Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat penanganan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih berstatus Level III atau Siaga.
Baca juga: Bandara Radin Inten II Kembali Beroperasi, 10 Kali Paper Test Abu Vulkanik GAK Hasilnya Negatif
Sejumlah langkah dilakukan Pemprov Lampung, mulai dari distribusi masker, penyiraman di sejumlah wilayah, pembentukan Tim Krisis Kesehatan, hingga pemeriksaan laboratorium terhadap abu vulkanik.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap masyarakat, terutama akibat paparan abu vulkanik.
"Hari ini kami telah mendistribusikan masker di beberapa lokasi wilayah terdampak paparan abu vulkanik yang juga di beberapa wilayah yang betul-betul berdekatan dengan radius dari Anak Gunung Krakatau," kata Jihan saat konferensi pers di Pusdalops BPBD Lampung, Selasa (8/9/2026).
Pemprov Lampung juga melakukan penyiraman di sejumlah wilayah sebagai upaya mengurangi paparan abu vulkanik.
"Kemudian kami juga telah melakukan penyiraman di sejumlah wilayah untuk mengurangi paparan abu vulkanik," ujarnya.
Di sektor kesehatan, Pemprov Lampung telah membentuk Tim Krisis Kesehatan. Dinas Kesehatan juga melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap abu vulkanik untuk mengetahui karakteristik material yang tersebar di wilayah terdampak.
Pemantauan diperkuat melalui Pusdalops BPBD Provinsi Lampung yang melakukan pemantauan serta penyebaran informasi setiap enam jam.
BPBD kabupaten/kota turut diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat, terutama di bidang kesehatan, transportasi, lingkungan, dan keselamatan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berfluktuasi.
Berdasarkan pemantauan Pusdalops BPBD Lampung bersama BMKG, PVMBG, dan instansi terkait, pada Selasa (8/9/2026) tercatat empat kali erupsi dalam periode pemantauan.
Erupsi terjadi pada pukul 05.08 WIB selama 15 detik, pukul 05.34 WIB selama 10 detik, pukul 07.49 WIB selama 19 detik, dan pukul 11.34 WIB selama sekitar 17 detik.
Seluruh erupsi tersebut telah selesai dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum sekitar 50 milimeter.
Arah sebaran abu vulkanik juga masih dipantau karena dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin. Pada periode pemantauan tersebut, angin bertiup ke arah barat laut dan utara dengan kecepatan rendah hingga sedang.
Jihan mengatakan masyarakat tetap diminta tenang, namun tidak menurunkan kewaspadaan selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.
"Kepada masyarakat kami tetap menghimbau untuk tetap tenang dan jangan panik, tetapi jangan pula kita menurunkan kewaspadaan karena di dalamnya masih ada aktivitas yang fluktuatif," kata Jihan.
Pemprov Lampung juga mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diminta menggunakan masker saat berada di luar ruangan, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)