Laporan Wartawan Sripoku.com, Ehdi Amin
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - Persoalan minimnya fasilitas dasar di SD Negeri 12 Kota Agung, Kabupaten Lahat, ternyata bukan sekadar keluhan pihak sekolah. Kondisi tersebut kini turut menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Lahat.
Sebelumnya, Kepala SD Negeri 12 Kota Agung, Patianah SPd, mengungkapkan sekolah yang dipimpinnya hingga kini belum memiliki fasilitas sanitasi dasar berupa WC untuk guru maupun murid.
Tak hanya itu, sekolah juga masih kekurangan sejumlah fasilitas penting, seperti ruang guru dan ruang UKS.
Ketua Komisi IV DPRD Lahat, Nanda Pinola Harahap SKM MM, mengaku pihaknya telah menerima banyak laporan mengenai minimnya fasilitas dasar di sejumlah sekolah di Kabupaten Lahat.
Menurut Nanda, persoalan tersebut semakin berat karena keterbatasan anggaran akibat efisiensi. Akibatnya, ruang untuk melakukan perbaikan sarana dan prasarana sekolah menjadi semakin terbatas.
"Kondisi ini bukan hanya di desa saja, bahkan sekolah di area kota ada yang tidak miliki WC. Tapi karena efisiensi, persentasenya semakin sedikit untuk perbaikan sekolah," ujar Nanda, Selasa (8/9/2026).
Nanda menegaskan, Komisi IV tidak akan menutup mata terhadap kondisi sekolah yang masih kekurangan fasilitas dasar. Bahkan, pihaknya telah merencanakan survei langsung ke sejumlah sekolah yang dilaporkan mengalami persoalan serupa.
"Kita prihatin dan tidak akan menutup mata. Ini hak dasar. Soal infrastruktur juga menyangkut kesehatan," tegasnya.
Komisi IV, lanjut Nanda, mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat melakukan pendataan ulang secara serius dan nyata dengan turun langsung ke lapangan.
Menurutnya, data tersebut penting agar pemerintah daerah dapat menentukan sekolah mana yang benar-benar membutuhkan penanganan paling mendesak.
Namun, persoalan muncul ketika pemerintah daerah harus menentukan skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran.
Nanda mencontohkan, beberapa waktu lalu pihaknya menemukan sekolah yang tidak memiliki WC, tetapi pada saat bersamaan jumlah siswanya cukup banyak.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan tambahan ruang kelas menjadi lebih mendesak karena siswa tidak lagi diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar siang hari.
"Komisi IV memastikan, persoalan fasilitas dasar sekolah akan tetap dikawal. Setelah melakukan survei lapangan, kita juga telah menjadwalkan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian Pendidikan untuk membahas persoalan sarana dan prasarana pendidikan," sampainya.
Baca juga: Miris! SDN 12 Kota Agung Lahat Tak Punya WC, Guru dan Murid Terpaksa Buang Air ke Kebun
Sementara itu, Kepala SD Negeri 12 Kota Agung, Patianah SPd, membenarkan kondisi sekolah tersebut.
Ia mengatakan, sejak sekolah dibangun pada 1986, fasilitas WC memang belum tersedia sejak awal. Saat ini sekolah hanya memiliki enam ruang belajar, satu ruangan untuk guru, dan satu ruangan perpustakaan.
"Ya memang seperti itu kondisinya. Sekolah ini sudah banyak melahirkan alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang seperti anggota TNI, guru dan lainnya. Untuk jumlah siswa saat ini ada 61 orang," kata Patianah.
Sementara itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi SE sudah mendapat laporan dan mengetahui kondisi yang dialami SDN 12.
Ditegaskan Bursah, kondisi yang terjadi di SDN 12 akan segera ditindaklanjuti.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com