SURYA.co.id, TRENGGALEK - Hujan gerimis yang turun di sejumlah wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, selama dua hari terakhir belum menjadi tanda bahwa musim penghujan telah dimulai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih belum memastikan kapan awal musim penghujan 2026.
Hujan yang muncul di tengah periode kemarau panjang tersebut disebut masih bersifat lokal dan belum merata.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri, Satria Kridha Nugraha, mengatakan hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir belum cukup untuk menjadi indikator masuknya musim hujan.
Baca juga: Kronologi Pelajar 17 Tahun di Trenggalek Tewas Tenggelam Saat Jelajah Pramuka
"Mungkin hanya hujan yang bersifat lokal mas, tidak merata dan waktunya juga singkat," terang Satria saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (8/9/2026).
Satria mengatakan BMKG saat ini masih menunggu keterangan resmi dari BMKG pusat mengenai awal musim penghujan 2026.
Menurut dia, waktu datangnya musim hujan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan munculnya hujan di sejumlah wilayah.
"Untuk saat ini kami juga menunggu press release resmi dari (BMKG) pusat terkait awal musim hujan," tambahnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan curah hujan bulanan dari Stasiun Klimatologi Jawa Timur, curah hujan pada September hingga Oktober belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Prakiraan BMKG menunjukkan curah hujan hingga Oktober masih berada dalam kategori rendah.
Memasuki November, curah hujan diperkirakan mulai meningkat ke kategori menengah. Namun, peningkatan tersebut belum terjadi secara merata di seluruh wilayah.
"Lalu, curah hujan hingga Oktober masih dalam kategori rendah, November mulai naik ke menengah namun belum merata," jelas Satria.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak langsung menganggap hujan yang turun selama dua hari sebagai pertanda musim penghujan sudah tiba.
Sementara itu, hujan yang turun tetap disambut positif oleh warga Kabupaten Trenggalek.
Herlambang, warga Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengatakan hujan di wilayahnya turun pada dini hari.
Hujan terjadi sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB, tetapi intensitasnya tidak terlalu deras dan berlangsung singkat.
"Sekitar antara jam 3 ke jam 4 subuh. Namun, hanya sebentar," beber Herlambang.
Menurutnya, hujan membuat suhu udara terasa lebih sejuk setelah beberapa waktu terakhir cuaca cukup panas.
Selain itu, air hujan juga membantu membasahi debu yang berada di jalan.
"Hujan jadi adem, Alhamdulillah tidak panas," tandasnya.
Hingga sekitar pukul 12.00 WIB, kondisi cuaca di kawasan perkotaan Kabupaten Trenggalek masih mendung.
Awan tebal menutupi sinar matahari sehingga suasana siang tampak seperti masih pagi. (Madchan Jazuli)