El Nino Diprediksi Makin Kuat, Bisa Bertahan Sampai Februari 2027
GH News September 08, 2026 05:08 PM
Jakarta -

Fenomena El Nino diprediksi menguat menjadi kategori sangat kuat dalam beberapa bulan ke depan. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebut fenomena tersebut hampir dipastikan bertahan hingga Februari 2027.

WMO menyampaikan El Nino diperkirakan mencapai puncaknya menjelang akhir tahun ini. Namun, dampaknya terhadap iklim diprediksi masih akan terasa hingga 2027.

"El Nino sedang menjadi lebih besar di depan mata kita," beber Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dikutip dari CNA.

El Nino merupakan fenomena iklim alami yang terjadi ketika suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik ekuatorial menghangat. Fenomena ini dapat memengaruhi pola angin, tekanan udara, dan curah hujan di berbagai wilayah dunia.

WMO mengklasifikasikan El Nino dalam empat kategori, yakni lemah, moderat, kuat, dan sangat kuat. El Nino yang saat ini berkembang diperkirakan mencapai kategori tertinggi tersebut.

WMO juga menyebut terdapat kemungkinan hampir 100 persen El Nino akan bertahan hingga Februari 2027. Fenomena ini umumnya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun dan berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan.

Bisa Picu Cuaca Ekstrem

Menguatnya El Nino dikhawatirkan memperparah panas di tengah kondisi bumi yang sudah mengalami pemanasan akibat pembakaran bahan bakar fosil.

Dampaknya juga dapat meningkatkan cuaca ekstrem di berbagai wilayah.

"Peristiwa El Nino yang luar biasa ini berpotensi memberikan pukulan besar bagi masyarakat dan perekonomian di seluruh dunia," kata Kepala WMO Celeste Saulo.

Menurut WMO, dampak El Nino berupa kekeringan dan banjir telah mulai terlihat. Kondisi tersebut diperkirakan semakin meningkat seiring menguatnya fenomena El Nino.

Sektor yang sensitif terhadap perubahan iklim, seperti pertanian, kesehatan, energi, dan air, diminta bersiap menghadapi dampaknya.

Untuk periode September-November, WMO memprediksi kemungkinan suhu di atas normal terjadi di hampir seluruh wilayah daratan. Pola curah hujan juga diperkirakan menunjukkan respons atmosfer yang kuat akibat El Nino di Pasifik.

Suhu permukaan laut di wilayah tengah-timur Pasifik juga terus meningkat. Anomali suhu yang sebelumnya rata-rata 1,5 derajat Celsius di atas normal pada Mei-Juli, naik menjadi sekitar 2,2-2,6 derajat Celsius pada akhir Juli hingga pertengahan Agustus.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.