TRIBUNNEWS.COM - Liga Champions 2026/2027 kembali bergulir mulai Selasa (8/9/2026) malam WIB.
Klub-klub raksasa Eropa kembali bertarung untuk memperebutkan trofi paling bergengsi di Benua Biru.
Paris Saint-Germain datang dengan status juara bertahan dan berambisi melanjutkan dominasi mereka. Real Madrid juga tetap menjadi salah satu kandidat terkuat, sementara Arsenal berharap bisa melangkah lebih jauh setelah belum mampu memenuhi ekspektasi pada musim sebelumnya.
Namun, Liga Champions tidak selalu berjalan sesuai prediksi.
Di tengah nama-nama besar tersebut, selalu ada tim yang datang tanpa status unggulan tetapi mampu membuat kejutan.
Musim ini, Como 1907 menjadi salah satu debutan yang menarik perhatian. Ada pula Lille yang diperkuat bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, serta Galatasaray, Real Betis, dan AS Roma yang memiliki modal untuk mengganggu peta persaingan.
Berikut lima tim yang berpotensi menjadi kuda hitam Liga Champions 2026/2027, dikutip dari laman Planet Football.
Como menjadi salah satu debutan yang paling menarik perhatian pada Liga Champions musim ini.
Status pendatang baru tidak membuat klub asal Italia tersebut datang tanpa persiapan.
Como memiliki dukungan finansial kuat dan membangun skuad dengan cukup agresif. Di pinggir lapangan, mereka juga memiliki Cesc Fabregas yang sudah memahami karakter sepak bola level tinggi.
Nama-nama seperti Nico Paz dan Martin Baturina menjadi daya tarik tersendiri di lini tengah.
Dalam daftar skuad resmi Liga Champions, Como juga memiliki sejumlah pemain dengan pengalaman internasional seperti Moise Kean, Yan Couto, Trevoh Chalobah hingga Maximo Perrone.
Yang membuat Como semakin menarik adalah performa mereka sejak promosi ke Serie A.
Mereka tidak sekadar menjadi penghias kompetisi, tetapi mulai berani bersaing dengan klub-klub besar Italia.
Kini, tantangannya jauh lebih berat.
Como akan menjalani debut di panggung Eropa dan harus membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim kejutan di Serie A.
Jika Fabregas mampu memaksimalkan kombinasi pemain muda dan berpengalaman, Como bisa menjadi salah satu tim yang membuat kejutan.
Jika berbicara soal kandidat juara dari Prancis, PSG masih menjadi nama terdepan.
Namun, Lille tidak boleh begitu saja disingkirkan.
Les Dogues memiliki skuad yang cukup kompetitif dan memulai musim dengan performa positif.
Kehadiran Davide Ancelotti sebagai pelatih kepala juga menjadi daya tarik tersendiri.
Putra Carlo Ancelotti itu kini mendapat kesempatan memimpin timnya sendiri di level tertinggi sepak bola Eropa.
Lille juga memiliki sejumlah pemain berpengalaman, termasuk Olivier Giroud.
Namun, perhatian publik Indonesia tentu lebih tertuju kepada Calvin Verdonk.
Bek Timnas Indonesia tersebut telah masuk dalam daftar skuad Lille untuk Liga Champions 2026/2027.
Verdonk bahkan berpeluang mencatat sejarah sebagai pemain berstatus WNI pertama yang tampil di fase utama Liga Champions jika mendapat kesempatan bermain.
Karena itu, perjalanan Lille di Liga Champions musim ini cukup menarik.
Bukan hanya soal seberapa jauh Lille mampu melangkah, tetapi juga aksi Verdonk melawan pemain-pemain top di panggung tertinggi kompetisi Eropa.
Baca juga: Tak Hanya Calvin Verdonk, Davide Ancelotti Memulai Cerita Baru di Liga Champions
Galatasaray bukan pendatang baru di Liga Champions.
Klub raksasa Turki tersebut bahkan mampu mencapai babak 16 besar pada musim lalu.
Kini, Galatasaray datang dengan kekuatan yang semakin menarik.
Victor Osimhen tetap menjadi ujung tombak utama, sementara kedatangan Rafael Leão membuat lini depan mereka semakin menakutkan.
