TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Akses menuju salah satu destinasi wisata populer di Nusa Penida, Diamond Beach, mulai mendapat penanganan.
Pemerintah Kabupaten Klungkung meningkatkan sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur menuju kawasan wisata di Desa Pejukutan dan sekitarnya.
Tak hanya satu titik, pekerjaan tersebut mencakup empat ruas jalan dengan total panjang mencapai 7,35 kilometer.
Ruas yang ditangani meliputi Jalan Suana-Pejukutan, Pejukutan-Gepuh, Ambengan-Pelilit serta Pelilit-Atuh.
Baca juga: DPRD Soroti Ancaman Globalisasi, Susun Ranperda Pemajuan Kebudayaan Klungkung
Penanganan jalan ini mulai dikerjakan sejak 12 Agustus 2026 dengan nilai kontrak Rp14,9 miliar.
Pembiayaan bersumber dari APBD Kabupaten Klungkung melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Klungkung, I Made Jati Laksana mengatakan, pekerjaan tidak hanya berfokus pada peningkatan permukaan jalan.
Baca juga: Warga di Klungkung Bali Keluhkan Sulitnya Cari Gas 3 Kg di Pasaran, Sugi Terpaksa Berkendara 5 Km
Sejumlah pekerjaan pendukung turut dilakukan, seperti pengaspalan hotmix, pembangunan dinding penahan tanah (DPT), hingga betonisasi pada bahu jalan.
Menurutnya, peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan membuat perjalanan menuju kawasan Diamond Beach dan wilayah sekitarnya menjadi lebih nyaman, baik bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Penanganan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kenyamanan akses masyarakat maupun wisatawan, khususnya menuju kawasan Diamond Beach,” kata Jati Laksana.
Baca juga: Minim Pendaftar, Calon Perbekel Dua Desa di Klungkung Terancam Lawan Kotak Kosong
Di tengah pelaksanaan proyek, pengguna jalan diminta tetap berhati-hati. Aktivitas pekerjaan dapat memengaruhi kondisi lalu lintas di sejumlah titik sehingga masyarakat diminta mengikuti rambu dan arahan petugas di lapangan.
Jati Laksana juga mengharapkan dukungan masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung agar proyek dapat berjalan sesuai rencana.
Dari sisi progress, pekerjaan hingga 31 Agustus 2026 tercatat masih berada pada tahap awal. Realisasi pekerjaan mencapai 0,300 persen, lebih tinggi dibandingkan target rencana sebesar 0,232 persen.
Dengan demikian, terdapat deviasi positif sebesar 0,068 persen dari target yang ditetapkan.
Peningkatan akses ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki konektivitas jalan di kawasan timur Nusa Penida yang juga menjadi jalur menuju sejumlah destinasi wisata unggulan. (*)