Penulis : Karenina Qur'ani, Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya, Semester VII Jurusan Teknik Komputer
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rekaman video komika asal Palembang, Ali Alkaff, kembali menjadi sorotan dan viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram miliknya, Ali Alkaff menyampaikan permintaan maaf terkait materi stand-up comedy yang sebelumnya dinilai menyinggung sejarah Perang 5 Hari 5 Malam dan Kesultanan Palembang Darussalam.
Ali Alkaff mengatakan materi tersebut disampaikan semata-mata untuk hiburan.
Ia juga mengakui bahwa pengetahuannya mengenai sejarah Perang 5 Hari 5 Malam dan Kesultanan Palembang Darussalam masih terbatas.
Video permintaan maaf tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Suzannita, jurnalis sekaligus konten kreator asal Palembang, melalui akun Instagram @suzannita pada Senin (7/9/2026).
Menurut Suzannita, permintaan maaf yang disampaikan Ali Alkaff merupakan salah satu langkah dalam proses penyelesaian persoalan tersebut.
Sebelumnya, materi stand-up comedy Ali Alkaff menuai keberatan dari sejumlah budayawan, sejarawan, anak pejuang Perang 5 Hari 5 Malam, hingga masyarakat Kota Palembang.
"Setelah video stand-up comedy Ali Alkaff yang menghina Perang 5 Hari 5 Malam dan Kesultanan Palembang Darussalam viral pada Minggu (30/8/2026), para budayawan, sejarawan, dan anak pejuang Perang 5 Hari 5 Malam melakukan somasi pada Ali Alkaff. Kemudian pada Minggu (6/9/2026), Ali Alkaff meminta mediasi kepada para budayawan, sejarawan, dan anak pejuang Perang 5 Hari 5 Malam," ujar Suzannita dalam video tersebut.
Ada 4 Poin yang Harus Dipenuhi Ali Alkaff
Suzannita menyebut terdapat empat poin yang perlu dipenuhi Ali Alkaff sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus penghormatan terhadap sejarah dan budaya Palembang.
Adapun empat poin tersebut yakni:
Perang 5 Hari 5 Malam merupakan salah satu catatan penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Palembang.
Peristiwa tersebut menjadi bagian dari perlawanan pejuang Indonesia terhadap pasukan Belanda setelah kemerdekaan.
Menurut catatan PMI, peristiwa yang berlangsung pada 1 Januari hingga 5 Januari 1947 tersebut menyebabkan lebih dari 3.500 korban jiwa dari pihak Indonesia.
Meski Ali Alkaff menyebut materi yang disampaikannya hanya sebatas lelucon dan tidak bermaksud melecehkan sejarah, persoalan tersebut tetap mendapat perhatian serius dari sejumlah pihak.
Bagi masyarakat Palembang, persoalan ini dinilai bukan sekadar mengenai materi komedi, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan para pahlawan.
Karena itu, penyelesaian persoalan tersebut diharapkan dapat dilakukan dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap sejarah dan marwah budaya Palembang.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat agar setiap orang lebih berhati-hati ketika menyampaikan materi di ruang publik, khususnya ketika menyangkut sejarah, budaya, dan perjuangan para pahlawan.