat persiapan Pertamina Grand Prix (MotoGP) di Kantor Gubernur NTB, Selasa (8/9/2026).

Pemprov NTB beserta perwakilan airlines di Bandara Internasional ZAM (BIZAM) menyampaikan akan menyiapkan tujuh maskapai penerbangan, mencakup rute domestik dan internasional.

"Tadi Pak Gubernur memimpin rapat Zoom bersama perwakilan airlines yang operate di Bandara BIZAM. Ada tujuh airlines, baik yang domestik maupun yang internasional," ujar Asisten II Setda NTB, Lalu Moh. Faozal , Selasa (8/9/2026).

Faozal menjelaskan, maskapai yang akan digunakan untuk jalur internasional adalah Scoot dan AirAsia, melayani rute Singapura dan Kuala Lumpur.

"Yang internasional ada Scoot dan ada AirAsia, rute Singapura dan rute Kuala Lumpur," ujar Faozal.

Untuk jalur domestik, maskapai yang akan menambah penerbangan ekstra (extra flight) salah satunya adalah Garuda Indonesia, yang beroperasi mulai 8 hingga 12 September 2026.

"Nah, kemudian untuk yang rute domestik, tadi kita pastikan oleh satu, Garuda. Garuda akan ada extra flight mulai tanggal, insyaallah ini, tanggal 8 sampai dengan tanggal 12 extra flight-nya. Dari dua ke tiga flight sehari," tutur Faozal.

Selain itu, maskapai Lion Air juga diminta untuk beroperasi optimal menjelang MotoGP mengingat rute penerbangan yang dimiliki terbilang cukup banyak.

"Semua rute-rute yang memang existing Lion Air itu diminta untuk dioperasikan menjelang MotoGP. Nah, sembari kita menunggu kan Lion itu punya rute yang cukup banyak, baik dari Jakarta, dari Jogja, dari Surabaya, dari Bali, dari Makassar, dari Balikpapan, dari Labuan Bajo, dari Waingapu, dari Tambolaka, ini akan diaktivasi," jelasnya.

Evaluasi Tarif

Mengenai tarif pengunjung, Dinas Pariwisata berencana menyusun kembali penetapan harga agar sesuai dengan tarif pasar, terutama yang berkaitan dengan aturan batas lama menginap (minimal stay).

"Tadi arahan Pak Gubernur segera Dinas Pariwisata akan menyusun kembali tarif yang baru sesuai dengan tarif pasar yang memang ada di price mereka. Ya penyesuaian itu sekali lagi tidak sampai pada penetapan lama tinggal, kemudian harus ada batas atas, batas bawah. Itu akan menyulitkan orang dalam pemesanan dan lain-lain," ujar Faozal.

Dalam ajang MotoGP kali ini, Pemprov NTB juga berencana mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2022 dan menyesuaikan kembali pengaturan tarif akomodasi guna menekan keluhan para pengunjung.

"Yang pasti tadi arahannya Bapak Gubernur, Pergub 9 itu akan kita cabut dan kita atur lagi soal pengaturan tarif untuk akomodasi. Itu selalu menjadi soal, soal akomodasi. Ada yang minta harus 5 hari lama tinggal dan lain-lain. Nah, ini harus kita sesuaikan rentang waktunya agar tidak terlalu lama," terang Faozal.

Dengan adanya penyesuaian tarif dan akomodasi ini, Pemprov NTB berharap dapat mengurangi keluhan dari para wisatawan dan penonton yang akan datang menyaksikan ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika pada Oktober mendatang.

Baca juga: Dibanderol Rp 10–15 Juta per Malam, Ini Fasilitas Mewah Campervan VIP di MotoGP Mandalika 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.