Kita harus memastikan saudara-saudara kita penyandang disabilitas juga memiliki ruang dan akses yang semakin luas untuk mempelajari, memahami, dan mencintai Al Quran

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI di Semarang, Jawa Tengah, pada 11-20 September 2026 bakal dimanfaatkan Kementerian Agama (Kemenag) untuk semakin memperkenalkan Al Quran Isyarat kepada masyarakat.

“MTQ bukan hanya ruang kompetisi, tetapi juga momentum untuk semakin mendekatkan Al Quran kepada seluruh lapisan masyarakat. Karena itu saya sangat mendukung hadirnya eksibisi bagi Teman Tuli pada MTQ Nasional tahun ini,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa.

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXXI tahun 2026 membuka ruang partisipasi bagi Teman Tuli melalui Eksibisi Disabilitas Tuli. Eksibisi tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag memperluas akses masyarakat terhadap syiar dan layanan keagamaan yang inklusif.

Menag Nasaruddin Umar mengatakan Al Quran harus dapat dipelajari dan dipahami oleh seluruh umat tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas.

“Al Quran adalah tuntunan bagi seluruh umat. Kita harus memastikan saudara-saudara kita penyandang disabilitas juga memiliki ruang dan akses yang semakin luas untuk mempelajari, memahami, dan mencintai Al Quran,” ujar Menag.

Menag menilai penyelenggaraan MTQ tidak semata menjadi ruang kompetisi. MTQ juga menjadi momentum untuk memperluas syiar Al Quran, sekaligus menghadirkan layanan keagamaan yang dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Penyelenggaraan eksibisi tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Regulasi tersebut menjamin hak penyandang disabilitas untuk memperoleh akses dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pelayanan keagamaan.

Menag berharap semangat inklusivitas yang dibawa dalam MTQ Nasional tidak berhenti pada penyelenggaraan eksibisi, tetapi juga semakin menguat dalam pelayanan keagamaan sehari-hari.

“Semangat yang kita hadirkan melalui MTQ ini adalah syiar Al Quran yang merangkul semua. Tidak boleh ada yang tertinggal dalam memperoleh layanan keagamaan,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Eksibisi Disabilitas Tuli akan berlangsung di Semarang pada 14–16 September 2026. Sebanyak 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim di berbagai daerah Indonesia dijadwalkan ambil bagian.

Mereka terbagi dalam dua golongan. Sebanyak 14 peserta mengikuti golongan Tilawah atau membaca Al Quran Isyarat, sedangkan 14 peserta lainnya mengikuti golongan Kitabah atau menulis Al Quran Isyarat.

Kehadiran eksibisi ini memperluas ruang partisipasi dalam MTQ Nasional XXXI sekaligus menjadi sarana diseminasi Mushaf Al Quran Isyarat.