Keduanya punya kemampuan untuk mengubah pertandingan hanya melalui satu momen.
Galatasaray juga memiliki pengalaman besar di lini tengah lewat Ilkay Gundogan.
Mantan pemain Manchester City tersebut sudah merasakan atmosfer pertandingan terbesar Eropa dan pernah mengangkat trofi Liga Champions.
Komposisi tersebut membuat Galatasaray memiliki kombinasi yang cukup lengkap: pengalaman, kualitas individu, dan mental bertanding.
UEFA juga menempatkan Galatasaray sebagai salah satu tim yang patut diperhatikan setelah mereka kembali menjadi juara Turki dan mencapai 16 besar Liga Champions musim lalu.
Jika Osimhen dan Leao mampu menemukan kombinasi terbaik, bukan tidak mungkin Galatasaray kembali membuat kejutan.
Real Betis akhirnya kembali ke Liga Champions setelah penantian panjang.
Klub Spanyol tersebut terakhir kali tampil di kompetisi elite Eropa itu pada musim 2005/2006.
Kini, setelah finis di posisi kelima LaLiga musim lalu, Betis kembali mendapatkan kesempatan tampil di panggung terbesar Eropa.
Pengalaman Manuel Pellegrini juga menjadi salah satu modal penting.
Pelatih asal Chile tersebut sudah sangat akrab dengan pertandingan level tinggi dan masih dipercaya menangani Betis.
Betis juga tidak hanya mengandalkan nama besar pelatih.
Mereka memiliki skuad yang cukup berpengalaman dan sudah terbiasa bermain di kompetisi Eropa dalam beberapa musim terakhir.
Jalan mereka memang tidak mudah.
Ada lawan-lawan besar yang menanti pada fase liga, tetapi Betis juga memiliki sejumlah pertandingan yang secara matematis lebih terbuka untuk dimenangkan.
Jika mampu memaksimalkan laga-laga tersebut, Betis bisa menjadi salah satu tim yang lolos lebih jauh dari perkiraan.
AS Roma menjadi salah satu kandidat kuda hitam paling menarik musim ini.
Alasannya sederhana: mereka kembali ke Liga Champions setelah absen cukup lama.
Roma terakhir kali tampil di kompetisi tersebut pada musim 2018/2019. Kini, penantian mereka berakhir setelah finis di posisi yang membawa mereka kembali ke panggung elite Eropa.
Yang membuat Roma semakin menarik adalah sosok Gian Piero Gasperini.
Pelatih berpengalaman tersebut membawa filosofi permainan agresif yang sudah menjadi ciri khasnya.
Musim ini, Roma juga memiliki sejumlah pemain berbahaya seperti Donyell Malen, Paulo Dybala, Matías Soulé hingga Mile Svilar.
Nama-nama tersebut sudah masuk dalam daftar resmi skuad Roma untuk Liga Champions 2026/2027.
Roma juga mendapatkan undian yang cukup berat.
Mereka harus menghadapi Real Madrid, PSG, Manchester United, Sporting CP, Lille, Fenerbahce, Slovan Bratislava, dan AEK Athens pada fase liga.
Pertandingan melawan Real Madrid di Olimpico bahkan memiliki bumbu tersendiri karena menjadi ajang reuni Jose Mourinho dengan mantan klubnya.
Namun, Roma punya sejarah membuat kejutan di Liga Champions.
Pada musim 2017/2018, mereka secara mengejutkan menyingkirkan Barcelona setelah membalikkan kekalahan 1-4 pada leg pertama dengan kemenangan 3-0 di Olimpico.
Kini, di bawah Gasperini, Roma kembali mencoba membangun cerita Eropa mereka.
Mungkin bukan kandidat utama untuk mengangkat trofi.
Namun, jika mampu menemukan konsistensi, Roma berpotensi menjadi salah satu tim yang membuat para favorit kerepotan.
Lima tim tersebut tentu masih harus membuktikan semuanya di atas lapangan.
Liga Champions selalu memiliki cara untuk membalikkan prediksi.
Dan bukan tidak mungkin, salah satu dari Como, Lille, Galatasaray, Real Betis, atau AS Roma justru menjadi cerita paling menarik pada musim 2026/2027.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)