Kemiskinan Klaten Turun 1,04 Persen, Bupati Hamenang: Masih Harus Kejar Ketertinggalan
Yoseph Hary W September 08, 2026 06:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Upaya Pemerintah Kabupaten Klaten menekan angka kemiskinan mulai menunjukkan hasil. Dalam setahun, angka kemiskinan Klaten turun 1,04 persen hingga berada di kisaran 11 persen, tetapi Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menilai capaian tersebut belum cukup karena daerahnya masih harus mengejar ketertinggalan.

Hal itu disampaikan Hamenang saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah dalam rangka Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Graha Wisata Niaga, Kota Surakarta, Jumat (4/9/2026).

Hamenang mengatakan, penurunan tersebut merupakan hasil dari intervensi yang dilakukan secara bersama-sama selama setahun, termasuk melalui arahan Gubernur Jawa Tengah.

“Data dari tingkat provinsi, angka kemiskinan Kabupaten Klaten termasuk tinggi, sekitar 11 persen. Tetapi kami terus berjuang dari angka yang cukup tinggi. Selama setahun kami melakukan intervensi bersama-sama, atas arahan Bapak Gubernur, alhamdulillah mulai turun 1,04 persen sehingga tahun kemarin bisa menjadi 11 persen,” ujarnya.

Capaian itu menjadi bagian dari tren penurunan kemiskinan Klaten dalam jangka panjang. Hamenang menyebut persentase penduduk miskin Klaten sebelumnya mencapai 16,71 persen pada 2012, kemudian secara bertahap ditekan hingga berada di kisaran 11 persen.

Namun, posisi awal yang tinggi membuat pemerintah daerah harus bekerja lebih keras.

“Meskipun sudah turunnya banyak, tetapi karena starting point-nya tinggi, kami harus mengejar ketertinggalan,” katanya.

Karena itu, Pemkab Klaten menargetkan angka kemiskinan dapat kembali turun sekitar satu persen setiap tahun. Upaya tersebut dilakukan dengan tiga strategi utama, yakni pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan.

Implementasinya menyasar berbagai sektor. Di bidang pertanian, pemerintah memberikan sarana produksi pertanian, pelatihan pembuatan pupuk organik, bantuan bibit, pembinaan kelompok tani, hingga penguatan irigasi. Sektor UMKM didorong melalui program Bela Beli Produk UMKM dan business matching.

Pemkab Klaten juga mengembangkan Sikendi Klaten untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha. Akses pasar produk UMKM diperluas melalui kerja sama dengan Nanjing di China dan penjajakan akses pasar melalui Bintan.

Sementara itu, kemiskinan ekstrem di Klaten pada 2025 tercatat 0,25 persen. Intervensi selanjutnya diarahkan terutama kepada kelompok desil 1 dan 2, dengan konsentrasi terbesar antara lain di Kecamatan Trucuk dan Bayat.

Hamenang menegaskan, berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor. Pengentasan kemiskinan, menurut dia, bukan pekerjaan satu organisasi perangkat daerah.

“Seperti yang selalu disampaikan Bapak Gubernur, tidak ada yang bisa hebat sendirian. Harus ada yang namanya super tim. Maka super tim seperti ini yang kemudian kami bangun di Kabupaten Klaten,” tuturnya.

Dalam rakorda tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar turut mengapresiasi inovasi Pemkab Klaten dalam pengentasan kemiskinan.

“Saya menangkap bahwa ini banyak inovasinya. Kerjanya juga agresif, gercep. Karena bupatinya muda, jadi banyak inovasi yang diberikan bagi masyarakat,” ujarnya. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.