SURYA.CO.ID BANGKALAN - Aksi pencurian biasanya dilakukan cepat dan senyap untuk menghindari risiko. Namun, strategi berbeda dilakukan dua pemuda yang membobol SDN Demangan I, Kota Bangkalan, Jawa Timur, dan terekam CCTV berada di dalam sekolah selama sekitar delapan jam.
Keduanya bahkan sempat makan nasi goreng dan ngopi di ruang guru sebelum menggondol sejumlah barang berharga dari sekolah pada Selasa (8/9/2026) dini hari.
Dalam aksinya, dua pemuda tersebut membawa satu smartphone untuk absensi digital siswa, uang tunai ratusan ribu rupiah, speaker aktif hingga perangkat CCTV dari dua ruang guru.
Keduanya juga membobol etalase kantin sekolah dengan memecahkan kaca. Sejumlah barang dagangan dan uang di dalam etalase turut dibawa.
Aksi mereka terekam CCTV sejak Senin (7/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Kedua pelaku masuk ke lingkungan sekolah dengan pakaian berbeda.
Baca juga: Polisi Tangkap Dua Pelaku Pencurian Kabel PT KAI di Surabaya, Satu Orang Lainnya Buron
Mereka kemudian sempat keluar dari sekolah sebelum kembali lagi sekitar pukul 23.00 WIB.
Dalam rekaman CCTV pukul 02.30 WIB, keduanya terlihat meninggalkan lingkungan sekolah dengan cara berbeda. Satu pelaku mengenakan kaos lengan panjang berwarna hijau dan menyelinap melalui sela pagar gerbang.
Sementara pelaku lainnya mengenakan pakaian serba hitam. Ia terlihat memanjat gerbang sambil membawa totebag berwarna hijau.
"Kami menemukan bungkusan nasi dan bulir-bulir nasi goreng yang tercecer, ada juga gelas bekas kopi. Kami menduga dua pelaku itu masih sempat membungkus nasi dan kopi untuk dimakan dalam ruang guru," ungkap salah seorang guru, Rani.
Aksi pembobolan tersebut baru diketahui ketika sejumlah guru datang ke sekolah pada pagi hari.
Baca juga: Video Maling Panel Listrik PJU di Mayjen Sungkono Viral, Kapolrestabes Surabaya Buka Suara
Kondisi ruang guru berantakan. Seluruh laci meja guru terbuka, sejumlah alat tulis kantor berserakan, sementara pada jendela ruang guru ditemukan bekas congkelan.
"Hand phone absensi tidak ada, uang kas dalam amplop Rp 190 ribu untuk kebutuhan air minum tidak ada, serta uang pecahana 50 ribu di luar amplop juga tidak ada. Para guru kaget karena kondisi ruangan berantakan," pungkas Rani.
Barang-barang yang hilang tersebut diduga diambil pelaku selama berada di lingkungan sekolah.
Lurah Demangan, Mohammad Arifin, didampingi Babinkamtibmas Aipda Sopan Sofyan kemudian mendatangi sekolah yang berada di kawasan padat permukiman penduduk tersebut.
Kedatangan keduanya dilakukan setelah pihak kelurahan mendapat informasi mengenai pembobolan dan pencurian di sekolah.
"Kami sudah menyarankan kepada kepala sekolah untuk membuat laporan secara tertulis ke Polres Bangkalan," singkat Arifin.