Satgas Pangan Tulungagung Temukan Harga Beras Premium di Atas HET, Bulog Bakal Lakukan Intervensi
Eko Darmoko September 08, 2026 05:35 PM

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Satgas Pangan Kabupaten Tulungagung melakukan inspeksi harga komoditi pangan di Pasar Ngunut, Selasa (8/9/2026).

Tim yang terdiri dari Polres Tulungagung, Bulog Cabang Tulungagung, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengumpulkan data harga beras dan Minyak Kita.

Dari inspeksi ini diketahui harga beras premium ada yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Ada produk yang dijual sudah di atas harga HET. Ini akan menjadi perhatian kita,” jelas Asisten Manajer Pasar Pemerintah Bulog Cabang Tulungagung, Cicik Fauziah.

Lanjutnya, sesuai ketentuan HET untuk beras premium adalah Rp 15.900 per kg.

Namun ada produk yang dijual Rp 81.000 per kemasan 5 kg, atau Rp 16.200 per kg.

Selain itu ada kecenderungan harga semua beras premium naik.

Sebab itu Bulog Cabang Tulungagung akan melakukan intervensi dengan menggelontorkan produk beras premium.

Baca juga: Dugaan Serangan Jantung Usai Minum Obat Kuat, Lansia Tulungagung Meninggal Check-In Bareng Wanita

“Awal bulan sebenarnya sudah mulai kita gelontorkan ke pasar. Besok akan kami lakukan di Pasar Ngunut,” sambung Cicik.

Penggelontoran beras premium bertujuan agar harga beras kelas menengah atas ini lebih terkendali.

Untuk jumlah yang digelontorkan ke pasar, Bulog Cabang Tulungagung masih menunggu kepastian dari Disperindag Tulungagung sebagai pihak yang punya data.

Sementara untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), tidak ada pelanggaran harga jual.

Beras  penugasan resmi dari pemerintah melalui Badan Pangan Nasional ke Bulog ini ditetapkan dengan HET Rp 62.500 per 5 kg, sementara harga tertinggi Rp 60.000 per 5 kg.

Hanya ditemukan pedagang yang menjual hingga 10 kemasan kepada satu orang.

Padahal ketentuannya, pembelian beras SPHP paling banyak adalah 5 kemasan untuk satu orang.

“Ada pedagang melayani penjual nasi goreng, pembeliannya kan banyak, lebih dari 5 pak. Itu yang kami tegur,” ucap Cicik.

Kanit Pidsus Satreskrim Polres Tulungagung,  IPDA Aiman Dzaky Rahadian, pihaknya melakukan pendampingan ke Bulog dan Disperindag.

Pengecekan harga ini bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sesuai dengan aturan pemerintah.

Pihaknya melakukan teguran kepada pedagang yang menjual tidak sesuai ketentuan.

“Untuk tahap awal, diingatkan saja. Ini langkah awal, jika ada yang melanggar, kami menindaklanjuti,” pungkasnya.

Baca juga: Sosok Misterius Doyan Mengintip dan Masuk Rumah Bikin Resah Warga Pulosari Tulungagung

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.